Teror Guna Guna

Teror Guna Guna
S2 kuntilanak merah


Setelah insiden penjambakan ku tadi siang ,semua karyawan jadi semakin sungkan saat aku berjalan melewati nya , mereka nampak bersikap hati-hati ,apa aku semenakutkan itu .


Aku jadi merasa tak enak , hingga aku pun berucap


"maaf atas sikap ku yang tadi , kalian pasti merasa tak enak setelah melihat nya , sungguh tadi itu membuat ku lepas kendali " ucap ku pada para karyawan yang tengah berdiri dan menunduk pada ku.


"oh....tidak apa-apa ko Bu bos ,justru Bu bos tadi terlihat keren ,kita semua sangat kagum pada Bu bos ,pelakor seperti itu memang pantas di perlakukan seperti itu ,bahkan menurut saya itu masih belum seberapa ,seharus nya bu bos melakukan yang lebih lagi ,biar pelakor itu kapok " cerocos salah satu karyawan entahlah aku tak tahu siapa nama nya


"tuh kan mereka juga bilang kau ini keren, sudahlah jangan terlalu difikirkan , ya sudah lebih baik kita pulang " mas Rifki mengajak ku untuk pulang dan memang sebenarnya sudah saat nya juga jam pulang


"semua nya kita berdua pamit ya , assalammualaikum" ucap ku menatap pada semua nya


"waalaikum salam Bu bos " sahut mereka serempak


"terima kasih mas ku " ucap ku saat mas Rifki membukakan pintu depan untuk ku


"sama-sama sayang ku " sahut nya seraya tersenyum


Mobil melaju dengan kecepatan sedang , karena ini jam pulang kantor jalanan pun menjadi macet .


tin tin tin


"duuuh mereka ini kenapa selalu menyalakan klakson nya sih , emang nya dengan menyalakan klakson mobil mereka bisa langsung jalan apa " gerutu ku ,entah mengapa tiba-tiba aku merasa kesal


"nama nya juga manusia sayang ,mereka selalu tak sabaran" ucap mas Rifki melirik padaku


Seakan tahu dengan suasana hati ku saat ini ,mas Rifki menarik ku dalam pelukan nya ,dengan mengusap punggung ku mas Rifki berkata


"ada apa hem...kamu merasa bosan ?" tanya mas Rifki ,aku pun menggeleng


"enggak mas , aku juga gak tahu kenapa aku merasa kesal saat mendengar suara klakson-klakson itu berbunyi " tutur ku


"seperti nya anak kita tidak menyukai nya sayang " ucap mas Rifki


"sayang sabar ya , sebentar lagi kita sampai rumah ko, jangan ngambek-ngambek ya ,kasihan mama nya " mas Rifki berbicara dengan menundukan wajah nya menatap perut ku ,lalu mencium perut ku


Sontak aku pun tersenyum melihat nya ,tapi senyuman ku tiba-tiba pudar saat aku melihat dari kaca spion, seseorang tengah berjalan ke arah mobil kami dengan membawa sesuatu entah itu senjata tajam atau apa, tapi memang sepertinya itu sesuatu yang berbahaya.


tok tok tok


"buka " seru nya


Orang itu mengetuk kaca ,tepat di samping ku , mas Rifki pun mendongak dan melihat pada nya


"jangan di buka mas " seru ku seraya menyentuh tangan mas Rifki saat melihat mas Rifki hendak membuka kaca mobil nya


"kenapa ?"


"seperti nya dia bukan orang baik-baik " sahut ku


aku pun lantas memanggil Wowo dan bang Popo


"Wo,bang Popo tolong aku " panggil ku dalam hati


dalam sekejap mereka sudah berada di kursi belakang


"ada apa manggil kami ?" tanya Wowo


"orang itu seperti nya berniat buruk pada kami " sahut ku


"oh , baiklah serahkan pada kami " ujar Wowo dan bang Popo bersama


"ada apa ya mas " orang yang mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil pun terperanjat saat melihat di samping kiri-kanan nya sudah ada polisi


"ti tidak apa-apa pak ,maaf saya permisi " orang itu langsung pergi


tok tok tok


kedua polisi itu saling mengetuk


"bagaimana akting kita ,sukses tidak " ucap polisi itu


"sukses wo " ucap ku seraya menunjuk kan jari jempol ku


"kalian saling kenal " tanya mas Rifki bingung


"mas ,mereka itu Wowo dan bang Popo " ujar ku


"hah ....kok bisa " mas Rifki nampak tercengang


"ya bisa lah " sahut Wowo dan bang Popo bersamaan ,dan dengan seketika menghilang


"Wo bagaimana kalau orang lain melihat , mereka pasti bingung kenapa ada polisi yang tiba-tiba menghilang begitu saja " batin ku


"syukurlah" batin ku lagi


"mereka ada-ada saja " gumam mas Rifki seraya menggelengkan kepalanya


Akhirnya mobil pun kembali bergerak dan terbebas dari kemacetan , namun ketika kita melewati sebuah terowongan yang terkenal angker tiba-tiba saja bulu kuduk ku berdiri .


tin tin tin


Mas Rifki nampak mengklakson sebanyak tiga kali ,begitu pun dengan kendaraan lain saat melintasi terowongan ini .


Mataku tak sengaja melihat pada sosok yang berdiri di samping jalan ,sosok perempuan berambut panjang dan bergaun merah, jika di perhatikan wujudnya mirip sosok kuntilanak,namun yang membedakan sosok itu mengenakan gaun merah ,bukan putih layak nya kuntilanak-kuntilanak pada umum nya


Apa itu merupakan kuntianak merah,sungguh baru kali ini aku melihat nya.


Berbeda dengan gadis berkerudung merah dari band wali yang enak untuk di pandang mata ,dan bisa membawa mu ke surga,si merah ini kebalikan nya .


Berdasarkan review terpercaya dari para saksi mata yang pernah meet and great langsung dengan kuntilanak merah


*yang di maksud para saksi yaitu mereka para paranormal yang di tv-tv atau di beberapa Chanel YouTube itu lhooo....*


Kuntilanak merah ini sangat agresif dengan kemampuan terbang yang lebih cepat ,kuku nan panjang dan wajah super seram ,pokok nya siapa pun tak ingin bertemu kuntilanak merah , di jamin .


"jangan di perhatikan" mas Rifki memperingati


"ehm" aku mengangguk


"ah iya mas kenapa mas terlihat biasa saja melihatnya, apa mas tak takut " tanya ku


"karena aku sudah mulai terbiasa, apalagi setiap hari selalu melewati terowongan itu , berbagai makhluk tak kasat mata lain pun sering aku lihat" sahut mas Rifki


Hingga tak terasa kami pun sampai di rumah


"assalamualaikum"


"waalaikum salam " sahut mama Dewi


"si mbok sudah pulang ma?" tanya mas Rifki


"sudah ,baru saja " jawab nya


"kalian mandi dulu gih , lalu nanti kita makan ,mama sudah masakin masakan kesukaan kalian "


"baiklah ,aku dan mas Rifki mandi dulu ya ma " ucap ku dan langsung di angguki mama Dewi


"aku siapkan dulu air nya " ucap ku tapi langsung di tahan oleh mas Rifki


"jangan ,biar aku sendiri saja ,kamu tunggu saja ,atau .... gimana kalau kita mandi bareng " ucap mas Rifki seraya memainkan alis nya


"engg....emmm..." mas Rifki malah mencium ku dan menghisap bibir ku ,aku pun hanya bisa pasrah apalagi saat di giring masuk ke dalam kamar mandi , dan kalian tahu sendiri lah apa yang terjadi setelah itu πŸ™ˆ


skip aja ..........


Selesai mandi bersama dalam tanda kutip ,aku bergegas mengambil pakaian untuk ku juga mas Rifki .


"ini apa ?" tanya mas Rifki saat melihat sebuah kartu undangan


"undangan reuni SMA" sahut ku dan mas Rifki nampak membacanya


"acaranya lusa , kamu ikut ya " mas Rifki melihat ku


Ingin ku katakan tidak tapi melihat raut wajah nya yang entah kenapa terlihat menggemaskan aku pun reflek bilang iya .


"kalau begitu nanti aku carikan baju couple deh " ucap mas Rifki sedangkan aku hanya tersenyum saja


"sini ,aku bantu keringkan rambut mu" mas Rifki mengambil alih hairdryer dari tangan ku


"terima kasih"


.


.


.


.


.


bersambung