SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Menata Masa Depan


Tiga orang yang berada di lantai atas, saat ini terlihat sangat frustasi. Mereka tidak menyangka dengan apa yang mereka alami pada tubuh mereka. Padahal dari kemarin, mereka merasa baik baik saja, tapi sekarang, mereka sungguh mengalami sesuatu yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.


Tiga orang tersebut mengalami hal yang sama dengan yang dirasakan oleh wanita, yang saat itu terduduk di anak tangga. Mereka sama sekali tidak bisa mengeluarkan suaranya dan juga kakinya tidak berfungsi dengan baik. Sama seperti yang pernah lakukan pada pemilik asli rumah yang mereke huni. Ke empat penghuni rumah tersebut merasakan keanehan pada tubuh mereka sejak bangun tidur pagi ini.


Sementara itu, tidak jauh dari sana, terlihat seorang anak muda yang sedang menyeringai sambil mengawasi gerak gerik tiga orang tersebut. Pria bernama Rico itu terlihat sangat senang, karena balas dendamnya berhasil dengan sempurna. Tidak sia sia dia membawa obat dari anak presiden ke dunianya demi melancarkan balas dendamnya.


Ya, Rico memang menggunakan obat racikan yang dia dapat dari anak presiden. Di saat anak presiden sudah menemukan obat yang membuat dirinya sembuh dari kelumpuhan dan kebisuan, di saat itu pula anak presiden menciptakan obat yang sama untuk membuat musuhnya lumpuh dan juga bisu. Dari sanalah, Rico juga meminta beberapa obat untuk dia bawa pulang ketika menemukan jalan kembali.


Sejak tiga hari yang lalu, Rico terus mencampurkan obat ke dalam makanan yang di pesan oleh targetnya. Meski Rico tahu cara bekerja obat tersebut sangat lambat, tapi justru itulah yang membuat rencana Rico berjalan sempurna. Sekarang obat tersebut telah bereaksi dan hasilnya akan lebih bagus daripada obat yang pernah menyebabkan Rico lumpuh dan bisu


"Wahh, seepetinya ada yang sedang pesta nih," setelah cukup lama terdiam sembari memperhatikan tiga orang musuhnya, Rico akhirnya mengeluarkan suaranya. Tentu saja tiga orang yang ada di sana, terperanjat begitu mendengar suara yang menggema. Ketiganya serentak menoleh dan betapa terkejutnya mereka saat mata ketiga orang itu melihat sosok yang mereka pikir sudah meninggal dunia.


"Rico!" mereka hanya bisa memekik tanpa mengeluarkan suaranya. Wajah dua pria dan satu wanita itu seketika pucat melihat anak muda yang mereka tenggelamkan di dalam sumur tua, sekarang melangkah menuju ke arah mereka dalam keadaan sehat tanpa cacat.


"Kenapa kalian terkejut gitu? Apa kalian tidak senang, melihatku kembali ke rumah?" tanya Rico setelah meletakkan pantatnya pada salah satu kursi di hadapan tiga orang itu. "Kalian tidak perlu melotot seperti itu. Kalian sedang tidak melihat hantu. Aku masih hidup dan aku sekarang sudah sembuh berkat kalian."


Wajah ketiga orang itu kini terlihat semakin pucat. Bahkan dua pria kakak beradik juga terlihat mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras dan juga mata yang melotot. Tapi Rico tidak peduli, dia malah tersenyum sinis melihat kemarahan dua pria itu, meski ada mereka juga sedang dilanda panik dan juga takut.


"Kenapa? Kalian ingin bertanya, siapa yang melakukan ini semua pada kalian?" tanya Rico dengan santainya. "Kalian pasti sudah tahu jawabannya bukan? Kalau bukan aku yang melakukannya, lantas, siapa lagi. Gimana rasanya, merasakan kelumpuhan dan kebisuan? Apa kalian senang?"


Ciripa, wanita yang ada di sana, seketika luruh. Dengan susah payah dia mencoba turun dari kursinya dan bergerak ngesot menuju ke tempat Rico berada. Wanita itu menangkup telapak tangannya dan memohon maaf dengan berurai air mata. Karena suaranya hilang, Ciripa hanya terlihat menggerakan bibir saja saat mengucapkan permintaan maafnya.


"Nggak usah minta maaf. Nggak akan mempan buat aku," ucap Rico santai. "Jangan bermimpi aku bisa berbaik hati kepada kalian. Semua ini, kalian yang memulai, jadi, kalian juga yang harus mengakhirinya."


Amarah dua pria, Bulgoso dan Ferguso semakin naik ke ubun ubun. Berhubung tangan mereka tidak mengalami kelumpuhan, mereka berusaha menyerang Rico dengan benda apa saja yang ada di sekitar mereka seperti ponsel, laptop. bahkan beberapa sisa makanan.


"Hahaha ..." suara tawa Rico malah menggelagar. "Sekarang kalian itu sudah sangat lemah. Untuk membalasku aja, kalian tidak mampu," ejek Rico yang semakin membuat kedua pria itu geram. "Tenang saja, masih ada kejutan yang akan membuat hidup kalian semakin bahagia."


"Kalian masuk saja, aku ada di lantai atas," ucap Rico beberapa saat kemudian ketika dia menerima telfon. Tak lama menerima panggilan dari seseorrang, munculah beberapa pria berbadan tegap dan sangar yang membuat tiga orang di sana semakin dilanda rasa takut.


"Bagaimana, Bos? Tugas apa yang harus kami lakukan?" tanya salah satu pria saat dirinya sudah menghadap Rico.


"Kalian, bawa tiga orang ini dan satu wanita yang ada di bawah. Angkut mereka keluar pulau yang sangat jauh dan buang mereka di tempat yang jarang ada penduduknya," mendengar perintah yang dilayangkan Rico, sontak saja tiga orang itu langsung memucat dengan segala amarah dan juga rasa takut yang mendera mereka.


"Ini bukan rumah kalian, dan sudah sepantasnya, kalian kembali ke tempat asal kalian. Walaupun aku sebenarnya juga ingin menyiksa kalian seperti kalian menyiksaku dan juga Daddy, tapi aku rasa itu percuma. Mending aku buang aja kalian ke tempatnya," ucap Rico dengan suara penuh penekanan dan tatapan yang cukup tajam. Rico lalu mengalihkan pandangannya ke orang suruhannya. "Cepat, bawa mereka!"


"Siap, Bos!"


Tanpa ada perlawanan yang berarti, empat orang penghuni rumah tersebut diangkut paksa oleh orang orang suruhan Rico. Dengan bayaran yang sangat mahal, tentu saja orang orang itu mau melaksakan tugas yang Rico berikan. Setelah mereka semua pergi, Rico kini bisa bernafas lega. "Sekarang aku tinggal mencari Daddy dan mengembalikan perusahaan ke kondisi semula," gumamnya


Dua hari setelah kejadian itu, Ciripa, Corazon, Ferguso dan Bulgoso, benar benar hidupnya berubah. Mereka diibuang di tempat yang sangat sepi, bahkan tempatnya seperti di tengah hutan. Dengan kelumpuhan dan kebisuan yang tidak akan pernah bisa disembuhkan kecuali oleh obat yang ada di tangan Rico, entah, kesulitan apa saja yang akan mereka alami di tempat asing yang sama sekali jauh dari penduduk.


Sedangkan Rico, kini sedang melakukan perjalanan jauh bersama dengan Anderson. Tentu saja mereka pergi bersama untuk menjemput Tuan Castano yang ternyata berada di rumah mantan asisten rumah tangga Rico. asisten rumah tangga tersebut sudah lama bekerja di rumah Rico. Bahkan dia bekerja sejak Rico belum lahir ke dunia. Asisten rumah tangga itu dipecat sejak Corazon melancarkan kejahatannya. Asisten tersebut memberi kabar kepada Anderson sesuai permintaan Castano. Maka itu sekarang Anderson dan Rico langsung pergi berdua untuk menjemputnya.


"Daddy!" seru Rico begitu turun dari mobil dan melihat sosok yang dia rindukan, sudah menunggunya. Rico langsung saja berlari dan bersimpuh kepada ayahnya. Mereka menumpahkan segala kerinduan dengan berlinang air mata.


"Sekarang Daddy tidak perlu takut lagi. Corazon dan yang lainnya sudah aku beri hukuman. Daddy juga sebentar lagi akan aku sembuhkan," ucap Rico dengan penuh keyakinan. Castano hanya mengangguk sebagai tanda percaya kepada anaknya.


Rico kini bisa bernafas lega. Sekarang nasib buruk yang di alami berganti menjadi nasib baik yang penuh harapan baru dengan penuh kebahagiaan. Untuk sistem yang Rico dapatkan, dia juga akan tetap menjalankannya sampai parfum yang ada di tangannya habis tanpa sisa. Di sana, di sebuah rumah yang cukup sederhana, Rico bersama yang lainnya terlihat sedang berbincang. Sesekali tawa mereka pecah, sebagai tanda kalau mereka bahagia.


...》》》》》》 T A M A T 《《《《《《...