SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Hari Pertama Di Kota


Di pagi harinya, Rico melewati waktu dengan banyak tawa dan canda bersama Letizia. Meski tidak ada hubungan spesial diantara mereka, keduanya justru terlihat lebih mesra saat menikmati waktu pagi berdua. Dari bangun tidur, manndi, hingga menjelang sarapan, Rico dan Letizia melakukanya bersama tanpa ada rasa canggung yang membatasi.


"Perasaan tadi kamu pakai parfum waktu habis mandi, kok nggak bau wangi sih, Ric?" tanya Letizia disela sela menikmati hidangan sarapannya. Sebenarnya yang mereka makan pagi ini adalah makanan yang semalam Letizia beli. Karena terlalu asyik melakukan permainan nikmat, keduanya sampai lupa untuk makan malam.


"Itu bukan parfum, hanya air obat yang harus aku semprotkan maksimal sekali dalam sehari," jawab Rico berdusta. "Makanya, baunya tidak wangi, hari ini kamu mau kemana Zi?"


"Mau jalan jalan dulu. Ya sekalian cari informasi kerjaan," jawab Letizia. "Tapi sayang ya, aku nggak bisa pake nama kamu buat nyari kerjaan."


"Loh, emang nggak bisanya kenapa?" tanya Rico terlihat cukup terkejut dengan apa yang dikatakan wanita, yang saat ini duduk di sebelahnya.


"Ya, karena kamu nggak bisa bikin surat pernyataan kalau aku sudah tidur dengan kamu. Biasanya kan gitu, kayak dapat sertifikat khusus gitu, buat bukti kalau aku memang udah tidur dengan anak presiden."


Untuk sejenak, Rico benar benar tercengang mendengarnya. Tapi agar tidak menimbulkan kecurigaan, Rico memilih tersenyum saja sebelum membalas ucapan Letizia. Setidaknya Rico cukup tahu kalau posisi anak presiden memang sangat penting. "Doakan saja, semoga satu saat nanti, aku ingat kembali tentang semuanya, dan aku tidak lupa dengan kamu."


Letizia malah tersenyum kecut tanpa membalas ucapan pria disebelahnya. Wanita itu terlihat tidak antusias saat Rico mengatakan hal itu. Mungkin dia tahu kalau apa yang dikatakan Rico adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat terwujud.


HIngga selesainya mereka melaksanakan sarapan bersama, keduanya kini bersiap pergi. Rico sengaja mengikuti Letizia untuk melihat keadaan kota. Rico sendiri sebenarnya cukup bingung hendak menyelidiki darimana. Karena sejatinya yang dia butuhkan adalah menemukan jalan pulang ke dunianya. Namun sampai detik ini, Rico sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun.


Hingga hari sudah cukup siang, Rico bahkan belum mengetahui hadiah misterius apa yang dia dapatkan. Sepanjang kaki melangkah, Rico hanya berjalan seperti tidak mengenal arah sembari mendengarkan ucapan orang lain dalam pikiran mereka. Namun Rico sebiasa mungkin bersikap biasa saja, karena dia tidak mau wanita yang katanya sedang mencari pekerjaan, merasa curiga jika Rico bersikap aneh.


"Sabar, mungkin memang belum rejeki," ucap Rico mencoba menenangkan wanita yang terlihat putus asa. Sejak berangkat tadi, Letizia memang sudah berkali kali keluar masuk ke semua tempat untuk menanyakan lowongan pekerjaan. Tapi tak satupun tempat yang membuka lowongan. Ada beberapa tempat yang membuka lowongan, tapi tenaga yang mereka butuhkan adalah tenaga laki laki.


"Kenapa kamu nggak nyari kerja di kampung aja sih? Kali aja di sana ada," ucap Rico lagi mencoba memberi solusi kepada wanita yang sedang menatap ke arah jalan raya.


"Kalau kerja di kampung, sama aja bohong aku kabur ke kota. Aku kan pergi ke kota juga karena pengin merasakan kehidupan disini tuh kayak apa. Lagian kalau di kampung, gajinya kecil," balas Letizia sembari sesekali menatap Rico.


"Kalau kamu punya keahlian, mending kamu buka usaha aja. Daripada kamu pusing nyari kerjaan," Rico terus mencoba mencoba mencarikan solusi yang terbaik.


"Usaha apa? Usaha juga butuh modal yang gede," balas Letizia lagi.


"Kalau aku yang kasih modal, mau?" mendengar penawaran dari Rico, membuat Letizia langsung menatap pemuda itu. "Aku serius. Kamu siapkan aja konsep usaha yang kamu bisa, biar aku yang modalin."


Rico tentu saja mengetahui jalan pikiran Letizia saat ini sampai dia berkata seperti itu. Hingga akhirnya karena merasa yakin kalau Rico serius dengan ucapannya, wanita itu pun mengajak Rico pulang untuk merancang usaha yang ingin dilakukan oleh Letizia.


Namun karena Rico terlalalu fokus pada keadaan Letizia, tidak jauh dari tempat mereka berada, ada seorang laki laki yang mendekat. Rico seketika langsung mendengar suara yang membuatnya bersikap waspada. Di saat Rico hendak menoleh, secara bersamaan, pria itu mendekat. Rico sontak menatapnya dengan penuh curiga pria yang terlihat sedang berjalan santai tadi. Tanpa pikir panjang, Rico malah mengajak Letizia untuk mengikuti pria tersebut.


...@@@@@@...