
Tujuh hari sudah, Rico sudah tidak menunjukan jati dirinya di depan umum. Sejak aksi Rico palsu melakukan siaran langsung beberapa waktu lalu, kini hanya tinggal berita yang berisi berbagai dugaan tentang keberadaan Rico dan juga Dokter Frisian, yang masih menjadi topik hangat hampir di semua media pemberitaan.
Karena berita tentang Rico yang terus bermunculan, membuat tiga organisasi besar yang menginginkan anak presiden, langsung menyusun rencana untuk memancing anak presiden dan juga ayahhya, agar keluar dari persembunyian. Entah rencana apa yang akan mereka lakukan, tapi yang pasti hampir semua yang menginginkan Rico berada di pihaknya, saat ini sedang berunding di markasnya masing masing.
Seperti yang terjadi di markas organisasi Angsa putih saat ini. Meskipun sebagian anggota dan beberapa orang penting, tidak bisa menghadiri acara penting tersebut. Hal itu tidak menjadikan kendala anggota lainnya untuk tetap berkumpul, membahas rencana yang akan mereka hadapi.
Namun sayang, karena terlalu bersemangat dalam merencanakan sesuatu untuk membuat kekacauan di negeri Wangiland, para anggota tidak menyadari kalau diantara mereka ada dua penyusup yang sedang menajamkan pendengarannya, agar telinga dua orang tersebut, menangkap dengan jelas semua rencana yang akan dilakukan kubu Angsa putih.
Hanya karena tanda khusus yang didapatkan dari tawanan di pulau terpencil, dua orang itu berhasil menyusup tanpa ada yang mencurigainya. Mungkin karena mereka menyusup sebagai anggota biasa, jadi anggota yang lain sama sekali tidak mengenal penyamaran mereka. Sampai acara musyarawah selesai, kedua orang itu pergi dengan membawa pulang sebuah informasi yang cukup penting.
Markas Angsa putih adalah markas terakhir yang mereka sambangi. Sebelum menyusup ke markas Angsa putih, dua orang itu terlebih dahulu, menyusup ke markas besar kelompok lainnnya dengan segala penyamaran serapi mungkin sampai mereka lolos dan keluar markas dengan aman.
"Sebaiknya, kita langsung pulang," ucap salah satu dari mereka. "Kita harus segera mengabarkan berita ini kepada Tuan Rico?"
"Setuju," jawab rekannya dan mereka langsung melangkah menuju mobil yang mereka kendarai. "Menurut kamu, apa mungkin Tuan Rico yang anak presiden, sudah sembuh?"
"Kita tunggu aja kabar baiknya. Bukankah Tuan Rico bilang, kalau anak presiden saat ini sedang dalam keadaan baik baik saja," ucap pria yang akrab dipanggil Pipo dan sekarang dia memasuki mobilnya dengan duduk di kursi dekat kemudi.
Sementara rekannya yang akrab di Panggil Mamo, duduk di sebelahnya. "Aku harap, Tuan Rico secepatnya bisa sembuh. Biar bagaimanapun, dia harus menyelamatkan negara ini dari para tukang rusuh."
"Nah, aku harap juga begitu. Nggak nyangka aja, orang orang dari negara ini malah akan menghancurkan negaranya sendiri," ucap Pipo dan dia langsung menyalakan mesin mobilnya terus mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang.
Sedangkan Rico sendiri saat ini sedang menikmati suasana pantai dari balkon tempat tinggal yang dia tinggali bersama Letizia. Rico tidak menyangka, hadiah misterius yang dia dapatkan dari menjalankan sistem membuat Rico sendiri semakin merasa takjub. Rico sekarang merasa dirinya seperti seorang pahlawan yang memiliki kekuatan besar dan sangat dahsyat.
Rico merasa dirinya sudah menjadi lelaki sejati dengan berbagai macam kelebihan yang dia miliki. Banyak uang, bisa mendengarkan hati dan pikiran orang, memiliki tenaga lempar yang sangat besar. Selalu memiliki ide segar untuk mengatasi setiap masalah yang menghimpitnya, serta mempunyai jiwa petarung yang tidak terkalahkan serta beberapa keistimewaan ajaib lainnya, yang bersarang pada tubuhnya.
Karena merasa sudah memiliki kekuatan yang sangat besar, untuk sementara waktu, Rico memutuskan tidak menjalankan misi terlebih dahulu. Untuk sekarang, Rico ingin fokus ikut berjuang memerangi para benalu yang ada di negara ini. Dengan menyalanya tombol warna kuning, Rico yakin dua tombol lainnya yaitu merah dan biru pasti juga akan menyala, jika Rico berhasil menumbangkan dua organisasi besar lainnya.
Jika diperhatikan, salah satu sisi jam yang melingkar di tangan Rico, menunjukan warna menyala sejak Rico berhasil membuat Frisian diam tidak berkutik. Rico menyimpulkan kalau sisi yang menyala itu, pasti akan bersinar lebih terang jika Rico berhasil membabat habis kelompok Angsa putih. Oleh karena itulah, untuk saat ini Rico memilih fokus, memerangi semua kelompok daripada fokus ke sistem. Rico akan menjalankan sistem kembali jika semua masalah yang dihadapi Negara Wangiland dapat diselesaikan dengan hasil yang memuaskan.
"Rico si anak presiden kemana sih, Ric? Kok nggak pernah kelihatan?" suara Letizia tiba tiba terdengar dan hal itu membuyarkan semua yang sedang Rico pikirkan. Pria muda itu lantas menoleh, menatap wanita yang saat ini hendak duduk di kursi sebelahnya.
"Kenapa? Kangen?" ledek Rico sambil cengengesan.
"Dia baik baik aja kok. Kalau kamu kangen, ya nggak apa apa, nanti aku sampaikan," jawab Rico sambil mengalihkan pandangannya ke arah lantai.
"Emang dia sama siapa sekarang? Orang mana yang merawat dia? Apa seorang wanita cantik dari kalangan orang kaya?" cecar Letizia yang memang sangat penasaran dengan kabar pria lumpuh yang pernah tidur dengannya.
Mendengar pertanyaan beruntun dari wanita yang sedang menatapnya, Rico seketika langsung menyeringai sembari menoleh. "Kok kamu kayak khawatir banget sama anak presiden? kamu suka sama Rico yang itu ya?"
Letizia sontak saja langsung mendengus dan memasang wajah kesal. "Orang tinggal jawab apa susahnya sih? Pasti ada yang kamu sembunyikan sampai kamu nggak mau nunjukin dimana dia," tuduh wanita itu dan dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah laut.
"Hahaha ..." Rico malah terbahak dengan suara yang cukup kencang. "Kamu itu lucu sekali, Zi. Bukankah wajah aku itu sama dengan wajah anak presiden? Kalau kangen ya kamu tinggal lihat wajahku aja sini."
"Tahu, ah. Nyebelin. Orang tanya serius juga," sungut Letizia semakin geram.
Suara tawa Rico langsung menggelegar dengan kencang kala melihat sikap Letizia yang semakin kesal karena ulahnya. Di saat bersamaan, Rico melihat mobil yang dia kenal, datang mendekat dan berhenti tepat di depan rumah yang Rio huni. Rico segera saja bangkit dan langsung turun untuk menemui orang yang berada di dalam mobil tersebut.
Sedangkan Letizia yang sedang kesal hanya memperhatikan Rico dari atas balkon. Dia tidak terlalu mau ikut campur urusan Rico dan tamunya. Namun, Letizia penasaran dengan keadaan pria lumpuh yang pernah tinggal bersamanya.
"Gimana? Kalian berhasil?" tanya Rico kepada dua orang kepercayaan Rico asli begitu keduanya turun dari mobil.
"Tentu, Tuan," jawab salah satunya dengan sangat antusias. "Mereka benar benar akan mengacaukan negara ini."
"Kapan mereka akan menjalankan rencananya?"
"Untuk Angsa putih sih kemungkinan dalam tiga hari dari sekarang. Kalau dua kelompok lainnya, belum ditentukan waktu untuk bergerak, mereka masih dalam tahap perencanaan dan diskusi. Karena sepertinya, mereka akan menggunakan suara rakyat."
Rico nampak manggut manggut. "Baiklah, kalau begitu, aku harus pergi memberi tahu Rico dulu. Kalian tunggu aja di sini dan jaga wanita yang ada di rumah ini, oke?" kedua pria itu langsung setuju. Dengan segera Rico mengambil alih mobil yang tadi dikendarai dua orang tersebut.
Karena jarak rumah yang ditempati Rico dengan tempat rahasia milik anak presiden cukup dekat, tidak membutuhkan waktu yang lama, Rico kini sudah sampai di tempat rahasia itu. Rico Bergegas menekan tombol rahasia untuk masuk ke dalamnya. Begitu langkah Rico memasuki ruangan, pemuda itu dibuat takjub dengan apa yang dia saksikan di hadapannya.
...@@@@@@...