
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, sekarang Rico tinggal menjalankan rencana berikutnya. Meskipun caranya agak ribet dan mungkin terlalu pelan, tapi Rico yakin dengan cara seperti itu akan mempermudah jalannya untuk membalas dendam. Rico benar benar memikirkan semuanya dengan matang sampai dia sendiri lupa tentang sistem yang kemungkinan masih berfungsi.
Di hari berikutnya, Rico mulai menjalankan aktifitasnya sebagai tukang ojek online. Rico bahkan berani membayar mahal akun tersebut demi bisa melancarkan aksinya. Saat ini Rico berada di sekitar tempat tinggalnya, berharap akan ada salah satu nomer yang menggunakan jasanya dan nomer itu adalah milik dari orang orang yang menghuni rumahnya.
Sebenarnya sudah banyak pesan yang masuk karena ingin menggunakan jasanya, tapi Rico memilih mengabaikan semua itu demi tidak melewatkan orang yang menjadi targetnya. Cukup lama Rico berada di komplek tersebut dan beruntungnya tidak ada yang mencurigainya karena komplek perumahan tersebut termasuk komplek yang cukup mewah.
Untuk urusan penjaga keamaan, Rico juga tidak terlalu khawatir. Semua penjaga komplek tersebut tentu sangat kenal dengan keluarga Rico. Maka itu Rico menggunakan peluang itu agar bebas keluar masuk area komplek perumahan tersebut tanpa perlu alasan yang cukup jelas dan meyakinkan. Walaupun pada awalnya ada sedikit drama, karena ternyata berita kehilangan Rico dan ayahnya sudah banyak yang mengetahui, tapi sampai detik ini semuanya lancar lancar saja.
Ting!
Nada pesan berbunyi dari sebuah ponsel. Rico mengeceknya dan setelah menanggapi pesan tersebut, senyum Rico seketika terkembang cukup lebar. Setelah menunggu hampir tiga jam, akhirnya salah satu penghuni rumah tersebut, ada yang mengirim pesan lewat akun ojolnya. Dengan hati yang girang, Rico langsung memanfaakan kesempatan emas itu.
Rico segera melajukan motornya setelah mendapatkan pesanan dari wanita yang akrab dipanggil Ciripa. Rico menuju ke rumah makan yang letaknya tidak jauh dari komplek perumahan tersebut. Selain itu, Ciripa juga memesan beberapa makanan lainnya, dan tentunya dengan senang hati, Rico menyanggupinya, karena momen inilah yang sedang dia tunggu.
"Sekarang kita lihat, apa yang akan terjadi kepada kalian, setelah ini," gumam Rico dengan seringai jahat dan mata yang menatap beberapa bungkus makanan yang ada di tangannya. Setelah semua pesanan selesai, Rico segera melajukan motornya.
"Ini pesanan yang anda minta, Nona," ucap Rico dengan sikap yang tenang agar tidak mencurigakan saat berhadapan langsung dengan wanita yang sudah menusuknya dari belakang.
"Coba aku cek dulu ya," ucap Ciripa dengan senyum yang memuakkan dimata Rico. "Udah lengkapnya, dan ini uangnya, makasih," Ciripa menyodorkan beberapa uang yang jumlahnya sesuai dengan pesanan sekaligus ongkosnya. Setelah transaksi selesai, Ciripa segera masuk ke dalam rumah. Tapi tidak dengan Rico, dia tetap berada di sana sembari memperhatikan gerbang yang tidak terkunci.
"Sepertinya mereka tidak menggunakan penjaga rumah," gumam Rico. Karena merasa ada kesempatan bagus, Rico langsung saja menyelinap masuk. Tepat sesuai yang dia duga, rumah besar itu tidak menggunakan jasa penjaga. Entah karena mereka tidak sanggup membayarnya atau memang sengaja agar kejahatan penghuninya tidak terungkap. Sejak Rico dan ayahnya mengetahui kejahatan Corazon, semua pembantu dan penjaga rumah memang sengaja dipecat oleh mereka.
Begitu Rico berhasil masuk ke dalam, dia langsung mencari sesuatu yang akan dia gunakan untuk melancarkan usahanya. Tidak terlalu sulit Rico mencarinya karena dia tahu dimana letak sesuatu yang dia cari. Tak butuh waktu lama, Rico sudah menemukan benda yang dia cari sebuah tempat air minum, baik dari galon maupun yang ada di dalam kulkas.
"Sudah," Rico terlihat bernafas lega. "Tak lama lagi kalian pasti akan terkejut dengan apa yang terjadi pada kalian," gumamnya setelah memasukkan sesuatau ke dalam air minum. Bukan hanya ke dalan air minum, Rico juga mencampurkan benda yang dia dapat dari Rico si anak presiden ke dalam makanan, yang kemungkinan sekarang sedang di santap penghuni rumah tersebut di dalam salah satu kamar. Setelah semua urusan selesai, Rico segera keluar dengan hati yang cukup tenang.
Hingga waktu terus bergulir, Ciripa, Corazon, Bulgoso dan Ferguzo, tidak menyadari semua yang masuk ke dalam perutnya ketika mereka makan maupun minum waktu mereka berada berada di rumah. Tiap hari mereka memang selalu memesan makanan dari luar karena dua wanita yang ada di sana terlalu malas untuk memasak. Bahkan untuk membersihkan rumah, mereka memilih memakai jasa kebersihan.
Rico selalu melakukan hal yang sama jika ada pesanan makanan dari orang orang itu. Rico rela, melakukan pekerjaan itu siang dan malam demi suksesnya rencana yang sudah dia bangun sembari memantau perkembangan dari rencananya.
Di hari keempat, kening Rico berkerut saat mendapat pesan dari nomer yang sama di aplikasi ojolnya. Dengan hati yang bertanya tanya, Rico menjalankan semua pesanan yang tertera di dalam ponselnya. Begitu pesanan sudah siap semua, Rico kembali dibuat terkejut saat sang pemesan menyuruhnya untuk masuk ke dalam rumah
"Apa ini sebuah jebakan? Atau rencanaku sudah berhasil? Jangan jangang mereka ..." Rico tidak melanjukan kata katanya dan pikirannya langsung berpikir ke hal yang lainnya.
Sementara itu di tempat lain, di sebuah rumah, seorang pria menunjukan sesuatu kepada pria lain yang ada di sana. Pria lain itu sempat mengernyitkan keningnya begitu membacaa pesan untuknya.
"Tuan mau ke rumah Tuan Anderson?"
...@@@@@@@...