Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 menenangkan bayi


"loh....kalian ngapain pada ngumpul di sini" tanya seorang wanita paruh baya keluar dari dalam mobil nampak seorang pria juga turun dari pintu depan ,sontak saja aku membelalakan mata ku dengan mulut menganga


"ayah ...." seru ku langsung berhambur ke pelukan nya ,ayah pun menyambut ku dalam pelukan nya dengan terus mengusap kepalaku


"Nuri kangen, maaf Nuri jarang menemui ayah " ucap ku dalam dekapan ayah


"iya tidak apa-apa,bagaimana kabar mu baik-baik saja kan ?" tanya ayah ,aku pun mengangguk seraya berucap


"iya ayah Nuri baik-baik saja,mereka menjaga Nuri dengan sangat baik"


"syukurlah " lega ayah


"kenapa mama bisa bareng sama ayah ?" tanya mas Rifki ,ya wanita paruh baya tadi adalah mama Dewi mama mertua ku ,alias mama nya mas Rifki


"tadi mama tidak sengaja bertemu di lampu merah sana" sahut mama Dewi


"kamu tumben datang pas aku gak ada ?" tanya mama Dewi menatap bu Laras


"kamu dari mana saja ,masalah sudah selesai baru muncul " cetus Bu Laras


"masalah " ucap mama Dewi dan ayah yang langsung melepas pelukan nya dari ku


"memang nya ada masalah apa?" tanya mama Dewi kemudian


"kita bicara di dalam " ajak Bu Laras


Kini kami sudah berada di ruangan tengah ,mbok Marni pun ikut bergabung setelah membawakan beberapa minuman untuk kami.


"jadi sebenarnya ada masalah apa ?" tanya mama Dewi ,ayah yang juga seperti nya ingin tahu hanya diam menyimak


Bu Laras pun kembali menceritakan masalah tadi dengan sangat detil,termasuk pertemanan ku dengan hantu . hadeuuuh kenapa pula Bu Laras harus menceritakan yang itu .


"astaghfirullah halazim.....semua warga mengatakan itu ...." seru mama Dewi nampak geram


"iya tapi sekarang masalah nya sudah selesai,orang yang menyebar fitnah pun sudah di ketahui " ucap ku


"terus orang itu apa sudah di serahkan ke polisi ?" tanya mama Dewi lagi namun aku menggeleng


"kenapa tidak ,orang itu sudah keterlaluan loh ...nanti kalau dia kembali berulah bagaimana ?" cetus mama Dewi lagi


"dia hanya suruhan ma, dia di bayar buat menghasut warga " ucap mas Rifki


"lalu siapa pelaku nya ,apa kalian tahu ?" tanya mama Dewi


"hanya dugaan saja , tapi siapa pun itu kita serahkan saja semua nya pada yang di atas " sahut ku seraya menyeruput minuman manis yang terbuat dari buah melon asli minuman yang ku sukai akhir-akhir ini


"jadi benar dengan dugaan ayah tentang hantu-hantu itu " ucap ayah tiba-tiba


"maksud ayah ?" tanya ku menatap pada pria yang paling ku cintai selain suami ku


"saat di kampung sebenarnya ayah suka melihat ada dua hantu nangkring di atas genteng rumah kita ,sampai ayah suka merasa takut jika ke kamar mandi sendirian, ayah juga pernah melihat mu berbicara sendiri dan ada bayangan lain di cermin namun samar , di tambah Dede suka sekali berbicara jika teman-teman mu sangat seram , jadi ayah menduga jika kamu berteman dengan mereka " tutur ayah


"i ...iya ayah ...Nuri ...berteman dengan hantu-hantu itu ,tapi ....mereka baik ko, mereka selalu jagain Nuri " ucap ku


"apa mereka tidak pernah berbuat aneh-aneh padamu ,seperti meminta sesajen atau melarang mu beribadah ?" tanya ayah lagi


"ayah tenang saja mereka tidak seperti itu " sahut ku lagi


"kamu .... punya teman hantu" ucap mama Dewi nampak terkejut


"bukan Nuri ma, tapi kita ,aku dan Nuri kita berteman dengan mereka yang tak kasat mata "ucap mas Rifki


"apa.....se sejak kapan , memang nya kamu bisa melihat hantu ?"


"semenjak aku mengenal Nuri, Nuri membawa perubahan banyak padaku ma, berkat nya aku bisa tahu apa itu arti menghargai ,mencintai dan menyayangi" ucap mas Rifki menatap ku , aku pun sontak tersenyum dan menunduk


"lalu hantu apa yang berteman dengan kalian ?" tanya mama Dewi sedikit ragu


"Wowo ,Lasmi ,dan bang Popo" sahut ku


"maksud mama itu....jenis hantu apa ?" tanya mama Dewi


"genderuwo, pocong ,dan kuntilanak merah " sambung mas Rifki


"hah...."


"apa...."


brukkk


brukkk


tiba-tiba mama Dewi dan mbok Marni pingsan bersamaan


"astaghfirullah halazim....mas ....ini bagaimana ?"pekik ku panik


"ma...mama ...." aku mengguncang tubuh mama mertua ku bergantian dengan mbok Marni


"haaah.....sudah ku duga ini akan terjadi " gumam Bu Laras menepuk jidat


......................


Keesokan harinya


Di saat matahari sudah menampakan cahaya hangat nya ,aku bersama mas Rifki berjalan santai di jalanan kompleks , karena kata dokter aku harus berjalan kaki paling tidak dua atau tiga kali setiap pagi ,agar mempermudah saat proses lahiranku nanti.


Berhubung hari ini adalah hari Minggu , mas Rifki jadi punya banyak waktu untuk ku, mas Rifki pun sudah berjanji jika di hari libur mas Rifki tidak akan mengurus apapun ,hanya akan mengurusi ku ,dan itu sudah terbukti dari minggu-minggu sebelum nya.


"kita istirahat dulu " ajak mas Rifki menuntunku duduk di bangku kecil di bawah pohon kersen di pinggir jalan


"lumayan" sahut ku


"apa kamu haus ?" tanya mas Rifki lagi


"memang nya di sini ada yang jual minum ?" tanya ku


"ada ko, sebelah sana ada warung kecil-kecilan" sahut mas Rifki menujuk sebuah rumah sederhana


Baru tahu aku di lingkungan kompleks ini ada juga rumah yang sesederhana itu , karena kebanyakan rumah-rumah di sini bertingkat satu atau dua.


"kamu tunggu sebentar ya , aku gak akan lama " ucap mas Rifki


"ehm ...jangan lama-lama nanti aku kangen " ucap ku


"ah sayang ,kamu bisa saja ,baiklah aku gak akan lama ,tunggu sebentar ya , tunggu papa ya ,jagain mama selama papa beli minum " ucap mas Rifki berbicara pada bayi di dalam perut ku seraya menyentuh perut ku


Di saat aku tengah menunggu, tiba-tiba telinga ku menangkap sebuah suara tangisan bayi , aku pun menengok ke belakang ku ,rupanya ada seorang ibu yang sedang mencoba menenangkan bayi nya yang terus menangis .


Namun seketika aku terkesiap saat melihat sosok hantu laki-laki berada di dekat nya, aku merasa tidak tega melihat nya ,hingga aku pun beranjak untuk mendekati ibu itu .


"assalamualaikum " ucap ku


"waalaikum salam" sahut nya


"ini bayi nya kenapa ya Bu?" tanya ku berbasa basi


"gak tahu ,ini dari semalam nangis terus gak mau berhenti ,kalau pun berhenti hanya beberapa menit saja ,dan langsung nangis seperti ini " jawab nya , terlihat sekali ibu ini sudah kelelahan karena


"boleh saya bantu menenangkan nya Bu,saya lihat ibu sudah sangat kelelahan" tawar ku ,dan rupanya ibu itu tak keberatan sama sekali


Aku pun langsung meraih tubuh mungil itu ke dalam dekapan ku ,dengan sesekali melirik pada sosok hantu itu .


"kenapa kamu terus mengganggu bayi ini, siapa kamu ?" tanya ku dalam hati


"aku ayah dari bayi itu , aku ingin sekali menimang dan mengajak nya main ,tapi takdir berkehendak lain ,saya meninggal sebelum kelahiran nya " lirih nya


"tapi kasihan bayi nya ,kasihan juga ibu nya ,semalaman mereka tak tidur , lihat lah wajah nya pucat sekali karena kurang tidur "ucap ku lagi


"iya saya tahu , tapi....." ucap nya terhenti


"iya aku juga mengerti , tapi ada baik nya kamu jangan seperti ini karena kalian berbeda alam , kau tenang lah di alam sana , percaya saja anak dan istri mu akan hidup dengan baik, percaya kan mereka pada Allah ,biar Allah yang akan menjaga mereka untuk mu " ucap ku


"baiklah tapi ijinkan aku untuk mencium bayi ku untuk yang terakhir kalinya" pinta nya dan aku pun mengangguk pelan


cup


"kamu baik-baik ya nak, jadilah anak solehah berbakti pada ibu mu dan doakan ayah di sana ya, jaga ibu mu " ucap nya lirih


Terlihat seberkas cahaya menyelimuti tubuh nya dan dalam hitungan detik sosok hantu itu pun lenyap tak berbekas.


"cup cup cup ya sayang ....sudah berhenti ya nangis nya " ucap ku sambil mengayun-ayunkan pelan bayi itu di dekapan ku


Aku pun membacakan beberapa ayat suci Al-Quran,dan bersolawat ,lalu meniup ubun-ubun bayi itu.


"maaf Bu, bisa bawakan saya air ,...dalam gelas saja " pinta ku


"untuk apa ya ?" tanya nya


"buat diminum kan pada bayi nya " sahut ku


"tapi kan bayi saya masih asi eksklusif belum di beri makan "


"hanya sedikit saja ko Bu , ga sampe satu sendok ko" sahut ku lagi


"baiklah,tunggu sebentar ,tapi jangan kau bawa bayiku ya " ucap nya


"ibu tenang saja ,saya bukan penculik anak , saya juga sedang hamil ,jadi mana mungkin saya melakukan itu " jawab ku


"hm ...baiklah " ibu itu pun pergi ke dalam rumah nya dengan tergesa


astaga kenapa sampai kefikiran kalau aku bakal bawa lari anak nya , .... ada-ada saja


Tak lama ibu itu iun kembali dengan membawa segelas air putih dan sendok kecil di tangan nya


"ini ..."


Aku pun menyambut gelas berisi air putih itu lalu duduk di kursi plastik tanpa sandaran ,lalu aku mulai membacakan beberapa surah Al Qur'an, seperti Al Baqarah, Annas, ayat kursi, dan surah lain nya ,setelah itu aku pun meniup air dalam gelas itu sebanyak 3 kali, lalu aku menyendok sedikit air itu dan tak sampai penuh ,hanya seujung sendok saja ,dan langsung meminum kan nya pada bayi di pangkuan ku , dan sisa nya aku usap kan pada ubun-ubun juga telapak kaki bayi itu .


Tangis bayi itu pun seketika berhenti dan malah menatap ku tanpa berkedip , kemudian bayi itu tersenyum , membuat ku gemas ,sontak aku pun menciumi nya .


"Alhamdulillah bu, bayi ibu sudah tenang tapi ...." ucapan ku terpotong karena ternyata mas Rifki menghampiri ku


"rupanya kamu di sini ,aku cari in tadi ,aku kira sudah pulang duluan "


.


.


.


.


.


bersambung