
Kini malam pun tiba jam menunjukan pukul 21:00
"yaaahh.....mati lampu lagi , nasib tinggal di kampung ya begini , sedikit-sedikit mati lampu" keluh ku yang sedang menyalakan lilin
"emang nya kamu pernah tinggal di kota gitu?" tanya Ifel
"yaaaa enggak sih "sahut ku
"huuuhh....dasar "
"hah ...lama ga ya kira- kira mati lampu nya?" tanya Ifel
"ya mana ku tahu emang nya aku petugas PLN " sahut ku
"ibuuu...Dede takut"teriak Febry
"ga papa ada ibu,sebentar lagi nyala ko " tenang ibu
"i i itu Bu be belakang kak Fel ada olang melotot" ucap Febry menunjuk ke belakang Ifel
Ifel yang sudah merasa takut tak berani untuk menengok belakang,
"aduuuh....Bu....ttt to long ...
ucap Ifel ter bata karena rasa takut nya
"ibuuuuu........."teriak nya kemudian sambil berlari menghambur pada ibu
"mana, orang ga ada apa-apa kok"kata ku mencoba menenang kan padahal aku sendiri pun sama takut nya
"iya mungkin Dede cuma lihat bayang-bayang kamu tadi,kamu ah penakut banget "ucap ibu pula
Jedddaaarrrr
Tiba- tiba suara petir menggelegar (bukan Jedar Jesika Iskandar ya tapi anggap saja suara petir nya begitu,hihihi) kilat pun ikut menyambar-nyambar , hujan mulai turun disertai angin yang berhembus kencang,saking kencang dan besar nya angin di luar sampai menyibak nyibak kan semua gorden jendela
"astaghfirullah halazim,....kenapa malam ini jadi menyeramkan sih?" ucapku
" ho'oh jadi takut ini tidur sendiri "ucap Ifel menimpali
"alah kamu mah tiap malam juga takut tidur sendirian "ucapku meledek
"malam ini numpang tidur lagi di kamar mu ya"pinta nya
"enak aja ,enggak ah,tidur aja kamu sendirian" ucapku
"please ya.....malam ini saja "ucap nya memohon
"haaah...iya iya ....tapi tidur di bawah" kataku
"ck ya sudah deh "ucap nya pasrah
"ya udah sana kalian pada masuk kamar ibu juga mau masuk kamar "ucap ibu
"iya Bu"sahut ku
Setelah berada di kamar aku langsung membuka kasur lipat buat tidur Ifel
"nih udah siap kamu tidur di sini"ucap ku setelah selesai menyiapkan kasur lipat nya
"tapi...."
"tapi apa " ujarku memotong ucapan nya
"kolong kasur nya gelap "ucap nya pelan
"ya jangan di lihat dong, sana madep sono no..."
"iya lah iya lah...."ucap ya merengut
tulilit tilit " hp ku berbunyi
ayah'gumam ku
"halo assalammualaikum yah...."
📲(waalaikum salam ...gimana kabar kalian nur?)"
"baik yah ibu juga baik , tapi ya gitu kondisi ibu belum ada perubahan , malah kaki nya yang sempat sembuh malah bengkak lagi " ucapku lirih
📲(terus sekarang mana ibu mu,ayah mau ngobrol sebentar)"ucap ayah
"ibu di kamar nya ,di sini mati lampu yah ditambah di luar juga hujan deras banget "
sahut ku sambil berjalan ke kamar ibu
📲(Ifel mana?)
"nih ngintilin mulu belakang Nur yah "
tok tok tok
"Bu sudah tidur belum?"tanya ku di balik pintu
"belum masuk saja Nur"jawab ibu
Aku pun masuk di ikuti Ifel dari belakang
"nih Bu ayah nelpon mau ngobrol katanya"kataku sambil memberikan hp ku pada ibu
"ya sudah Nur tunggu di luar saja ya bu,nanti kalau sudah panggil saja Nur"kata ku segera keluar memberi ruang buat ibu dan ayah berbicara
ibu pun mengangguk kan kepala
.....
setelah beberapa saat
"nur ini sudah selesai nelpon nya"teriak ibu
aku yang tak jauh dari kamar ibu pun langsung beranjak mengambil hp ku kembali, karena aku pun sedang menunggu telpon dari Haris tentunyaðŸ¤
Aku pun kembali ke kamar ku begitu pun dengan Ifel yang tak pernah jauh dari ku
"hm....ko ga nelpon sih sms juga engga, apa masih sibuk?"gumam ku dalam hati
Aku pun merebah kan tubuh ku berbaring di tempat tidur , di tengah ke gelisahan ku tiba-tiba Ifel ber ucap
"Kunti, kamu bisa diem ga sih jangan gangguin terus, aku mau tidur nih, baru juga merem udah colak-colek aja" gerutu Ifel
"apa an?siapa yang gangguin sih orang dari tadi aku diem ko "seru ku
"eh kamu tadi manggil aku apa? Kunti ? maksud nya Kunti yang mana ,aku atau Kunti yang lain?"tanya ku tanpa bermaksud menakuti nya ,
"jangan bercanda deh , serius ini..." ucap nya dengan masih menghadap ke tembok ,menghindari kolong kasur ku yang katanya gelap
"aku juga serius "seru ku tak mau kalah
"beneran ?" tanya nya lagi
"ya iya beneran,...kenapa sih?"tanya ku bingung
Tanpa ba bi bu Ifel langsung melompat naik ke atas kasur ku,menenggelamkan tubuh hingga kepala nya di bawah selimut
"iiihhh.....Ifel apa-apa an sih , turun sana "ucap ku sambil mendorong dorong tubuh nya
"ogah , gak mau , tadi ada yang colek-colek punggung dan bahu ku, kalau bukan kamu ....
iiihhh....."ujar nya bergidik ngeri
"ih nyebelin,"sahut ku dongkol
Jedddaaarrrr....
"aaaakkh......."
"issshhh...berisik tahu"bentak ku
"maaf kaget soal nya"ucap nya yang masih bersembunyi di balik selimut
"eh Fel.... Fel....." panggil ku
"apa sih?"
"it itu menurut mu apa?" ucapku yang tak sengaja melihat bayangan di balik jendela kamar ku,kilatan kilatan itu memperlihat kan seluet tubuh seseorang berdiri di depan rumah
"dih jangan nakutin deh , lagi takut beneran nih..?" ucapnya dengan suara bergetar
"ga di takutin juga kamu dah takut duluan" ucap ku
"engga ah takut, kamu aja sono yang intip,"ucap nya
Karena penasaran tak ku hiraukan lagi Ifel ku raih senter di meja kecil lalu ku melangkah pelan ke arah jendela kamar ku.
Sedangkan Ifel hanya diam memperhatikan dengan kedua tangan nya menutup wajah namun masih bisa melihat dari sela-sela jari nya.
lalu
Srreeet' ku sibak kan gorden nya bersamaan dengan senter yang ku nyalakan di letakan di bawah dagu ku.
"aaaakkhh....."
Karena terkejut orang yang berdiri di depan jendela kamar sampai berteriak hingga lari terbirit birit.
"hahahaha.....rasain emang enak," seru ku sambil tertawa
"kamu kenapa Nur?kenapa ketawa begitu?" tanya Ifel
"terus yang tadi itu orang apa hantu ya?"tanya nya lagi
"ya orang lah, kalau hantu mana mungkin teriak dan lari pula hahaha uhukk uhhukk...." saking asik nya tertawa aku sampai terbatuk-batuk
"kalau yang tadi orang trus itu apa ?" tanya Ifel menunjuk jendela yang gorden nya terbuka
aku pun menengok dan
"kuntil....eh astaghfirullah halazim..."seru ku
sreettt...
ku tutup kembali gorden nya dan langsung melompat ke tempat tidur ku
"pait pait pait..."ucap Ifel ketakutan
"istighfar Fel bukan pait emang nya minum obat pait"gerutu ku
huuuuhuu....huuuhuu....
"eh Fel ada suara yang nangis..."ucap ku pelan
"udah deh jangan aneh-aneh "gerutu nya
"bukan aneh tapi emang suara nya seperti suara .... astaghfirullah Dede, "seru ku langsung lari meninggalkan Ifel yang sudah menggulung diri dengan selimut nya persis seperti kepompong
Tak lupa ku membawa senter karena listrik nya tak kunjung menyala, ku biarkan Ifel yang terus berteriak minta di tungguin.
Hingga akhir nya aku sampai di depan kamar ibu
Braakk
Ku buka pintu kamar nya secara kasar , terlihat Febry yang sedang menangis tersedu duduk di pojokan , kuraih tubuh mungilnya ke pelukan ku , ku edarkan pandangan ku ke seluruh kamar tapi tak ku dapati ibu, di mana ibu?'gumam ku
Febry yang sudah mulai tenang ku lepaskan dari dekapan ku
"de ibu kemana?"tanya ku pelan
"i i ibu....ibu... di bawa kak , ibu di bawa ...huhuhuu...." ucapnya sesegukan
"di bawa , di bawa siapa de,kemana?" tanya ku penuh khawatir
"ke sana sama orang yang tinggi besar kak ,Dede takut hiks hiks hiks"
"kenapa Dede nangis nur?" tanya Ifel di ambang pintu
"trus mana ibu?"tanya nya lagi
"justru itu ibu hilang" sahut ku lirih
"apa ibu hilang?"seru nya kaget
"iya , Fel kau bisa bantu aku?"tanya ku
"bantu apa?"
"jaga Dede,aku akan cari ibu"ucap ku
"tapi aku takut "kata nya
"kita ke rumah Mak Entin,biar kamu sama Dede di sana "ucap ku
Aku pun mengantar kedua adik ku ke rumah Mak Entin , yang jarak nya hanya beberapa langkah dari rumah ku.
tok tok tok
"assalammualaikum Mak,Mak Entin" ucap ku
"waalaikum salam ...."jawabnya
"loh kalian, ada apa ?"tanya nya
Aku pun menceritakan kejadian nya dan bermaksud ingin menitipkan kedua adik ku
"astaghfirullah halazim....ya sudah kalian masuk , trus kamu mau cari kemana nur, kondisi nya masih mati lampu,hujan pula"tanya Mak Entin
"entah lah Mak, tapi Nur akan berusaha doa kan ibu supaya cepat ketemu ya Mak " ucapku lirih
"iya emak doa kan semoga ibu mu cepat ketemu, duuh kemana kamu Maryam,
emak akan minta bantuan warga lain nya ya" ucapnya
Mak Entin langsung ke luar dengan membunyikan kentongan untuk mengumpul kan warga. Ya di desa tempat tinggal ku masih mempertahan kan kentongan untuk di pergunakan jikalau ada keadaan genting seperti ini.
Dalam sekejap warga sudah banyak berkumpul,ada yang pakai payung ,ada yang pakai jas hujan ada juga yang memakai daun pisang.
"ada apa Mak "
"iya ada hal apa, hingga Mak Entin membunyikan kentongan malam malam begini"
"iya.."
para warga mulai bertanya tanya
"begini bapak-bapak, ibu maryam istri nya pak Maman tiba-tiba hilang, tolong bantu mencarinya"ucap Mak Ijah menjelaskan
"hah "
"hilang "
"kenapa bisa "
para warga kembali bertanya-tanya
Aku pun kembali menceritakan kejadian nya.
"jadi bagai mana bapak-bapak...?"tanya Mak Entin
"ayo kita cari"
"tapi mau cari kemana maksud nya mulai dari mana?"tanya salah satu warga
"kita mulai pencarian dari dalam rumah nya dulu,jangan sampai ada yang terlewat setiap ruangan harus diperiksa "ucap pak RT
"ya sudah ayo ..."
"Yo......"
para warga yang memang para laki-laki memulai pencarian
.
.
.
.
.
.
.
.
.