SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Mengelak Dari Semua Tuduhan


"Tuan!" teriak seseorang sambil berjalan cepat menuju ke arah pria yang menjadi majikannya. Wajahnya terlihat cemas dan begitu tegang, dengan salah satu tangan menggenggam benda pipih berbentuk persegi panjang. Dari sikap yang dia tunjukan, sepertinya ada suatu kabar yang hendak dia sampaikan.


"Tuan Adavo!" teriaknya lagi. Meski jarak langkah kakinya sudah sangat dekat, pria itu malah semakin mengencangkan suaranya, memanggil nama sang Tuan. Sesampainya di tempat yang dia tuju, pria tersebut langsung menghampiri seseorang yang sedang duduk di atas sebuah sofa sambil menatap layar laptop.


"Tuan, ada kabar bagus," ucap pria itu dengan antusias begitu dirinya berdiri tepat di hadapan pria yang sedang menatap layar laptop. Pria bernama Adavo, yang tidak lain adalah Presiden dari Negara Wangiland sontak mendongak dan menatap pelayannya yang nafasnya tersengal sengal.


"Apa itu tentang Rico?" tanya pria Adavo menerka ucapan yang baru saja dikatakan sang pelayan. Tentu saja tebakan tersebut mengundang reaksi terkejut pada pelayan yang nafasnya berangsur normal.


"Tuan tahu darimana?" tanya sang pelayan. Tapi Adavo tidak menjawab dan dia kembali mengarahkan pandangan matanya ke layar laptop. Melihat sang Tuan nampak fokus dengan laptopnya, sang pelayan pun mengerti kenapa tebakan Adavo bisa benar. "Tuan sedang menontonnya?"


Tuan Adavo menghela nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Dimana dalam layar komputer tersebut terpampang sosok Rico yang sedang melakukan wawancara dengan seseorang. "Anak saya ternyata sudah sembuh total dari kelumpuhan dan kebisuannya," ucapnya dengan perasaan yang berkecamuk. "Dia bahkan berani bertindak sejauh ini sendirian tanpa ada bantuan dari ayahnya."


Rico memang kembali membuat gempar. Sekarang dia dan anak presiden sedang mengunjungi salah satu vlogger yang memiliki jumlah pengikut yang banyak. tentu saja, meski mereka datang berdua, tapi yang maju menghadap vloger tersebut hanya satu orang. Semua itu mereka lakukan karena akan ada kejutan lain yang sudah dipersiapkan dua Rico tersebut.


Kedatangan anak presiden di tempat orang yang memiliki nama besar sebagai artis dan vloger, tentu saja sangat mengejutkan vloger berjenis pria tersebut. Dia dan orang orang yang bekerja bersamanya, tidak menyangka akan kedatangan anak presiden secara mendadak. Yang lebih membuat mereka terkejut, si anak presiden saat itu juga meminta sang vloger untuk mewawancara dirinya.


Dengan senang hati, sang vloger langsung mengabulkan permintaan si anak presiden. Dia dan krunya sangat bersemangat karena tidak menduga akan mendapat kejutan sebesar dan seistimewa seperti saat ini. Karena sudah sangat profesional dalam bekerja, tidak butuh waktu yang lama, acara wawancara sang vloger dengan anak presiden sudah siap dilaksanakan.


Lagi lagi kemunculan anak presiden langsung membuat semua warga negara Wangiland heboh. Berita tentang anak presiden dengan cepat langsung menyebar dan semuanya seketika menyaksikan video wawancara yang berlangsung hampir satu jam lamanya. Mereka tidak menyangka dan cukup senang begitu melihat kondisi anak presiden yang sudah sembuh dari kelumpuhan dan bisunya.


Kemunculan anak presiden secara mendadak tentu saja juga sangat mengejutkan orang orang yang menginginkannya untuk kepentingan pribadi. Mereka hampir tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan saat ini. Orang orang dari tiga kelompok besar bahkan dibuat panik saat wawancara anak presiden mulai membahas rencana tiga kelompok besar yang kemarin menjadi kegemparan di negara Wangiland.


"Sekarang anda dengar sendiri bukan? Kalau rencana itu memang anda yang buat, Tuan Belgio?" tanya seorang penyidik setelah memperlihatkan video wawancara pada pemimpin kelompok Angsa putih.


Belgio terperangah. Matanya terus menatap layar laptop yang sedang manayangkan wawancara si anak presiden. Bahkan dalam video tersebut dengan sangat jelas Rico mengakui kalau dialah yang merekam semua kegiatan tiga kelompok itu dengan segala bukti yang Rico miliki. Sudah pasti pengakuan Rico itu langsung membuat Belgio dan orang orang dari tiga kelompok besar, semakin terpojokan.


Sang penyidik menyeringai dengan pandangan sangat meremehkan kepada pria yang sedari tadi membantah segala pertanyaan yang terkesan sedang menuduh. "Apa anda tidak sadar dengan yang anda tuduhkan? Bagaimana mungkin seorang anak muda yang tadinya lumpuh dan tidak bisa bicara, bisa memiliki ide seperti itu? Tidak mungkin dalam waktu yang sangat singkat sejak kemunculannya beberapa waktu yang lalu, Rico langsung bergerak, membuat suara agar mirip dengan suara anda dan meniru tempat yang menjadi markas Bintang merah secara detail?"


Jolly semakin terperangah dan ucapan sang penyidik membuat pria itu semakin terpojok. Biar bagaimanapun, pertanyaan sang penyidik ada benarnya, karena tidak mungkin seseorang bisa meniru dengan sangat rinci setiap detail markas milik Bintang merah. Apa lagi Jolly merasa markas yang dia gunakan untuk menyusun rencana, tidak ada yang tahu kecuali anggotanya.


"Sudahlah, Tuan Jolly, akui saja perbuatan anda. Bukankah semua bukti sudah sangat jelas, anda tidak perlu mengelak lagi," penyidik kembali bersuara.


"Saya tidak akan pernah mengaku karena saya memang tidak bersalah. Semua itu hanya fitnah yang dilakukan anak presiden untuk saya," Jolly membantah dengan suara yang begitu lantang.


"Hahaha ... anda lucu sekali, Tuan Jolly. Sudah jelas bukti di depan mata, tapi anda masih menyangkalnya. Bukankah semakin anda menyangkal, maka semakin terlihat kesalahan anda? Bekerja samalah yang baik dengan kami, Tuan, maka anda tidak akan mendapat hukuman yang berat."


Jolly hanya terdiam dengan tatapan yang penuh dengan amarah. Tidak pernah terbayangkan dalam pikirannya, kalau dirinya akan berada dalam situasi seperti ini. Beragam sumpah serapah dalam hati, Jolly lontarkan pada anak presiden yang terus berasumsi untuk memojokan Jolly serta orang orang dari kelompok lain.


Pihak dari kelompok Bulan biru juga saat ini nasibnya tidak jauh berbeda dengan dua kelompok besar lainnya. Namun, meskipun dalam keadaan panik, sang pemimpin dan orang orang penting dari Bulan biru terlihat lebih tenang dalam menghadapi setiap pertanyaan yang terlontar untuk mereka dari para penyidik.


"Hahaha ..." suara tawa terdengar menggelegar dari dalam ruang penyelidikan. Suara tawa itu pecah dari mulut pria yang sedang dilontarkan banyak pertanyaan dari dua penyidik di hadapannya. "Saya sudah katakan dari tadi, itu bukan rencana yang saya buat. Bisa saja itu pekerjaan orang orang yang ingin menghancurkan karir saya. Anda pasti tahu lah, setiap orang yang memiliki karir bagus dibidang politik, pasti banyak musuh."


Dua penyidik itu mendengus. Mereka sebenarnya sangat geram dengan semua bantahan yang diucapkan oleh pemimpin dari kelompok Bulan biru tersebut. Padahal bukti sudah ada di depan mata. Bahkan video Rico yang sedang diwawancara juga sudah mereka tunjukan tapi pria yang bernama Piero tetap lantang membantahnya.


Hingga beberapa menit kemudian, di ruangan tersebut terdengar dering ponsel. Salah satu penyidik yang merasa ponselnya berdering langsung merogoh saku jaketnya dan mengambil ponsel tersebut, lalu segera menerima panggilan.


"Apa!" pekik si pentidik dengan suara lantang dan wajah yang menegang.


...@@@@@@...