SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Kewalahan


Seperti yang dikatakan Rico asli sebelum dia dan kembarannya pergi bersenang senang, beberapa jam berikutnya setelah mereka melancarkan rencananya, akan ada kegemparan yang terjadi di dalam kubu beberapa kelompok. Kini semua itu terbukti, tiga kelompok besar yang sudah menyusun rencana busuk untuk membuat kekacauan di negaranya sendiri, sedang dilanda rasa panik yang luar biasa.


Rencana besar mereka yang sudah tersusun rapi dan tinggal menunggu hari pelaksanaannya, kini sudah tersebar luas oleh sebuah akun yang tidak diketahui namanya. Yang membuat tiga kubu itu tercengang adalah, niat jahat mereka terbongkar melalui beberapa media online dengan beberapa bukti yang sangat menyudutkn tiga kelompok besar tersebut.


Tentu saja hal itu langsung mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. Sekarang semua orang yang tergabung dalam tiga kelompok besar langsung merasa panik dan tentu saja mereka harus bekerja keras untuk mencari cara agar mereka bisa membantah semua yang diberitakan oleh media online tersebut.


"Bagaimana ini, Jolly? Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Alkano kepada rekannya sembari matanya menatap layar komputer yang sedang menayangkan pemberitaan tentang mereka. "Siapa yang telah berkhianat dengan merekam semua kegiatan kita?"


"Aku sendiri tidak tahu," balas Jolly dengan segala amarah yang sudah memenuhi rongga dadanya. "Bagaimana bisa kita kecolongan seperti ini."


Bukan hanya dua orang itu yang tidak menyangka dan saat ini dalam keadaan marah besar. Dua kelompok besar lainnya juga saat ini langsung melaksanakan rapat darurat dengan diawali oleh kemarahan pemimpinnya dari kelompok masing masing. Karena berita tersebut, semuanya pun menjadi saling curiga satu sama lain tentang sosok yang menjadi pengkhianat.


"Apa mungkin, saat kita sedang musyawarah, ada yang menyusup sampai dia berhasil merekam semuanya?" terka Alkano. Setelah meluapkan amarahnya beberapa saat yang lalu kepada anak buahnya, akhirnya pada pikiran tersebut tumbuh pemikiran seperti itu. Karena tidak ada satupun para anggota yang mau mengaku. maka itu timbul pemikiran seperti yang baru saja dia katakan.


Kening Jolly sontak berkerut dan menatap rekannya dengan pikiran yang berkelana. "Bagaimana mungkin ada penyusup? Bukankah semua anggota kita punya tanda khusus saat kita akan melakukan musyawarah besar dan tidak ada yang memegang ponsel satupun?"


"Aku tahu, tapi kamu coba perhatikan video yang beredar," ucap Alkano. Jolly dan beberapa orang yang ada disana seketika langsung menatap layar laptop di depan mereka masing masing. "Coba kita perhatikan baik baik dari semua rekaman video tersebut, sepertinya orang itu sengaja merekam semua yang berhubungan dengan kelompok kita, sampai ke dinding dindingnya."


Semua mata dengan serius memperhatikan beberapa hasil rekaman yang membuat semua rencana mereka terbongkar. "Ah iya, sepertinya orang itu memang sengaja merekam semua kegiatan selama kita bermusyarawah. Bahkan hal yang menurut kita tidak penting pun dia rekam dengan baik," ucap salah satu anggota dari Bintang merah yang ada di sana.


"Benar juga," sahut anggota yang lainnya lagi. "Untuk apa dia merekam semua yang ada pada markas kita serta beberapa bagian yang ada di sini, kalau tidak untuk bukti? Apa lagi disepanjang rekaman, terdengar jelas suara Tuan Alkano dan Tuan Jolly yang cukup lantang."


"Sialan, kenapa aku tidak kepikiran sampai sana!" seru Jolly dengan segala amarahnya yang masih sangat jelas terlihat berkobar. "Tapi, bagaimana cara dia merekamnya? Bukankah setiap kita bermusyawaah, anggota dilarang membuka ponsel?"


"Rekaman ini tidak menggunakan kamera ponsel, Tuan," salah satu angggota kembali bersuara. "Coba perhatikan baik baik, rekaman itu kemungkinan dibuat menggunakan alat lain yang tidak kita sadari. Dari pengamatan saya, sepertinya si penyusup menggunakan kacamata untuk merekamnya. Karena melihat ketajaman dia dalam mengambiil video terlalu fokus disetiap menitnya."


Semua orang yang ada di sana langsung terperangah begitu mendengar penjelasan dari salah satu anggota mereka dan semuanya kembali memperhatikan layar komputer untuk membuktikan ucapan dari rekan mereka. Ternyata, apa yang disampaikan orang itu benar, rekaman itu bukan berasal dari hasil rekaman ponsel.


Jolly menggebrak meja dengan suara yang sangat keras dan amarahnya benar benar tidak bisa dia bendung lagi. "Ulah siapa semua ini, hah!" bentaknya lantang. "Cari penyusup itu sampai dapat, cepat!"


Sementara itu, orang yang menjadi sumber kekacauan yang terjadi pada tiga kelompok besar, saat ini sedang bersenang senang di tempat lain. Jika dua orang yang melaksanakan tugasnya sebagai penyusup sedang berpesta di tempat langganan mereka, orang yang memiliki ide melakukan itu semua, sedang berada dalam satu kamar bersama enam wanita.


Semua itu memang idenya Rico. Pria muda itu benar benar bisa memanfaatkan segala sesuatunya dengan baik meski semua yang dia rencanakan, terjadi dengan cepat dan tercetus begitu saja. Ini semua karena efek yang dia dapat dari misi serta parfum ajaib yang dia gunakan, jadi Rico bisa menjadi pria dengan otak yang lebih cerdas dari sebelumnya.


Mengenai soal kacamata, hal itu terlintas saat dirinya bersama Rico asli sedang memperhatikan layar komputer untuk menyelidiki obat penawar serta membicarakan tentang seluk beluk tiga kelompok besar. Saat itu tak sengaja Rico palsu melihat kacamata milik Rico asli yang tergeletak di laci meja komputer yang dibuka oleh anak presiden.


Rico palsu mengambil kacamata itu dan saat dia memakainya, Rico merasa ada yang aneh dengan kacamata tersebut. Setelah mendengar keterangan dari Rico asli kalau kaca mata itu ada kamera berukuran kecil yang masih berfungsi, dari sanalah ide untuk melakukan penyusupan muncul dalam pikiran Rico palsu.


"Gimana? Sudah merasa lebih enak?" ucap Rico ketika pinggangnya sedang maju mundur secara perlahan di atas tubuh wanita yang baru saja dia nikmati mahkotanya.


"Sudah, Tuan, ini enak sekali," racau wanita dengan suara berat karena rasa nikmat yang sudah menjalar di tubuhnya, menggantikan rasa sakit yang tadi terjadi kepadanya, akibat hilangnya mahkota seorang wanita yang dia miliki.


Rico pun tersenyum senang. "Ya sudah, lanjut nanti ya, Sayang. Kamu tunggu sebentar, aku mau nusuk yang lainnnya dulu," sang wanita mengangguk. Rico lantas mencabut batangnya dari lubang wanita itu dan dia menatap wanita lain yang sudah tidak berbusana. "Sekarang giliran kamu," Rico menunjuk salah satu wanita.


Dengan senyum yang terkembang yang menunjukan tidak adanya paksaan, wanita yang ditunjuk Rico langsung menggantikan tempat wanita yang tadi, untuk menyerahkan mahkota yang dia miliki kepada satu satunya pria yang ada di kamar itu.


Sampai beberapa jam kemudian, permainan ranjang Rico bersama enam wanita pun usai. Rico bahkan sampai terkapar dengan tubuh yang sangat lelah. Meski cukup kewalahhan menusuk enam lubang nikmat yang masih sangat rapat dan sempit, tapi pria muda itu sangat menikmati permainannya. Apa lagi keenam wanita itu sangat penurut dan mau melakukan apa saja yang dia mau. Hal itu membuat Rico semakin semangat dalam melakukan hubungan ranjang dengan mereka.


Sebelum mata terpejam akibat rasa lelah yang dirasakan, sejenak Rico memeriksa ponselnya. Senyumnya terkembang saat dia membaca informasi yang terjadi saat ini. Rico sontak saja menyeringai. "Setelah ini, akan ada kejutan besar lagi buat kalian, tunggu saja!"


...@@@@@@...