SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Obrolan Ringan


"Sepertinya aku harus menemui orang ini," gumam Rico, dengan mata menatap sebuah foto yang dia temukan saat mencari informasi yang berhubungan dengan anak presiden, Rico cukup mendapatkan informasi yang banyak dari komputer dan dia mengumpulan satu persatu semua yang dia dapatkan ke dalam ponsel miliknya.


Cukup lama Rico berkutat di depan layar komputer. Bahkan dia tidak sadar kalau hari sudah berbuah menjadi malam. Rico baru menyadari kalau hari sudah gelap, saat suara pemilik rumah mengeluarkan suaranya. Pria itu juga cukup terkejut saat matanya menangkap Rico yang masih bermain komputer saat dia bangun tidur.


"Memang informasi seperti apa yang kamu cari, Ric, sampai kamu nggak sadar kalau hari sudah gelap?" tanya Kepala kampung yang lebih akrab dipanggil dengan nama Momogi.


Rico sendiri yang sudah dua hari berada di rumah itu, belum tahu secara pasti nama asli si pemilik rumah. Meski dia pernah dengar nama Momogi di sebut, Bagi Rico, dia hanya tahu kalau pemilik rumah ini adalah kepala kampung, jadi tidak perlu mengenal namanya.


"Hehehe ..." sebelum menjawab, Rico malah menyempatkan diri untuk tertawa. "Ya banyak, Tuan. Terutama orang orang yang berhubungan dekat denganku, aku harus tahu semuanya kan?" jawabnya.


Pria yang saat ini duduk di Sofa, nampak menganggukan kepalanya. "Tapi kamu harus hati hati, belum tentu semua orang yang dekat dengan kamu itu bisa dipercaya."


Kening Rico sontak berkerut lalu dia tersenyum sinis. "Aku tahu, Tuan. Bahkan orang orang yang kemarin menolongku saja sudah ketahuan tujuannya. Ternyata, mencari orang yang bisa dipercaya itu sangat susah."


Tuan Momogi nampak ikut tersenyum sinis. "Lalu, apa kamu tidak ingin menemui keluargamu?"


"Yang pasti aku sangat penasaran dengan kabar keluargaku, Tuan. Makanya itu, aku harus bisa pergi ke kota besar. Yang akses ke pusat pemerintahannya bisa dijangkau dengan mudah," jawab Rico.


"Lalu, apa yang akan kamu rencanakan sekarang?"


Rico lantas tersenyum cukup lebar dengan wajah yang bersemu merah. "Aku butuh wanita yang sama seperti semalam, Tuan."


Kening Tuan Momogi sontak berkerut, namun tak lama kemudian, pria itu terrbahak cukup keras. "Hahaha ... keenakan kamu? Padahal kamu lumpuh, tapi soal ranjang, kamu hebat juga. Sepertinya semalam kamu sukses dalam penjebolan ya?"


Rico mengangguk sambil cengengesan. "Jika ada, aku maunya sama cewek yang suka dengan bau badan aku, Tuan."


"Ya sudah nanti saat aku pergi makan malam, akan aku carikan. Lagian kamu itu cukup aneh, Ric, kamu itu pembuat parfum, tapi kenapa bau badan kamu bisa bau keringat begitu sih?"


"Hahaha ... ada ada aja." Kepala kampung langsung bangkit dari duduknya lalu dia pamit mandi terus dilanjut mencari makan malam sekalian mencari wanita untuk Rico dan juga untuk dirinya. Biar bagaimanapun, kepala kampung itu tidak ingin tidur sendirian, sedangkan di seberang kamarnya, ada orang yang lain sedang melakukan kegiatan penuh rasa nikmat.


Malam ini Rico memang harus kembali menemukan wanita yang mau menghirup aroma tubuhnya. Selain dia membutuhkan uangnya, Rico juga penasaran dengan hadiah misterius yang Rico dapatkan untuk misi ketiganya kali ini. Rico berharap itu adalah sesuatu yang sangat menguntungkan bagi dirinya.


Setelah berpenampilan rapi, Tuan Momogi pun pamit keluar dari rumah untuk mencari wanita seperti yang Rico inginkan. Meski dia sangat tahu kalau mencari wanita yang menyukai bau asam itu sangat sulit, tapi selama berusaha mencari, pasti pria itu akan bisa menemukannya.


Begitu, Tuan Momogi pergi, Rico kembali berkutat dengan komputernya. Dia kembali mencari semua berita yang berkaitan dengan nagara Wangiland termasuk pemberontakan yang terjadi di sini.


Dimalam yang sama, jauh di tempat yang berbeda, terlihat beberapa orang sedang berkumpul. Dari raut wajahnya, jelas sekali terlihat kalau mereka sedang membicarakan sesuatu yang cukup serius.


"Kalian yakin, tadi sudah menggeledah semua rumah Tuan Momogi?" seorang pria kembali bertanya pada dua pria lainnnya. Mereka adalah orang orang yang sama, yang tadi datang ke kampung perawan untuk mencari Rico. Salah satunya adalah pria yang akrab dipanggl Tuan Jolly.


"Sangat yakin, Tuan! Kita sudah menggeladah semua ruangan, tidak ada Rico dimanapun," jawab salah satu pria, anak buah dari Tuan Jolly.


"Lalu, dia bersembumyi dimana kira kira?" ucap Tuan Jolly sembari berpikir dan menatap lautan lepas.


"Bukankah Matilda berkata kalau Rico ke sana ingin mencari wanita yang menyukai bau badannya? Kenapa kita tidak pancing saja dengan wanita yang Rico inginkan?"


"Ah iya, benar!" seru Tuan Jolly. "Kenapa aku baru ingat akan hal itu? Baiklah, kita cari wanita yang menyukai bau badan yang asam sekarang!"


"Siap!"


...@@@@@@...