SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Mencarikan Wanita


"Eh, ada Tuan Momogi, mau makan, Tuan," sapa seorang pria begitu melihat pemimpin kampung perawan, memasuki sebuah rumah makan dimana pria itu berada sekarang.. Meskipun kampung perawan terkenal dengan kampung yang tertinggal, tapi kampung itu sama sekali tidak terlihat seperti kampung yang tertinggal. Sarana dan prasarana di sana terlihat lengkap termasuk rumah makan itu.


"Yah, seperti biasa, " jawab Tuan Momogi. laki laki itu memilih duduk di kursi yang berhadapan dengan pria yang tadi menyapa kedatangannnya. Orang itu adalah pemilik rumah makan tersebut, dan dia begitu hafal dengan para pelanggan di tempat usahanya.


"Apa yang anda pesan kali ini, Tuan? Apakah makanan sama seperti kemarin?" tanya sang pemilik rumah makan sambil beranjak dari duduknya dan segera menuju ke area dapur yang letaknya di belakang tempat duduk pria itu.


"Hari ini aku lagi ingin makan nasi dan sop iga, ada?"


"Tentu saja ada. Tunggu sebentar ya, Tuan," sang pemilik rumah makan langsung saja bergegas menyiapkan segalanya yang berhubungan dengan pesanan kepala kampung tersebut. Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit lamanya, seporsi sop iga dengan sepiring nasi dan beberapa lauk tambahan telah tersaji di depan meja di hadapan kepala kampung itu.


"Buatkan satu porsi lagi yang seperti ini, tapi dibungkus ya?" pesan Tuan Momogi sambil bersiap menikmati hidangan yang tersaji di atas meja.


Kening si pemilik rumah makan sempat berkerut. "Tumben di bungkus? Apa di rumah sedang ada tamu?" tanya pria itu sembari kembali mempersiapkan bahan bahan yang sama.


"Tidak. Buat saya sendiri," jawab kepala kampung berdusta. "kebetulan aku lagi bosen makan mie ataupun roti. Buat persediaan aja."


Si pemilik rumah makan lantas tersenyum dan sepertinya dia mengerti dengan alasan yang terlontar dari mulut pria itu. Di saat bersamaan, ada beberapa orang masuk ke rumah makan yang sama. Kebanyakan yang makan di rumah makan itu adalah orang orang yang memutuskan untuk hidup sendiri tanpa menjalin hubungan serius dengan seseorang.


Aturan negara ini memang membebaskan warganya untuk hidup melajang. Cuma orang orang tertentu saja yang wajib menikah dan memiliki keluarga, seperti presiden dan para pejabat. Hal itu adalah syarat untuk pendukung sebagai pejabat dan sebagai simbol formalitas saja. Karena tingginya angka percerain, hal itu menjadi faktor para warga yang lebih memilih hidup melajang.


Namun, meski begitu, di sana juga ada aturan, dilarang menggugurkan kandungan. Bahkan semua yang melakukan tindakan tersebut, akan dikategorikan tindakan kejahatan yang berat dengan ancaman hukuman mati sebagai imbalannya. Maka itu, agar tidak terlalu membebani, setiap anak anak yang lahir, segala kebutuhannya akan ditanggung oleh pemerintah sampai si anak menginjak usia lima belas tahun.


"Kamu tahu nggak dimana kita bisa mencari wanita yang menyukai bau asam?" tanya kepala kampung kepada pemilik rumah makan setelah dia selesai menikmati hidangannya.


"Bau asam? Bau asam yang bagaimana, Tuan?" tanya si pemilik rumah makan sambil menyelesaikan hidangan untuk tamu yang lain.


"Tumben nyari wanita yang suka bau keringat? Biasanya yang penting cantik dan seksi, Tuan."


Tuan Momogi langsung cengengesan. "Ya pengin sensasi yang berbeda aja. Kamu ada kenalan nggak?"


"Kalau aku ya nggak tahu. Tapi coba Tuan tanya rumah sebelah, di sana kan banyak wanita. Kali aja di sana ada."


"Ah benar juga, ya udah, aku kesana aja nanti," ucap Tuan Momogi nampak antusias. Dia segera melakukan pembayaran dengan menggunakan barcode sebagai alat transaksi. Setelah itu Tuan Momogi pergi ke bangunan yang ada di sebelah rumah makan itu. Sebuah tempat kebugaran dan kecantikan yang pastinya banyak didatangi kaum wanita.


Rico sendiri masih asyik bermain komputer. Sekarang dia malah sedang main game sebagai obat jenuh karena seharian ini dia terus berdiam diri di dalam rumah saja. Hingga setelah beberapa puluh menit berlalu, sang pemilik rumah datang dengan seorang wanita cantik.


"Loh, kok ada anak presiden?" seru si wanita saat dia masuk ke dalam dan melihat seorang anak muda yang wajahnya memang tidak asing bagi rakyat Wangiland. Wanita itu lantas menghampiri Rico dan menyapanya. "Anda masih hidup?" tanya wanita itu.


"Yah, seperti yang Anda lihat," bukan Rico yang menjawab, tapi Tuan Momogi.


"Wahh! nggak nyangka ya? Anda bisa lolos dari maut," serunya antusias.


"Maka itu, kamu malam ini layani anak presiden dengan baik ya?"


"Apa! Jadi yang tubuhnya bau asam, si Rico?" wanita itu nampak terkejut, dan anggukan Tuan momogi, membuat wajah si wanita berbinar sembari menatap lekat ke arah Rico. "Bailklah, aku akan menghisap semua bau asam di tubuh kamu." Rico pun tersenyum senang.


...@@@@@@...