SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Kejutan Lainnya


Senyum penuh kebahagiaan nampak tercetak jelas pada bibir orang orang yang baru saja keluar dari balik jeruji besi. Sesekali senyum mereka bahkan terkesan mengejek pihak aparat yang memandang mereka serta menganggap remeh para aparat tersebut. Dengan membusungkan dada penuh keangkuhan, orang orang itu merasa telah menang dari pertarungan dengan para aparat pemerintah.


Begitu kabar kebebasan orang orang itu tersebar, suara sorak kebahagiaan langsung menggema di langit, oleh para pendukung orang orang tersebut. Para pendukung dari tiga kelompok besar, tentu sangat bahagia dengan kabar bebasnya para pemimpin mereka. Unjuk rasa yang sempat memanas beberapa waktu lalu. lantas sedikit mereda karena kabar baik tersebut.


Dengan segala kesabaran yang cukup tinggi, para aparat menahan diri dari segala caci maki, ejekan dan hinaan yang terlontar kepada mereka. Tentu saja hinaan itu mereka dapatkan dari para pendukung tiga kelompok besar yang terus menghujat kinerja aparat yang dinilai tidak becus.


Selain mennghujat aparat pemerintah, para pengunjuk rasa juga langsung menyambut baik kebebasan para pemimpin mereka masing masing. Semuanya berpindah menuju tempat dimana ketiga pemimpin kelompok besar itu diselidiki. Suara riuh dan sorakan bergemuruh langsung membahana begitu sosok para pemimpin keluar dari gedung tempat interogasi mereka.


"Hore! Hidup Angsa putih! Hidup Tuan Belgio!" teriak para pengunjuk rasa dari kelompok Angsa putih dengan sangat lantang menyambut kedatangan ketuanya. Hal yang sama juga dilakukan oleh dua kelompok besar lainnya yaitu, Bintang merah dan Bulan biru. Mereka langsung bersiap diri untuk segera pulang ke markas masing masing, merayakan kemenangan mereka karena berhasil lolos dari jeratan hukum.


Namun di saat para pemimpin itu sedang berbincang sejenak serta melontarkan nasehat berupa sindiran keras kepada aparat dan pemerintah, mereka semua dikejutkan dengan awan hitam yang mengepul di atas langit. Awan itu membumbung tinggi dan jika diperhatikan dengan baik, awan hitam itu berasal dari tiga titik tempat yang berbeda.


Di saat itu juga, ponsel milik para pemimpin dari tiga kelompok berdering hampir bersamaan. Bukan hanya ponsel para pemimpinnya saja, ponsel beberapa anggota dari tiga kelompok besar juga berdering. Betapa terkejutnya mereka begitu mendengar kabar dari telfon yang mereka terima.


"Apa! Markas meledak!" pekik salah satu pemimpin kelompok dengan suara yang sangat lantang. Tentu saja bukan hanya dia yang terkejut. Semua yang menerima telfon tersebut juga hampir memekik bersamaan begitu mendengar kabar yang sangat mengejutkan bagi mereka. Bukan hanya satu markas yang meledak tapi semua markas dari tiga kelompok itu meledak di waktu yang hampir sama.


"Jangan jangan asap itu berasal dari markas kita!" tunjuk salah satu anak buah, dan ucapannya langsung menarik perhatian semua mata yang ada di sana.


"Sepertinya benar!" seru yang lain. "Tuan, kita harus segera kembali!"


Tanpa banyak pertimbangan lagi tiga kelompok dari pengunjuk rasa langsung meninggalkan gedung tersebut dan bergegas untuk melihat keadaan markas mereka masing masing. Meski harapannya kecil, para ketua kelompok beserta anak buahnya berharap ini hanya berita palsu. Biar bagaimanapun markas adalah bagian paling penting dari tiga kelompok itu.


Namun, harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka ternganga saat mata mereka menyaksikan sendiri, Bangunan kebanggaan mereka kini rata dengan tanah. Amarah mereka juga langsung berkobar dalam benak mereka, saat menyaksikan bangunan kebanggaan mereka yang sudah berubah menjadi puing puing berwarna hitam.


"Siapa yang telah berani menghancurkan markas kita, hah!" teriak Piero dengan lantang. Kemarahan jelas sekali terlihat dari mata pria tersebut. "Siapa yang melakukan ini!"


"Kami tidak tahu, Tuan. Padahal sedari tadi kami berjaga di sini," ucap salah satu anggota Bulan biru dengan segala rasa takut yang dia rasakan begitu melihat pemimpin mereka murka.


"Bagaimana bisa kalian tidak tahu! Lalu pekerjaan kalian itu ngapaian aja, hah!" bentak Piero kepada beberapa anak buah yang memang ditugaskan untuk berjaga.


"Kalau kalian berada di pos jaga, harusnya kalian ikut meledak juga. Kalian pikir aku bodoh! Lihat, pos jaga juga hancur!" bentak Piero lantang.


Beberapa penjaga sontak terkesiap. Mereka langsung saling pandang satu sama lain lalu dengan terpaksa salah satu dari mereka membuat pengakuan. "Ampuni kami,Tuan, ampuni kami! Kami ngaku salah," mereka memohon sambil berlutut.


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan sedari tadi? Masa kalian tidak tahu ada penyusup?" tanya salah satu orang penting dengan suara yang cukup pelan, tidak terlalu kelihatan amarahnya.


Semua anak buah yang berlutut untuk sejenak saling pandang. "Di saat kami tadi sedang bertugas, tiba tiba tadi ada tiga wanita cantik menemui kami. Mereka minta tolong kepada kami untuk memeriksa mobil mereka. Setelah selesai, kami ngobrol dengan tiga wanita itu. Karena mereka sangat menggoda, akhirnya kami iseng ngajak mereka main di ranjang. Ketiga wanita itu mau. Akhirnya kamipun main ranjang bersama tiga wanita itu. Mungkin, pada saat kami pesta hubungan ranjang, penyusup itu sadang, Tuan."


"Dasar bodoh!" maki Piero lantang. "Pasti wanita itu hanya umpan hanya untuk mengelabui kalian. Dasar tidak berguna!"


Piero terlihat sangat frustasi. Bukan hanya pemimpin Bulan biru saja yang mengalami hal itu. Pemimpin dari Bintang merah dan Angsa putih juga tengah meluapkan amarahnya kepada para anak buah yang berjaga. Anak buah tersebut juga mengalami hal yang sama persis, yaitu digoda oleh tiga wanita dan berakhir dengan main ranjang ramai ramai.


Lalu siapa yang melakukan itu semua? Tentu saja, itu adalah ide dari anak muda bernama Rico. Di saat si anak presiden sedang melakukan wawancara dengan seorang Vloger, Rico memilih pergi untuk menjalankan rencana lainyya. Ide pengeboman itu memang sudah direncanakan. Tapi memancing penjaga dengan wanita, baru muncul saat Rico melihat ada penjaga di markas tiap kelompok. Rico mencari wanita di tempat yang pernah dia datangi saat membobol enam mahkota. Rico meminta bantuan beberapa wanita di sana dengan imbalan yang cukup besar dari anak presiden.


Awalnya, Rico akan melakukan pengemboman itu malam hari. Namun saat berita unjuk rasa menyebar, Rico langsung mendapat ide untuk melakukan pengeboman saat itu juga. Rico berpikir pasti saat itu semua anggota dari tiga kelompok besar sedang fokus dengan masalah yang dihadapi para pemimpn mereka. Rico tidak menyangka, semua yang dia perkirakan ternyata benar. Dengan segera dia melaksanakan rencananya secepat mungkin.


"Hahaha ..." Rico dan yang lainnya sontak terbahak bersamaan begitu mendapat berita meledaknya tiga tempat berbeda di waktu yang hampir bersamaan. Beruntungnya ledakan itu tidak memakan korban jiwa. Namun yang membuat Rico puas, tiga kelompok besar itu kehilangan markas mereka serta banyak hal yang penting di dalam markas, termasuk senjata.


"Setelah ini, rencana apa lagi yang akan Tuan Rico lakukan?" tanya pria bertubuh kekar yang akrab di panggil Mamo.


Rico palsu sontak menyeringai. "Tunggu saja kabar selanjutnya. Akan aku buat mereka jantungan saat rencanaku terlaksana."


...@@@@@@...


Ikutin karya baruku yuk reader