Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
kiriman santet


NURI POV


Tengah malam aku terbangun karena merasa tenggorokan ku perih , aku pun lantas bangkit dari tempat tidur berjalan menuju dapur ,karena rupa nya aku lupa mengambil air minum saat hendak tidur .


Dengan perlahan aku melangkahkan kaki ku,setelah berada di dapur aku pun segera mengambil air minum,aku pun lantas meminum air nya setelah membaca bismillah namun sesuatu kurasakan sakit di tenggorokan ku,aku pun terbatuk dan aku pun sangat terkejut saat ada darah segar keluar dari mulut ku .


"astaghfirullah halazim, apa ini ,kenapa batuk ku mengeluarkan darah " lirih ku


klik'


Lampu dapur pun menyala ,kulihat mas Rifki melihat ku dengan wajah terkejut nya


"astaga , Nuri ini apa ,darah apa ini , kau muntah darah ?" tanya mas Rifki dengan panik nya


"tak tahu mas ,tadi aku batuk dan mengeluarkan darah "lirih ku


"ya Tuhan , ini minum air hangat dulu "ucap mas Rifki setelah membersihkan bibir ku lalu mengelap darah yang berada di telapak tangan ku


"kita kerumah sakit ,aku takut kau dan anak kita kenapa-kenapa " kata mas Rifki


"tapi mas,aku takut " sergahku


"sudah lah kau jangan terlalu banyak fikiran , kalian akan baik-baik saja " ucap mas Rifki mengusap perut ku


"uhhukk... " aku kembali memuntahkan darah segar dari mulut ku ,membuat ku juga mas Rifki menjadi sangat panik


"astaghfirullah halazim" gumam ku


"Nuri ....perbanyaklah istighfar, dan berdoa ini adalah kiriman dari orang yang mengingin kan mu celaka " ucap Wowo tiba-tiba


"apa ,jadi ini semacam guna-guna, santet atau teluh?" tanya ku


"ya semacam itu , aku memang bisa menghalau kekuatan jahat itu ,tapi dia berhasil menyerang mu lewat Sukma mu , dia tahu hari kelahiran mu " ucap nya lagi


"lalu bagaimana cara menghentikan santet itu ?" tanya mas Rifki


"satu-satunya cara yaitu dengan tak boleh berputus asa ,teruslah berdoa meminta pertolongan Allah" ucap Wowo


"tapi kenapa kamu bisa terkena ilmu hitam itu ,kamu kan tak pernah putus shalat , ibadah mu juga bagus " ucap mas Rifki memeluk ku


"karena aku hanya manusia biasa mas , mungkin aku sedang lengah ,dan juga anggap saja Allah tengah menguji iman dan kesabaran ku , mas tenang saja , aku akan berusaha untuk melawan kekuatan jahat itu ,karena di sini ada nyawa lain yang juga harus ku jaga " ucap ku seraya meraih tangan mas Rifki lalu meletakan nya di perut ku.


"berjanji lah untuk selalu baik-baik saja" ucap mas Rifki lagi


"ehm..." sahut ku


"sedang apa kalian malam-malam di dapur ?" tanya mama


"astaghfirullah halazim, ini darah apa , apa ada yang terluka ,kamu terluka Nuri ?" tanya mama panik


"enggak apa-apa ko ma, tadi Nuri hanya batuk saja dan mengeluarkan darah " sahut ku


"apa "


"tidak apa-apa bagaimana , ayo kita ke rumah sakit " seru mama Dewi panik


"tidak ma, Nuri tidak apa-apa, Nuri ingin shalat tahajud saja " sahut ku


"tapi Nuri ,mama takut kamu dan bayi kamu kenapa-napa, kita kerumah sakit ya " bujuk mama Dewi


"rumah sakit tidak akan menyembuhkan nya ma" ucap mas Rifki kemudian


"apa maksud mu , kenapa rumah sakit tidak bisa menyembuhkan nya?" tanya mama


"karena seseorang telah mengirim kekuatan jahat semacam guna-guna atau santet,atau teluh pada Nuri ma "ucap mas Rifki lagi


"apa , ya Tuhan apa lagi ini ,kenapa ketenangan tak pernah berpihak pada kita ,setelah kita terbebas dari teror beberapa bulan lalu , dan kini muncul lagi ,malah lebih parah ,kau dalam bahaya Nuri " Isak mama Dewi


"mama tenang saja kita pasti akan bisa melewati ini bersama " ucap ku kemudian


Setelah itu aku pun melakukan shalat tahajud bersama , berlanjut membaca beberapa surah Al-Quran .


Hingga kurasakan rasa sakit dan gatal itu tak lagi kurasa , dan ngantuk pun mulai menyerang .


Aku pun tertidur dengan masih mengenakan mukena dan tidur di pangkuan mas Rifki.


Kurasakan usapan lembut pada kepala ku mengiringi tidurku menjadi semakin lelap .


.........


Suara kumandang adzan subuh membangunkan ku dari tidur ku .


"mas ,yuk bangun sudah subuh " ucap ku menyentuh pipinya


"hm....sudah subuh rupanya" ucap mas Rifki dengan suara serak nya khas bangun tidur


Kita berdua pun segera bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu,dan setelah itu kita shalat.


Hingga pagi menjelang , aku pun segera beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi .


"pagi mbok " sapa ku


"pagi juga , duh ibu hamil rajin bener pagi-pagi begini udah rapi saja , mau ikut ke kantor Iki ya ?" ucap mbok Marni seraya tersenyum


"iya mbok tahu aja , gak tahu ini mbok bawaan nya pengen ngintilin terus ,apa mas Rifki gak akan merasa risih ya " ucap ku lagi


Aku juga heran sih sebenarnya ,padahal jika aku ikut aku gak mau jadi pusat perhatian di kantor mas Rifki nanti , tapi hatiku yang lain malah mengingin kan nya ikut .


"ya enggak lah ,justru aku senang , itu tanda nya Dede bayi nya gak mau jauh dari papa nya , ya kan mbok ?" ucap mas Rifki tiba-tiba


"iya Iki ,bener tuh " ucap mbok Marni membenarkan


"jadi hari ini kamu nemenin Rifki, yaah mama gak ada temen nya dong " sahut mama Dewi menimpali


"hehe....gak apa-apa kan ma ?"tanya ku cengengesan


"tentu saja tidak lah ,oh iya bagaimana keadaan mu , apa gak ngeluarin darah lagi , lebih baik kamu periksa ke rumah sakit ,takut nya kandungan mu kenapa-kenapa" usul mama Dewi


"darah ....siapa yang berdarah ?" tanya mbok Marni


"semalam Nuri batuk berdarah" sahut mas Rifki


"apa , astaghfirullah halazim....ko bisa ?" seru mbok Marni terkejut


Mama Dewi pun menceritakan perihal semalam ,dan mbok Marni juga menyarankan untuk aku memeriksa kandungan ku takutnya bayi dalam perut ku terkena imbas nya juga .


Aku pun sangat terkejut karena sama sekali tak kefikiran ke sana , hingga aku setuju untuk meriksa keadaan kandungan ku .


.............


"bagaimana kandungan istri saya dokter ?" tanya mas Rifki ketika aku sudah di periksa oleh dokter kandungan


"kondisi kandungan nya sangat baik-baik saja , janin nya sangat kuat , dan sehat ,ia berkembang sangat baik sesuai usia kandungan nya " ucap dokter kandungan nya


Aku dan mas Rifki pun merasa lega dan mengucap syukur bersama . Dan kami pun tak lupa memberi tahu tentang batuk ku yang mengeluarkan darah ,namun dokter mengatakan jika kondisi ku sangat lah baik-baik saja ,tentu saja itu kan penyakit buatan seseorang yang berniat jahat .


"Ya Allah tolong lindungilah janin dalam perut ku ini, aku bersedia menukar nyawaku asal anak ku terlahir dengan sempurna ke dunia ini " lirih ku dalam hati dengan memegangi perut ku


"kamu ini bicara apa , jangan bicara yang bukan-bukan " suara Wowo terngiang di telinga ku


.


.


.


.


bersambung...