
"Apa!" pekik Rico palsu begitu selesai membaca tulisan yang ada pada layar ponsel, yang saat ini dipegang oleh Rico Asli. Tatapan mata pemuda itu cukup tajam menatap lawan bicaranya. "Kamu yakin kalau orang yang kamu temui secara misterius itu orang dari masa depan?"
Dengan santai dan senyum tipis yang terbesit, Rico asli mengangguk. Lalu dia menjelaskan tentang pertemuannya dengan seseorang sampai timbul kegaduhan kalau dia bekerja sama dengan mafia paling berbahaya untuk menciptakan formula parfum. Rico asli juga mengatakan kalau parfum yang ada pada Rico palsu adalah hasil dari uji coba, Rico asli dan pria yang dianggap mafia.
Setelah membaca semua yang tertera pada layar ponsel, Rico palsu langsung menganggukkan kepalanya. Meski merasa aneh, Rico palsu seperti menemukan titik terang dengan apa yang dia cari selama berada di Wangiland. Namun ada satu lagi kendala yang membuat Rico palsu masih mengeluarkan tanda tanya dalam benaknya. "Apa kamu tahu juga soal sistem?"
Pertanyaan yang keluar dari mulut Rico palsu, membuat kening Rico asli berkerut. Dia lalu mananyakan apa itu sistem, melalui ponsel tentunya. Rico palsu lantas menjelaskan sembari menunjukan jam yang melingkar di tangannya. "Jam tangan ini juga aku dapat saat aku baru datang ke dunia ini. Jam ini akan mengeluarkan sebuah misi yang harus aku jalani. Maka itu aku tanya sama kamu, apa parfum itu ada hubungannya dengan sistem?"
Rico asli sontak menggeleng pelan dan agak ragu. Karena dia juga tidak tahu apa itu sistem, Rico asli memang tidak mengetahui akan hal itu. Lalu dia menanyakan, tentang misi dan bagaimana cara sistem itu bekerja melalui layar ponselnya.
"Intinya aku harus melakukan sesuatu dan jika tugas itu sukses aku jalankan, aku akan mendapatkan sesuatu yang menarik," terang Rico palsu. "Nyatanya memang benar, beberapa hari aku menjalankan misi dan berhasil dengan sukses, aku bisa mendapatkan sesuatu yang diluar akal. Aku bahkan sembuh dari lumpuh dan kebisuan."
Kening Rico asli berkerut dengan tatapan tidak percaya atas apa yang dia dengar saat ini. namun melhat Rico palsu menceritakannya dengan sangat santai, Rico asli yakin kalau apa yang diceritakan Rico palsu itu suatu kebenaran. Rico asli lalu kembali mengetik sebuah pertanyaan.
Senyum Rico palsu terkembang sempurna begtu membaca pertanyaan yang ditunjukan lawan bicaranya. "Aku sendiri kurang tahu. Aku juga mikirnya gitu, apa kamu juga bakalan sembuh jika memakai parfum yang aku miliki. Tapi kan kamu tahu sendiri, parfum yang ada padaku seperti terikat dengan jam tangan ini. Makanya aku kurang yakin jika parfum itu akan berfungsi saat digunakan oleh kamu."
Rico asli sontak menganggtuk beberapa kali. Dia paham dengan apa yang dimaksud Rico palsu. Lalu dia kembali mengetik beberapa kata lagi, dan langsung meenunjukkannya kepada Rico palsu. "Baiklah jika itu yang kamu mau, akan aku persiapkan," ucap Rico palsu. "Tapi apa kamu percaya sama aku?"
Rico asli langsung menyeringai dan menuliskan sesuattu yang membuat Rico palsu sontak terbahak. Akhirnya dua Rico itupun mengakhiri pembicaraannya dan keduanya sepakat untuk bekerja sama. Rico asli meminta disiapkan komputer dan beberapa alat tambahan untuk melakukan sesuatu. Meskipun lumpuh dan tidak bisa bicara, tapi Rico asli masih bisa menggunakan otaknya untuk berbuat sesuatu.
Rico palsu lantas pergi dari kamar Rico asli dan mengajak Letizia untuk pergi ke suatu tempat, guna memenuhi semua yang Rico asli minta. Tentu saja, Letizia langsung tidak menolak ketika Rico mengatakan kata belanja. Wanita itu sangat bersemangat. Apa lagi dia tidak mengeluarkan uang sepersepun, makin giranglah Letizia saat mendapat tawaran gratisan.
"Kamu yakin Rico itu tidak akan berkhianat?" tanya Letizia disela sela perjalanan mereka.
"Kamu tenang saja, jika dia berkhianat, dia tidak akan pernah bisa lari dariku," ucap Rico dengan yakinnya. "Bukan karena dia lumpuh. Tapi ada hal lain yang bisa aku manfaaatkan jika dia berkhianat."
"Ya baguslah, aku cuma nggak mau, dia nanti kayak Soraya.Plin plan gitu," ucap Letizia merasa lega. Rico sendiri hanya mampu menyeringai. Biar bagaimanapun dia memang memegang kendali penuh terhadap Rico asli.
Setelah sampai dipusat perbelanjaan, Rico terlebih dahulu mencari beberapa barang yang dibutuhkan Rico asli, setelah semuanya dapat, baru dia mewujudkan permintaan wanita yang bersamanya. Di saat Letizia sedang asyik memilih beberapa baju, Rico nampak sibuk sendiri dengan ponselnya, Kali ini dia harus kembali mencari wanita yang menyukai bau asam, untuk menjalankan misinya.
Beberapa puluh menit kemudian, setelah pulang dari belanja, Rico palsu langsung terbaring diatas ranjang. Setelah tadi puas berkeliling untuk membeli semua yang dibutuhkan Rico asli dan juga menyenangkan Letizia, Rico memilih langsung berbaring untuk melepas lelah. Sedangkan Letizia berada di dapur, menata barang belanjaan yang tadi dia beli. Selain membelikan pakaian, Rico juga membelikan kebutuhan dapur juga.
Tak butuh waktu lama, Letizia masuk ke dalam kamar menghambiri Rico yang memang sedang menunggunya. Wanita itu memilih duduk di tepi ranjang tepat di sisi kiri Rico. "Ric, kamu nggak pengin nyodok lubangku lagi?"
Sejenak Rico tertegun mendengarnya. Lalu tak lama kemudian pria itu mengembangkan senyum menawannya. "Emang kamu lagi pengin?"
"Sangat pengin lah, Ric, apa lagi kita sudah lama tidak melakukannya," jawab Letizia dengan meyakinkan.
"Semuanya?" tanya Letizia dengan mata yang berbinar. Melihat Rico yang mengangguk, dengan antusias, wanita itu langsung melakukan perintah dari Rico.
Mata Rico hampir tak berkedip saat memandang wanita yang sedang melepaskan baju satu persatu tanpa rasa canggung. Begitu semua yang menempel pada Letizia sudah terlepas dari tubuhnya. wanita itu hendak duduk kembali, tapi Rico melarangnya dan memerintahkan wanita itu tetap berdiri di tepi ranjang.
Rico memiringkan tubuhnya, tangannya bergerak mengusap bagaian tubuh milik Letizia yang lebih menggoda untuk disentuh daripada bagian tubuh lainnya. Benda itu nampak polos tanpa bulu dan terlihat indah berwarna putih lembut dengan semburat warna merah jambu di beberapa sisinya.
"Kaki kamu naik satu ke atas sini dong, Sayang," titah Rico. Letiizia sama sekali tidak menolak. Wanita itu bahkan tersenyum senang saat jari jari Rico sudah menekan nekan benda indah miliknya itu. Begitu satu kaki Letizia sudah berada di atas ranjang, Rico langsung menggesekan jari tengahnya pada celah lubang yang masih terlihat sempit karena baru dimasukin dua kali oleh isi celana Rico.
"Enak nggak?" tanya Rico kepada wanita yang sudah terbakar hasrat itu. Wanita itu hanya mengangguk dengan tatapan sayu. Cukup lama, jari Rico bermain disana. "Ya udah, sebelum aku sodok lubang kamu, sebaiknya kamu hirup semua bau badan aku ya. Kanan dan kiri."
Lagi lagi tidak ada penolakan, Letizia dengan sangat patuh melaksanakan perintah pria yang sudah memamerkan kedua bulu ketiaknya. Wanita itu bukan hanya menghirup aroma asam yang keluar pada tubuh pria itu, tapi juga mencium serta menggunakan lidahnya untuk menikmati bulu bulu yang ada di ketiak Rico.
Perbuatan yang dilakuan Rico malam ini sekaligus sebagai uji coba kalau sistemnya akan berjalan atau tidak jika yang menikmati aroma tubuhnya adalah seorang wanita yang sama. Jika memang berhasil, maka Rico tidak akan pusing mencari wanita yang menyukai bau asam pada tubuhnya.
"Sekarang kamu buka celanaku dan hirup juga semua baunya, Sayang," titah Rico lagi setelah beberapa menit berlalu dan dirinya merasa cukup dengan kegiatan di ketiaknya. Nanti jika permainan selesai, Rico bisa mengulangnya kembali. Letizia benar benar menuruti perintah pemuda itu. Bahkan setelah celana Rico terlepas, Letizia bukan hanya menghirup aroma asam yang keluar dari bulu yang ada di bawah perut Rico, tapi juga memainkan benda menegang milik Rico dengan tangan dan mulutnya.
"Udah cukup, Sayang," titah Rico lagi. "Sekarang, giliran kamu berbaring Gantian aku yang bermain di tubuh kamu."
Senyum Letizia langsung terkembang. Jelas sekali kalau wanita itu sangat menantikan saat saat seperti ini. Bahkan tanpa dikasih arahan, wanita itu langsung membentangkan kakinya begitu tubuhnya sudah terbaring. Rico sampai tersenyum lebar melihat betapa wanita itu memang sudah sangat siap untuk merasakan kenikmatan yang sudah sangat dia rindukan.
Bibir Rico mulai menjelajahi tubuh Letiizia. Dari bibir sampai area bawah perut, semua dapat jatah sentuhan dari bibiri pemuda itu. Tangan Rico juga ikut mendukung memberi segala kenikmatan dengan memijat bukit kembar dan mengusap celah nikmat sampai Letizia menggeliat keenakan.
"Aku akan masukin sekarang, Sayang," ucap Rico setelah dia bersimpuh dia antara kaki Letizia. Tangan kirinya mengusap celah yang akan dia masuki, dan tangan kanannya mengusap miliknya sendiri yang sudah sangat menegang.
"Langsung masuk aja, Sayang, aku sudah sangat siap," jawab Letizia terlihat santai.
Senyum Rico terkembang cukup lebar, dan dia merasa sangat senang mendengar jawabannya wanita yang sedang pasrah. Rico pun dengan sangat yakin mulai bersiap diri untuk menerobos lubang milik wanita yang tersaji di hadapannya.
Sementara itu di tempat lain, beberapa orang nampak sedang berkumpul dalam satu ruangan. Di salah satu dinding ruangan itu, terpampang dengan jelas sebuah bendera berwarna merah dengan lambang bintang di beberapa sisinya.
"Apa yang akan kamu laporkan? Apa ada hal penting sampai kamu mendatangi markas kita?"
Orang yang dilempar pertanyaan sontak menyeringai. "Tentu saja ini sangat penting buat kita," ucapnya dengan santai. "Asal kalian tahu, Rico saat ini berada di sini. Di kota besar!"
...@@@@@@...