
Beberapa pria dari tiga kubu yang berbeda saat ini nampak begitu bingung. Setelah terjadi perdebatan yang cukup panjang dan tidak ada yang mau mengalah, akhirnya mereka jatuh pada satu titik dimana titik itu menimbulkan pertanyaan yang cukup besar dalam benak mereka masing masing. Bahkan karena titik itu pula, mereka semakin mencurigai satu sama lain.
"Entah ini yang benar yang mana, kalaupun memang Rico ada dua, tapi nggak mungkin wajahnya harus sama persis," ucap seorang pria dari kubu Angsa putih. "Kalian pastinya tadi lihat sendiri dalam tayangan siaran langsung, tidak ada yang berbeda dari wajah dan gerak gerik Rico. Bahkan cara bicara dan keberaniannya pun sama seperti Rico ketika belum mengalami kelumpuhan dan kebisuan."
Tiga orang dari dua kelompok berbeda, masih terdiam. Kali ini mereka mencerna ucapan yang baru saja keluar dari mulut orang penting di kubu Angsa putih. "Maka itu tadi aku ngotot! Saya sangat yakin kalau Rico yang saya temukan di kampung yang saya pimpin, itu adalah Rico asli," Tuan Jolly kembali mengeluarkan suara lantangnya setelah tadi terdiam untuk beberapa waktu.
"Darimana anda bisa memiliki keyakinan seperti itu?" pria dari kubu Bulan biru terlihat masih tidak sependapat dengan kubu musuhnya. Biar bagaimanapun dia tetap merasa Rico yang dia lihat adalah Rico yang asli. "Lagian apa tidak aneh, jika orang bisu dan cacat bisa melarikan diri dari kampung anda ke kampung perawan. Setahu saya dua kampung itu jaraknya cukup jauh. Bukankah itu terlihat sangat janggal?"
Mendengar ucapan Piero yang masih lantang tidak mempercayainya, membuat Tuan Jolly langsung tersenyum sinis kepada orang penting dari kubu Bintang biru tersebut. "Hahaha ... jangan salah! Saat Rico melarikan diri kampung saya menuju ke kampung perawan, anak itu sudah bisa bicara kembali!"
"Apa!" pekik Piero, wajahnya kembali terlihat terkejut. Namun itu tak berlangsung lama, karena setelahnya, pria itu malah terbahak dengan kencang. "Hahaha ... mana mungkin Rico sembuh dengan sendirinya. Bukankah anda tahu sendiri, Tuan, Rico tidak mungkin bisa disembuhkan kalau tidak mengkonsumi obat dari Dokter Frisian, Hahaha .."
Tuan Jolly kembali merasa geram karena lagi lagi kejujurannya diremehkan. Namun disaat dia hendak kembali mengeluarkan kekesalannya, pihak dari Angsa putih kembali bersuaranya. "Hheheh ... maaf, Tuan Jolly, bukannya saya meremehkan anda, tapi apa yang dikatakan Tuan Piero itu benar, Rico tidak bisa sembuh dengan cara lain karena obat penawarnya itu hanya Dokter Frisian yang memilikinya. Bukankah tadi anda juga melihat sendiri, Rico bersama Dokter Frisian. Anda pasti tidak lupa kan? Apa yang Rico katakan?"
Tuan Jolly sungguh semakin ingin meluapkan amarahnya karena dua kubu itu sama sekali tidak mempercayainya. "Terserah anda semua percaya dengan apa yang saya katakan atau tidak, sekarang kalian pikir saja sendiri, apa mungkin efek kesembuhan obat dari Dokter Frisian akan bekerja secepat itu? Kalaupun benar, berarti Dokter Frisian memang hebat, tapi kalau salah, siapa yang ucapannya paling benar?"
Tuan Jolly langsung pergi meninggalkan dua orang dari kubu yang berbeda begitu selesai meluapkan apa yang ada dalam benaknya. Dua kubu itu terperangah dan otak mereka saat itu juga langsung bekerja, mencerna setiap kata yang keluar dari mulut pria yang baru saja pergi.
"Nah, benar itu yang dikatakan Tuan Jolly," Alkano yang berada dipihak yang sama dengan Jolly, ikut mengeluarkan suaranya setelah tadi dia hanya terdiam, menyaksikan perdebatan rekannya dengan dua orang dari kubu musuh. "Saya sendiri yakin, obat penawar yang dibuat dokter Frisian, tidak mungkin bisa bekerja secepat itu. Bukankah begitu, Tuan Belgio?" Alkano pun langsung pergi setelah satu pertanyaan terlempar.
Ucapan yang keluar dari mulut pria yang saat ini menjauh menyusul rekannya yang telah pergi terlebih dahulu, membuat Tuan Belgio, salah satu orang penting dari kubu Angsa putih kembali harus berpikir keras. Sebagai pihak yang berada satu kubu dengan Dokter Frisian, pria itu sangat tahu dan tentunya pernah mendengar keterangan dari sang dokter tentang efek kesembuhan obat penawar yang diciptakan Dokter Frisian.
"Tidak perlu terlalu dipikirkan, Tuan Belgio," ucap Tuan Piero begitu kedua orang dari pihak Bintang merah benar benar menjauh dari keberadaan dua orang itu. "Mereka hanya ingin mempengaruhi anda agar kelompok Angsa putih terpecah pelah. Anda pasti sudah sangat mengnal gerak gerik orang orang Bintang biru seperti apa bukan?"
Tiga kubu itu kembali dalam kelompoknya masing masing. Mereka masih bertanya tanya, dimana Rico dan dokter Frisian itu berada dalam benaknya, jika benar informasi dari aparat pemerintah itu benar, lalu kemana perginya Rico bersama sebagian dari Angsa putih saat ini? Tidak ada satupun yang tahu kemana perginya Rico. Bahkan kamera pengawas yang ada di kediaman Rico asli dan di sekitar jalan yang dilalui Rico, sudah terlihat hancur.
Dalam waktu cepat, Rico palsu memang memikirkan segalanya. Itu semua Rico lakukan karena dia sadar, setelah dirinya melakukan siaran langsung, pasti akan banyak pihak yang mencarinya. Entah itu dari pemerintah maupun pihak para musuh. maka itu, Rico bersama dua pria kepercayaan dari Rico asli, bekerja sama untuk menghilangkan jejak agar semua orang kebingungan dengan menghilangnya mereka semua
Rico sendiri merasakan dirinya benar benar terasa lebih cerdas dari yang sebelumnya. Entah mungkin itu efek dari misi yang dia jalani, Rico pun tidak tahu. Yang pasti Rico sangat menikmati perannya menjadi penolong sekaligus penjahat diwaktu bersaamaan, demi bisa menemukan jalan pulang untuk membalaskan dendam pribadinya.
"Kenapa kamu bawa kami kemari, hah!" bentak Tuan Frisian yang tidak terima saat mengetahui Rico palsu membawa dirinya bersama rekan dari kubu Angsa putih ke tempat yang terlihat asing.
"Loh, kenapa? Apa anda tidak siap untuk hidup susah seperti orang jaman terdahulu?" balas Rico dengan santainya. "Bukankah selama ini anda dan anak anda, sudah membuat susah hidup presiden dan anak presiden? Jadi tidak salah bukan, kalau saya juga membawa anda ke tempat ini. Saya harap setelah ini, anda akan sadar, Tuan Frisian."
"Dasar, sialan!" maki sang dokter. "Kalau tahu akan seperti ini, dari dulu sudah aku habisi kamu, Rico!" amarah Frisian sungguh tidak bisa dibendung lagi. Tapi dia hanya bisa berteriak karena masih ada senjata api di tangan anak muda di hadapannya.
"Hahaha ... begitu juga saya, Tuan Frisian. Seandainya saya tahu, anda dan anak anda akan membuat hidup keluarga saya susah, saya tidak akan membiarkan anda dan keluarga anda berkeliaran dilingkungan presiden, hahaha ..."
"Tuan, semuanya sudah siap," ucap salah satu orang kepercayaan Rico begitu orang itu berada tepat di sisi Rico setelah tadi sempat melaksakan tugas dari Rico palsu untuk melakukan sesuatu.
"Baiklah, kita pergi sekarang," ucap Rico dengan entengnya, lalu dia menyeringai menatap Dokter Frisian dan rekan rekannya. "Selamat menikmati hidup baru, Dokter, semoga anda bahagia di tempat baru anda," Hahaha ..."
"Kurang ajar!"
...@@@@@...