SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Demi Mendapat Jalan Pulang


Kini, Rico dan Letizia sudah berada di rumah. Wanita yang bersama Rico saat ini sedang sibuk mencatat apa saja yang dia butuhkan untuk usahanya. Setelah berbincang tentang usaha apa yang akan dirintis wanita itu, Letizia lebih cenderung ke bisnis roti. Dia memang memiliki bakat dalam bidang tersebut.


Sedangkan Rico sendiri, saat ini sedang menatap layar ponselnya. Dia sedang mencari informasi yang mungkin bisa berpeluang untuk menemukan jalan pulang. Bukan hanya itu saja, Rico juga mencari informasi wanita yang sangat menyukai aroma asam keringat dari tubuh seorang pria.


Berdasarkan informasi yang dia dapat dari Letizia, Rico juga menyempatkan diri membuat akun media sosial khusus kencan yang ramai di negara ini. Dengan memasang foto palsu tentunya, Rico mencari wanita yang usianya di bawah tiga puluh tahun dan sangat menyukai bau asam tubuh seorang pria. Sudah cukup lama Rico mencarinya, tapi beberapa wanita yang dia hubungi kebanyakan wanita yang menyukai bau tubuh yang wangi.


"Nih, biaya yang aku butuhkan?" Letizia menyodorkan sebuah cacatan berupa rincian bahan bahan dengan harganya. Wanita itu mencari tahu harga setiap barang melalui internet.


"Kamu mau serius mau keliling jualannya?" tanya Rico sambil menerima cacatan yang disodorkan kepadanya.


"Ya menurutku lebih enak keliling sih. Kalau sewa tempat, takutnya nggak laku," jawab Letizia.


"Ya kan, kamu bisa nyari sewa tempat yang kelihatannya rame, kayak di pusat perbelanjaan yang tadi kita datangi itu," balas Rico.


"Jangan lah," tolak Letizia. "Disana sewanya mahal, belum lagi di sana sudah banyak produsen roti ternama. Kalau sewa disana, ya aku sama aja bunuh diri. Mending keliling dulu sembari memperkenalkan produk kita. Nanti kalau sudah memiliki pelanggan, baru aku akan memikirkan tempat usaha."


Sejenak Rico tercenung, tapi setelah mencerna ucapan Letizia, pria itu pun langsung setuju. Seketika Rico langsung mentransfer sejumlah uang lebih banyak dari total yang dibutuhkan Letizia. Wanita itu nampak kegirangan dan dia segera saja pamit pergi untuk menyiapkan segalanya.


Begitu Letizia pergi, Rico kembali fokus pada ponselnya. Ada beberapa chat yang dia terima saat itu, satu persatu Rico membalasnya dan mencoba menjalin obrolan. Hingga beberapa saat kemudian, ada satu wanita yang mengaku menyukai bau badan yang asam. Rico pun langsung membuat janji ketemu dengan wanita itu.


Karena sang wanita mengajak ketemu secepatnya, Rico pun meminta untuk bertemu sekarang juga. Setelah mengobrol cukup lama melalui chat, akhirnya Rico dan wanita itu mau bertemu dalam hitungan beberapa jam lagi. Wanita itu mengajak Randi untuk ketemu di sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari tempat yang Rico tinggali. Tanpa persiapan khusus Rico pun segera berangkat ke tempat yang disepakati.


"Apa Nona yang bernama Kasandra?" tanya Rico kepada seorang wanita, begitu dia telah sampai di tempat yang di tuju. Dengan menggunakan taksi, Rico menempuh waktu sekitar lima belas menit dari tempat yang dia tinggali. Tentu saja Rico sebelumnya sudah memberi tahu kepada Letizia kalau dia saat ini sedang pergi karena ada keperluan.


"Apa anda Ricardo?" wanita yang tadi di sapa balik lantas bertanya kepada Rico. Tentu saja Rico langsung mengangguk karena dia memang memakai nama Ricardo dalam menggunakan aplikasi kencan itu. "Silakan duduk."


Wanita bernama Kasandra langsung menunjukan senyum manisnya. "Nggak kok," bantahnya. "Aku aja baru nyampai beberapa menit yang lalu."


"Oh gitu, ya syukur deh" balas Rico merasa lega. "Apa Nona sudah pesan makanan?"


"Belum, Tuan," jawabnya. "memang tuan mau makan?"


"Memang kenapa, Nona?" Rico malah melempar pertanyaan dengan wajah bingung.


"Tuan masih pakai masker, bagaimana mungkin Tuan bisa makan," ucapan Kasandra sontak membuat Rico tertegun. Dia memang sengaja belum melepas maskernya.


"Bagaimana kalau kita pindah tempat yang di sana?" tanya Rico sambil menunjuk ke arah dimana tempat itu sepertinya adalah tempat yang lebih privasi lagi, bagian dari restoran yang sama. Kening Kasandra sempat berkerut, tapi tak lama kemudian dia pun menyetujuinya.


"Anda bukan seorang penjahat kan?" tanya Kasandra mengungkapkan rasa khawatirnya yang tiba tiba muncul karena sikap aneh yang ditunjukan teman kencannya.


"Anda bisa buktikan sendiri kalau saya penjahat atau bukan saat kita sudah berada di sana," jawab Rico dengan santainya. Kasandra lantas tersenyum dan mereka berdua melangkah bersama untuk berpindah tempat. Sebelum berpindah, Kasandra juga terlebih dahulu memesan beberapa menu makanan.


"Udah aman kan?" tanya Kasandra begitu dia dan Rico duduk di tempat yang lebih privasi. "Sekarang bisa dong, anda membuka masker anda." Rico pun menganngguk dan setelah pria itu membuka masker yang menutupi wajahnya, wanita itu langsung memekik. "Rico!"


Sudah Rico duga, wanita itu pasti akan tekejut


...@@@@@...