SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Saran Tuan Momogi


"Jadi wanita ini suruhannya Tuan Jolly? Sialan!" umpat Tuan Momogi begitu membaca kartu identitas yang dia terima dari anak muda yang saat ini duduk di sofa seberang meja. Pria yang menjadi pemimpin kepala kampung itu nampak begitu marah sambil menatap wanita yang terbaring di atas Sofa yang lain, di sebelahnya.


"Siapa Tuan Jolly?" tanya anak muda yang lebih akrab dipanggil dengan nama Rico. Anak muda itu cukup terkejut saat melihat reaksi marah dari wajah pria yang usianya lebih tua dari dirinya. Rico menduga kalau nama Tuan Jolly pasti orang yang membuat amarah tuan Momogi berkobar saat ini.


Tuan Momogi melayangkan pandangannya ke arah Rico. "Dia adalah pria yang menginginkanmu. Dia juga yang menolong kamu saat kamu ditemukan dulu."


"Apa!" Rico terperangah. "Jadi dia ada disini?" tanya Rico guna memastikan apa yang baru saja dia dengar.


"Entah, tapi yang pasti, aku yakin wanita ini dikirim untuk menyelidiki tentang keberadaan kamu di kampung ini. Aku merasa ada orang yang sudah berkhianat dan juga memberi tahukan keberadaanmu di rumah ini, Ric," jawaban yang terlontar dari mulut Tuan Momogi seketika membuat Rico terdiam dengan pikiran yang tidak menentu.


"Apa kamu takut?" Tuan Momogi kembali bersuara saat melihat Rico terdiam.


"Tidak!" jawab Rico dengan lantang. "Aku sama sekali tidak ada rasa takut sedikitpun. Aku cuma takut jika ada korban lain hanya ingin mendapatkanku. Itu aja."


Tuan Momogi sontak tersenyum tipis. "Mungkin memang benar, sebaiknya kamu ke kota besar secepatnya, Ric. Bukannya aku ngusir, cuma kalau Tuan Jolly sudah tahu kamu di sini, maka, bakalan banyak orang yang menginginkan kamu dan mendatangi tempat ini. Aku yakin Tuan Jolly tidak akan membiarkan penduduk kampung perawan tenang sebelum kamu jatuh ke tangannya."


Rico mengangguk beberapa kali. "Aku mengerti. Baiklah, besok pagi aku akan ke kota besar, apa Tuan bisa bantu?"


"Tentu saja, aku akan pastikan kamu akan selamat, keluar dari kampung ini," ucap Tuan Momogi terlihat begitu yakin. Rico lantas tersenyum, karena pria itu memang tulus ingin membantunya. Rico dapat mengetahui hal itu dari suara yang dikeluarkan hati dan pikiran Tuan Momogi.


"Lalu, bagaimana dengan wanita itu, Tuan?" tanya Rico bebrerapa saat kemudian.


"Biar aku yang urus. kamu masuk kamar aja, Ric, biar aku akan nikmatin wanita ini dulu, setelaah itu baru aku buang. Oh iya, keluarkan kursi roda kamu juga."


Beberapa saat kemudian, Rico yang sudah merebahkan tubuhnya diatas ranjang, nampak menyeringai. Rico mendengar semua amarah yang keluar dari mulut Tuan Momogi yang sedang menikmati tubuh wanita yang tidak sadarkan diri. Umpatan, makian dan racauan keenakan keluar secara bergantian dari mulut pria yang sama.


Sambil menikmati kemarahan Tuan Momogi, Rico juga sedang memikirkan rencana apa saja yang akan dia lakukan saat berada di kota besar nanti. Yang pasti Rico benar benar harus menyiapkan mental untuk menghadapi orang orang yang sedang mengincarnya. Beruntung, Rico mendapat kekuatan bisa mendengar hati dan pikiran manusia, jadi Rico tidak merasa khawatir jika nanti dia menemukan orang yang berniat jahat.


Dan seperti yang sudah direncanakan, Saat pagi telah menjelang, Rico kini sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke ibu kota. Tidak banyak barang yang Rico bawa. Semua yang dia miliki, bisa masuk ke dalam ransel yang setia menemani Rico selama berada di negara Wangiland.


"Sebaiknya kamu jangan terlalu mencolok," ucap Tuan Momogi saat mereka sedang menikmati sarapannya. "Aku sih yakin, di stasiun nanti, banyak orang yang mengenalimu. Meskipun di sana hanya ada orang orang biasa, tapi aku yakin, orang orang di sana akan menggunakan akun media sosial mereka jika bertemu dengan kamu."


"Baik, Tuan. Aku sudah siapkan masker dan pakaian pendukung untuk menutupi jati diriku, terima kasih atas bantuannya," ucap Rico tulus.


Tuan Momogi lantas tersenyum cukup lebar. "Kalau ada apa apa, kamu bisa mendatangi rumah saya. Punya nomer telfonku kan?"


"Punya, Tuan, sudah aku catat," jawab Rico. "Lalu wanita yang semalam kemana, Tuan? Apa sudah di buang?"


Tuan Momogi langsung menyeringai. "Paling saat ini wanita itu sedang tidak bisa berjalan karena area bawah perutnya sedang kesakitan. Aku serahkan wanita itu untuk dikeroyok oleh preman preman kampung."


"Astaga!" mata Rico sampai membelalak begitu mendengar ucapan dari Tuan Momogi.


...@@@@@...