SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Rico Membuat Gempar


Dokter Frisian bersama orang orangnya sungguh tidak menyangka, akan terjebak pada situasi seperti itu. Ulah Rico yang tidak terduga pasti akan sangat menyudutkan posisi sang dokter saat ini. Sudah bisa dipastikan Dokter Frisian yang pasti akan mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak, baik itu orang orang yang berada di kubunya ataupun kubu musuh dan juga pemerintah.


Apa yang dipikirkan Dokter Frisian memang tidak sepenuhnya salah. Sekarang akibat siaran langsung yang dilakukan oleh Rico, Negara Wangiland menjadi gempar. Berbagai pemberitaan di segala media, seketika membahas siaraan langsung yang baru saja dilakukan oleh pemuda, yang diduga anak presiden. Bahkan berbagai kalangan mulai mempersiapkan diri untuk melakukan pergerakan.


"Siapkan, pasukan khusus. Kita jemput anak presiden sekarang juga," titah seorang komandan militer begitu telinganya mendengar kabar lokasi yang digunakan Rico untuk menayangkan siaran langsung. Meskipun berbentuk dugaan, tapi sang komandan yakin kalau Rico berada di tempat yang sudah dilacak.


Bukan hanya dari pemerintahan saja yang bergerak, semua kubu yang mengetahui tempat keberadaan Rico saat ini juga langsung mempersiapkan diri. Tanpa mereka sadari, semuanya melakukan pergerakan pada waktu yang sama di tempat masing masing.


"Sialan, Dokter Frisian! Rupanya dia telah mengetahui keberadaan Rico," umpat Tuan Jolly dengan segala kekesalannya. Di dalam tempat khusus markas dari kelompok Bintang merah, Jolly bersama yang lain, dan juga ketua dari kelompoknya sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke tempat keberadaan Rico.


"Kan aku sudah bilang, mereka orang orang licik, jadi kamu harus hati hati dan jangan percaya sepenuhnya," balas ketua dari bintang merah, yang akrab dipanggil Tuan Alkano. "Terbuktikan, mereka langsung bergerak lebih cepat begitu mengetahui Rico sudah ada di kota ini."


Jolly mendengus kasar. Ada rasa sesal dalam benak pria itu, karena tidak mematuhi ucapan rekan satu kelompoknya. Seandainya pria itu tidak mengajak Frisian untuk bekerja sama, mungkin ceritanya akan berbeda. Sekarang Jolly hanya bisa bertekad akan merebut Rico dan melakukan perhitungan dengan kelompok yang telah membohonginya.


Saat ini sudah ada empat kelompok besar yang menuju ke tempat keberadaan Rico. Satu diantaranya adalah kelompok keamanan dari pemerintah, sedangkan yang tiga yang lainnya adalah kelompok orang orang yang ingin menguasai Rico untuk kepentingan pribadi. Dari empat kelompok tersebut, entah siapa yang akan terlebih dulu sampai di tempat tujuan.


Sementara itu di kediaman Frisian, Rebeca dibuat tidak tenang setelah melihat siaran langsung yang dilakukan Rico. Wanita itu sungguh sangat ketakutan akan kemarahan ayahnya serta para orang berpengaruh di dalam kelompok Angsa putih. Rebeca sangat yakin kalau sang ayah pasti sudah tahu tentang obat yang dicuri anak gadisnya.


Namun ada yang membuat Rebeca merasa aneh saat menyaksikan Rico yang siaran langsung menggunakan akun media sosial milik ayahnya. Ada beberapa kejanggalan yang mengusik wanita itu. "Padahal Rico baru mendapatkan obat penawarnya tadi siang sebelum pukul dua belas, tapi kenapa secepat itu obatnya bereaksi? Bukankah Daddy bilang minimal tiga hari obat itu baru bekerja?"


Rebeca hanya bisa bergumam. Banyak sekali pertanyaan yang tumbuh dalam benaknya saat ini, karena melihat Rico yang sangat sehat, berbeda dengan Rico yang sempat dia temui. Rebeca juga memperhatikan jam tangan yang dipakai Rico saat siaran langsung, sama persis dengan jam tangan milik pria yang mengajaknya kencan.


"Apa ada dua Rico di negara ini?" lagi lagi sebuah kesimpulan muncul dalam pikiran wanita yang memilki rambut bergelombang dengan panjang sebahu. Sungguh dalam pikiran Rebeca, banyak sekali sesuatu yang ingin dia temukan jawabannya.


"Rebeca!" suara teriakan yang cukup kencang, tiba tiba menggelegar, membuat wanita yang sedang berdiam diri sambil menatap layar laptop merasa terusik.


"Aku di kamar, Mom!" Rebeca mengeluarkan suara yang tidak kalah kencangnya agar orang yang tadi berteriak mencarinya, tahu keberadaan wanita itu ada dimana.


Benar juga, wanita yang dipanngil Mommy oleh Rebeca langsung masuk ke kamar anaknya. "Sayang, kamu sudah dengar berita belum?" tanya sang Mommy dengan wajah yang terlihat begitu antusias sembari mendekat ke arah anaknya.


"Berita apa? Tentang Rico?" tanya Rebeca yang sebenarnya sudah tahu kemana arah pertanyaan yang diajukan oleh wanita, yang telah melahirkannya.


"Iya," wanita berusia lebih dari empat pulut tahun itu menjawab dengan antusias. "Orang orang kantor pada heboh nanya ke Mommy. Katanya Rico melakukan siaran langsung pake akun sosial media milik Daddy kamu."


"Udah tahu," jawab sang sambil kembali menatap layar ponsel. "Tuhh! Aku aja lagi mengulang ngulang sejak tadi."


Rebeca hanya menunjukkan ekpresi malas. "Tapi menurutku ada yang aneh deh, Mom."


Kening sang Mommy sontak berkerut sambl menatap sang anak yang terus memandangi layar laptopnya. "Aneh gimana maksud kamu?"


"Ya aneh aja, Rico yang main siaran langsung itu berbeda dengan Rico yang aku temui tadi siang," terang Rebeca.


Kening Mommy semakin berkerut, lalu dia melayangkan pandangan matanya ke arah laptop dan meperhatikan tayangan siaran langsung Rico dengan tatapan penuh selidik. "Beda apanya sih, Sayang? Orang sama begitu?"


Rebeca seketika mendengus kesal. "Mommy ingat ucapan Daddy nggak sih? Bukankah Daddy bilang, obat penawar untuk kesembuhan Rico itu akan bereaksi setelah tiga hari pemakaian secara teratur dan bertahap. Jika Rico memang sudah menggunakan obat ciptaan Daddy, mana mungkin Rico bisa sembuh secepat itu? Orang tadi aja aku ketemu, Rico masih nggak bisa ngapa ngapain."


Mommy seketika langsung berpikir dengan tatapan yang terbagi antara ke anaknya dan juga ke layar laptop. "Benar juga ya? Tapi apa mungkin ada dua Rico? Bukankah Tuan Adavo tidak pernah memiliki anak kembar?"


"Nah! Itu yang sedari tadi aku pikirkan," Rebeca sedikit meninggikan suaranya. "Apa Daddy tidak menyadari hal itu?"


"Ya udah, Mommy coba telfon Daddy, Biar bagaimanapun Daddy pasti lebih tahu karena dia sekarang bersama Rico," ucap sang mommy sembari mengambil ponsel yang ada di dalam tas, yang masih dia tenteng. Setelah berapa kali mencoba melakukan panggilan. "Kok Daddy nggak ngangkat telfon ya?" Kedua wanita beda usianya itu seketika merasa khawatir


Beberapa puluh menit kemudian.


"Akh, sial! Kita terlambat!" seru salah satu kelompok, begitu mereka sampai di tempat tujuan. "Rumahnya sudah dipenuhi aparat, bagaimana ini?"


Bukan hanya dia yang kecewa, semua orang orang yang datang bersamanya juga merasakan kekesalan yang sama. "Coba kamu suruh salah satu orang kita untuk menyelidiki ke sana? Kita perlu tahu apa yang terjadi di sana," usul rekan dari orang yang tadi mengeluh. Tanpa penolakan, orang itu langsung memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mencari informasi.


Hingga tak lama kemudian.


"Gimana?" tanya orang yang sama kepada salah satu anak buah yang tadi diberi perintah untuk mencari informasi.


"Katanya di sana tidak ada siapa siapa, Tuan. Rico dan Dokter Frisian menghilang."


"Apa!"


...@@@@@...