SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Sebelum Pulang Ke Rumah


Saat Rico hendak pulang, dan kakinya baru melangkah sejauh beberapa meter saja, telinganya menangkap suara yang membuat Ricao sampai menghentikan langkah kaki tersebut. Di sebelah kanan, tidak jauh dari tempat berdirinya Rico, Ada sebuah rencana yang tak sengaja dia dengar.


"Kalian mau berbuat jahat? Sayang sekali, malam ini kalian tidak akan beruntung," gumam Rico. Pemuda itu lantas memilih mencari tempat untuk memantau sosok yang berjumlah tiga orang tersebut. Saat matanya mengedar, Rico melihat ada sebuah bangku di depan toko yang letaknya berada di seberang jalan. Rico lantas memutuskan untuk memantau tiga orang itu di sana.


Mungkin negara ini memang negara yang maju, tapi kehidupan penduduknya sama saja dengan negara negara yang ada di dunianya Rico. Kesenjangan ekonomi tetap menjadi faktor utama yang menyebabkan seseorang untuk melakukan cara apapun agar mendapatkan uang.


Sama seperti yang Rico dengar dari tiga sosok pria yang merencanakan sebuah kejahatan tadi. Rico yakin kalau apa yang dilakukan mereka juga ada hubungannya dengan uang. Rico menyimpulkan hal tersebut karena mereka mendengar ketiga orang itu akan melakukan perampokan malam ini.


Selang beberapa waktu kemudian, Rico melihat ketiga orang itu bergerak. Mereka bahkan terlihat menyembunyikan motor mereka di sana. Rico menduga kalau para penjahat akan melakukan kejahatannya di sekitar tempat ini. Rico terus mengawasi gerak gerik tiga pria itu.


Hingga langkah mereka sudah cukup jauh, Rico baru bangkit dan mengikuti ketiga orang itu. Terlihat ketiganya memasuki sebuah komplek yang sepertinya komplek itu adalah komplek perumahan yang cukup mewah. Dilihat dari bangunan yang berdiri di sana, Rico yakin kalau kawasan itu adalah kawasan orang orang yang memiliki harta, yang jumlahnya tidak main main.


"Ini dia, target kita," ucap salah satu pria yang diikuti oleh Rico. "Rumah ini yang paling aman."


"Ya udah, kita beraksi sekarang aja," ucap rekannya yang langsung mendapat persetujuan dari dua pria lainya. Dengan tatapan waspada, mereka bersiap akan melancarkan aksinya. Namun sayang, saat mereka hampir saja membuka gerbang yang menjadi target perampokan, sebuah suara langsung menghentikan gerakan mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan? Apa kalian mau mencuri?" ketiga pria itu langsung menoleh ke arah sumber suara dan mata mereka sontak membulat saat melihat sosok yang berdiri dengan santainya bersandar pada sebuah tembok di seberang rumah tersebut.


"Siapa anda? Ganggu urusan orang aja!" balas salah satu penjahat, anggap aja dia penjahat pertama. Dia mencoba bersikap tenang karena sepertinya dia tahu kalau kawasan ini memang sepi.


"Ya bukan siapa siapa sih. Cuma tadi aku kebetulan tahu rencana kalian yang akan melakukan pencurian pada rumah itu," jawab Ricod dengan santainya.


Ketiga pria itu sontak tercengang mendengar ucapan Rico barusan. "Sok tahu! Ini tuh rumah saya sendiri, Masa saya mau mencuri di rumah saya sendiri?"


Lagi lagi para penjahat terperangah dibuatnya. Bahkan mereka serentak menatap ke arah Rico dengan tatapan tidak percaya. Mereka sangat kaget ketika apa yang mereka pikirkan malah diketahui oleh pemuda yang tidak mereka kenal.


"Katanya pemilik rumah mewah itu, tapi kalian mau melenyapkan saya? Ckckck ... kalian terlalu bodoh."


Makian yang keluar dari mulut Rico, sontak saja membuat darah tiga pria itu mendidih. Tanpa pikir panjang lagi mereka langsung bergerak menuju ke arah dimana Rico berada saat ini. Melihat Rico yang tetap berdiam di tempatnya membuat tiga pria itu semakin tidak tahan untuk menghajarnya.


"Sepertinya anda sudah siap untuk saya habisi," ucap salah satu pria pencuri begitu dia sudah berhadapan dengan Rico. "Baiklah, kami akan segera mengabulkan permintaan anda, Tuan."


Rico hanya menyeringai dan dia langsung mengambil ancang ancang. Biar bagaimanapun dulu Rico pernah ikut bela diri meski tidak lama. Apa lagi dia juga memiliki kekuatan yang tidak terduga dari misi ke empat kemarin. Rico berharap, kekuatan itu bisa sangat berguna untuk menghajar tiga pria itu.


Tanpa memberi aba aba, salah satu dari tiga pria itu langsung mengepalkan tangan dan melayangkanya ke arah Rico. Namun dengan gesit, tangan kiri Rico menangkisnya dan tangan kanan pemuda itu terkepal lalu langsung dilayangkan ke perut pria itu dengan sekuat tenaga.


Bugh!


"Akhh!" penjahat itu berteriak dengan sangat kencang. Bahkan dua rekannya sampai kaget karena pria itu seperti merasakan kesakitan yang luar biasa.


Tak berhenti sampai disitu saja, Rico menarik tangan penjahat yang kesakitan dan langsung menghempaskan pria itu dengan telapak tangan kanannya. Diluar dugaan, pria itu terpental dengan jarak yang cukup jauh sampai dua rekannya ternganga melihatnya.


...@@@@...