SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Sukses


Senyum licik Rico seketika terkembang, begitu melihat semua orang yang berada dalam satu ruangan bersamanya sudah tidak sadarkan diri karena menghirup obat bius dalam bentuk gas. Rico sangat senang karena rencananya benar benar berhasil tanpa ada kendala yang berarti. Sekarang Rico tinggal memindahkan tubuh para ketua itu ke tempat yang sudah ditentukan.


Rico kembali memencet sebuah tombol sampai keadaan tempat itu kembali seperti semula. Hutan yang tadi sempat dilihat oleh para musuh sebenarnya sisi lain dari tempat keberadaan mereka. Tempat yang digunakan Rico adalah tempat yang sudah dirancang khusus oleh anak presiden agar tempat itu bisa bergerak memutar seperti baling baling tanpa mengguncang penghuninya.


Setelah pintu keluar menghadap ke arah yang sebenarnya, Rico yang juga memiliki kekuatan spesial berkat hadiah dari sistem, dengan cepat memindahkan satu persatu tubuh mereka ke dalam satu mobil. Setelah semua tubuh berhasil dipindahkan, Rico melajukan mobil tersebut menuju ke arah pantai karena di sana sudah ada kapal yang menunggu.


Seperti yang dulu pernah Rico lakukan kepada Dokter Frisian, Rico juga akan melakukan hal yang sama kepada para pimpinan dari tiga kelompok besar. Mereka akan diasingkan di sebuah tempat terpencil yang kondisinya akan sangat susah untuk dilacak keberadaannya. Semua itu juga sudah dirancang oleh Rico asli. Bahkan agar para tahanan tidak bisa keluar, Rico kembar memasang ranjau di semua sisi pantai, mengelilingi pulau secara acak.


Ranjau di pulau tersebut juga dirancang khusus, dimana ada sebuah sandi yang bisa mengaktifkan dan menonaktifkan ranjau tersebut. Tentu saja hanya dua Rico yang mengetahui kode tersebut, maka itu, Rico dengan mudah bisa keluar masuk ke area pulau itu tanpa ada rasa khawatir ranjau akan meledak.


"Sekarang kita pulang," titah Rico kepada orang kepercayaannya yang mengemudikan kapal. Setelah semua orang sudah berhasil dipindahkan, Rico segera saja kembali dengan perasaan senang bukan main. Apalagi jam yang melingkar di tangannya, kini menunjukkan empat warna yang menyala, mungkin memang itu sebagai tanda kalau tugas Rico di Wangiland sudah selesai dan dia akan segera kembali ke dunianya.


"Hy, Ric," sapa anak presiden begitu kapal yang membawa tubuh Rico menepi. Terlihat disana, Rico asli tersenyum cukup lebar menyambut kedatangan pria muda yang wajahnya sangat mirip dengannya.


"Kamu sudah kembali?" tanya Rico palsu sembari turun dari kapal dan melangkah menghampiri anak presiden. "Aku pikir kamu masih lama berada di gedung anggota dewan?"


Si anak presiden lantas tersenyum. "Ngapain lama lama aku berada di sana? Yang penting aku sudah membuktikan tentang keberadaanku. Jadi kalau kabar hilangnya orang orang itu sampai berebar, aku tidak akan dicurigai."


"Hahaha ..." Rico palsu sontak terbahak. Memang seperti itu rencana mereka. Rico palsu bertugas melenyapkan para ketua dari tiga kelompok. Di hari yang sama, Rico asli berada di gedung pemerintahan. Tidak banyak orang yang tahu tentang adanya dua Rico, jadi jika suatu saat anak presiden dicurigai, dia sudah mempunyai alibi yang kuat dengan keberadaannya digedung dewan dan disaksikan oleh seluruh penduduk negara Wangiland.


"Tadi para pejabat pemerintah sangat syok mendengar berita tentang mafia itu," ucap Rico asli. "Bahkan mereka tadi masih tidak menyangka saat aku mengatakan kalau mafia itu sebenarnya yang bekerja sama dengan ketua tiga kelompok itu. Hahaha... ide kamu sungguh luar biasa, Ric."


Rico palsu lantas tersenyum. "Kita lihat saja perkembangan selajutnya bagaimana. Aku sih sangat yakin, sebentar lagi tiga kelompok itu akan segera dibubarkan. Apalagi terbukti, para pemimpinnya bersalah lalu mereka menghilang, pasti pemerintah akan menggunakan alasan tersebut untuk membubarkan tiga ormas itu. Anak buah mereka pasti saat ini benar benar gelisah karena tidak dapat kabar dari ketua mereka," ucap Rico terlihat sangat antusias.


Anak presiden pun ikut tertawa. Dia yang paling kelihatan senang karena akhirnya Rico asli bisa bebas dari segala masalah yang mendera dirinya. Entah apa jadinya jika Rico palsu tidak datang kedunianya dan membantu menyelesaikan masalahnya. Mungkin selamanya anak presiden akan terkurung dalam kursi roda dan juga kebisuan.


"Jam tangan kamu menyala semua," seru anak presiden saat matanya tidak sengaja melihat jam yang melingkar pada tangan Rico palsu. "Apa itu tandanya, kalau sebentar lagi kamu akan menemukan jalan pulang?"


Rico palsu lantas tersenyum dengan menatap lekat ke arah jam tangannya. "Aku harap begitu. Aku juga sudah tidak sabar, untuk segera membalas semua orang yang sudah berbuat kejam kepada keluargaku."


Rico palsu tersenyum lebar. "Pasti! Karena berkat kamu juga aku mendapat keajaiban dari sebotol parfum. Tapi, aku juga ingin membawa beberapa benda."


"Benda? Benda apa itu?"


Rico palsu tidak langsung menjawab. Dia malah menyeringai sebagai tanda kalau barang yang dia minta akan Rico gunakan untuk membalas dendam kepada Ibu tiri dan keluarganya.


Seperti yang sudah diduga, tiga kelompok besar akhirnya dibubarkan secara paksa oleh pemerintah. Anak buah dari tiga kelompok besar sungguh tidak bisa berbuat apa apa karena mereka juga kehilangan para pemimpinnya. Mereka malah mengangap para pemimpin melarikan diri bersama mafia tanpa mempedullikan nasib anak buahnya.


Dari kejadian itu pula, para anak buah dari tiga kelompok menyimpulkan kalau surat undangan yang katanya dari Rico, sebenarnya adalah kiriman dari mafia. Para ketua sengaja memakai nama Rico agar anak presiden dicurigai. Tapi nyatanya, anak presiden berada bersama anggota dewan selama para ketua ormas itu pergi. Akhirnya para ketua dari tiga kelompok dinyatakan buron karena keberadaan mereka tidak bisa ditemukan.


Merasa masalahnya sudah berakhir, Rico lantas mengadakan pesta. Kali ini anak presiden itu bisa bebas menunjukan wajahnya, sedangkan Rico masih menggunakan alat untuk menyamar agar tidak banyak orang yang tahu. Saat ini dua Rico, Letizia dan dua pria berbadan kekar, Mamo dan Pipo, berada dalam satu tempat yang sama.


"Apa rencana selajutnya yang akan Tuan lakukan?" tanya Mamo disela sela obrolan mereka kepada anak presiden.


Anak presiden menatap ke arah orang keperrcayyaannya. "Mungkin rencana selajutnya aku harus menikah."


"Wahh! Apa sudah ada calonnya, Tuan?" seru Pipo dengan senyum yang cukup lebar. Kabar tersebut sudah pasti sangat menyenangkan bagi pria itu dan juga rekannya.


Anak presiden tidak langsung menjawab. Dia tersenyum lalu matanya menatap wanita yang duduk si belelahnya, kemudian Rico asli menggengam tangan wanita itu. "Wanitanya ada di sini." jawaban tersebut sukses membuat Letizia terperangah.


Seketika suasana menjadi heboh. Letizia sendiri tidak menyangka kalau anak presiden akan mengajak dirinya menikah. Meskipun pada akhirnya wanita itu menerima ajakan Rico, tapi Letizia merassa tidak percaya dengan apa yang dilakukan anak presiden kepadanya.


Di saat bersamaan, "Sepertinya sudah saatnya, aku harus kembali ke duniaku," ucap Rico palsu sambil menunjukan jam tangannya yang keempat sisinya menunjukan warna terang dan muncul layar hologram yang berisi sebuah petunjuk.


...@@@@@...