
"Tuan Rico! Bagaimana bisa?" pekikan sang dokter yang nampak terkejut sontak membuat pria itu menghentikan gerakan badannya untuk sesaat. Dia begitu syok setelah melihat wajah pasien yang akan dia periksa. Bukan hanya sang dokter saja, tapi wajah terkejut juga ditunjukan oleh seorang wanita yang bertugas menemani sang dokter. "Kalian siapa? Bagaimana bisa Tuan Rico bersama kalian?
Terlihat di sana, Soraya dan Letizia nampak bingung untuk memberi jawaban. Keduanya seketika langsung saling pandang, lalu arah mata mereka berganti menuju ke tempat pria yang nampak tenang. Rico palsu benar benar tidak menunjukan rasa khawatir sama sekali. Diamnya Rico yang asli, membuat Rico palsu memiliki banyak kesempatan untuk terus bersandiwara.
"Siapapun kami, biar nanti kami yang menjelaskan. Sekarang lebih baik anda memeriksa keadaan pasien terlebih dahulu," ucap Rico palsu dengan santainya. Meski dokter itu nampak ragu, dia memang harus segera memeriksa keadaan pasien yang sedang dalam keadaan yang buruk.
Setelah mengecek keadaan secara menyeluruh, dokter menerangkan apa saja yang kemungkinan terjadi pada Rico. Dia menanyakan beberapa hal kepada Soraya. Setelah mengetahui keadaan tentang kondisi Rico, sang dokter langsung memerintahkan sang perawat untuk menyiapkan peralatan medis yang dibutuhkan.
Agar tidak terjadi kehebohan, Rico palsu meminta sang dokter dan suster untuk merahasiakan tentang pasien terlebih dahulu. Mereka pun setuju karena dokter juga butuh penjelasan yang lebih tentang alasan kenapa putra presiden yang sedang dicari banyak penguasa, berada bersama mereka.
Setelah Rico asli benar benar mendapat penanganan yang terbaik, kini sang dokter sudah berada di ruangannya bersama Rico palsu dan dua wanita lainnya. "Sekarang jelaskan, kenapa Rico bisa ada bersama kalian? Apa yang sebenarnya terjadi?"
Dengan berat hati, Soraya pun menceritakan semua yang dia ketahui. Wanita tua itu juga mengutarakan alasannya kenapa dia menyembunyikan Rico asli dalam waktu yang cukup lama. "Anda pasti pernah mendengar yang namanya Tuan Piero kan, Dok?"
Kening sang dokter sontak berkeerut. "Tuan Piero? Bukankah dia salah satu orang partai dari ormas Bulan biru?" tanya sang dokter.
"Benar, dia juga yang menahan saya untuk tetap merawat Rico dan menyembunyikannya," jawab Soraya. "Karena saya tahu sepak terjang Tuan Piero, saya memilih kabur membawa Tuan Rico agar dia lebih aman."
Sang dokter nampak menganggukan kepalanya beberapa kali. "Saya paham. Lalu, dua anak muda ini siapa? Apa mereka yang menolong anda?"
Soraya mengangguk. "Mereka yang membantu kami, Dok. Bahkan saya berani membawa Rico ke rumah sakit juga atas saran dari dua anak muda ini," ucap wanita tua itu. "Namun disini, ada yang membuat saya ragu dengan Rico, Dok."
"Soalnya di sini ada dua Rico dan saya sama sekali tidak bisa membedakannya," ucap Soraya. Rico palsu dan juga Letizia jelas sekali sangat terkejut dengan apa yang mereka dengar saat ini. Meski keadaaannya diluar dugaan, Rico palsu berusaha tetap bersikap tenang.
"Dua Rico? Maksud anda bagaimana, Nyonya?" Sang dokter semakin penasaran.
Di saat Soraya hendak mengeluarkan suaranya, Rico palsu bergerak lebih cepat dan dia membuka maskernya. Sontak saja, mata sang dokter langsung terbuka lebar saat itu juga. "Ini? Bagaimana mungkin?" sang dokter benar benar terlihat sangat syok. Sedangkan Rico palsu langsung menyeringai.
"Ya, seperti yang anda lihat," ucap Rico dengan santainya. "Saya tahu anda tidak percaya bukan? Sama seperti Nyonya Soraya yang tidak pernah percaya sama saya. Sepertinya wanita itu memang sengaja berbuat demikian agar anda mau menolongnya, karena dia masih mencurigai saya."
Mata Soraya langsung membulat. Dia sungguh sangat syok, saat apa yang dia pikirkan saat ini diketahui oleh Rico palsu dengan rinci. Sedangkan Rico sendiri masih bisa bersikap biasa saja. Dia sangat tahu, apa yang dipikirkan Soraya sejak tadi berangkat menuju ke rumah sakit.
"Bukan begitu?" bantah sang dokter. "Saya hanya tidak percaya dengan apa yang saya lihat saat ini. Karena setahu saya, Rico tidak memiliki saudara kembar. Semua orang juga tahu itu, termasuk nyonya ini."
"Ya, saya tahu dan saya sangat paham," jawab Rico palsu. "Karena wanita itu tahu Rico tidak memiliki kembaran, jadi dia dengan jelas meragukan orang yang justru menolong mereka. Bahkan saya tahu, apa yang akan dilakukan oleh Nyonya Soraya setelah ini. Dia akan meminta bantuan anda, untuk memanggil petugas keamaan supaya mau menangkap saya."
"Apa!" Letizia dan sang dokter sontak saja tekejut mendengarnya. Mata kedua orang itu langsung menatap wanita tua yang saat juga sedang merasa syok. Wanita tua itu tidak menyangka Rico palsu benar benar tahu jalan pikirannya.
"Saya heran, kenapa anda sangat berambisi untuk tidak percaya sama saya? Apa mungkin anda sebenarnya seseorang yang mengincar Rico juga?" tanya Rico dengan penuh selidik.
...@@@@@...