SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Sudah Lebih Baik


Begitu mendapat informasi dari dua orang yang bertugas untuk menyusup ke tempat tiga kelompok besar, Rico segera saja mengambil alih mobil yang dipakai dua orang tersebut untuk mengabarkan informasi yang dia dapat kepada pria lain yang wajahnya sangat mirip dengannya. Saat sampai di tempat tujuan, Rico langsung tercengang begitu matanya menyaksikan sesuatu di hadapannya.


"Rico!" pekik Rico palsu sat itu juga. "Kamu berhasil?" tanyanya sembari mendekat ke arah anak presiden.


"Seperti yang kamu lihat," Rico asli mengeluarkan suaranya dan hal itu kembali membuat Rico palsu semakin tercengang dengan mulut terbuka.


"Ya ampun, suara kamu juga sudah kembali!" seru Rico palsu antusias. "Ini kamu baru sembuh atau gimana? Perasaan kemarin, kamu masih belum ada tanda tanda kesembuhan?" Rico palsu terus menatap anak presiden dengan tatapan menyelidik dari ujung kaki ke ujung kepala sembari melangkah mendekat.


Anak presiden sendiri masih berdiri dan masih dengan senyumnya yang terkembang tipis. "Aku Merasakan efek obatnya sih sejak tiga hari yang lalu, cuma baru bisa berdiri total dan bisa ngomong lancar kembali baru tadi pagi saat aku bangun tidur. Aku kemarin diam saja ya karena aku merasa efek obat penawarnya belum bekerja secara maksimal, jadi setiap kamu datang kemari aku memilih diam kayak biasanya."


Untuk sejenak, kening Rico palsu berkerut, tapi tak lama setelah itu, senyum pria muda itu terkembang. "Wah, baguslah. Aku senang melihat kamu sudah baikan," ucap Rico palsu lalu dia duduk di kursi di mana ada meja komputer. "kebetulan sekali, kamu sudah sembuh total, aku ke sini juga sekalian mau ngasih kabar buat kamu."


Rico asli juga ikut duduk di kursi sebelahnya. "Kabar apa? kekacauan lagi?"


"Lebih tepatnya tiga kelompok itu akan membuat kekacauan," terang Rico palsu." Sejak tiga hari yang lalu, aku ngirim Pipo dan Mamo untuk menyusup ke markas Bintang merah, Bulan biru dan Angsa putih. Mereka saat ini sedang merencanakan kekacauan, untuk membuat pancingan agar kamu dan ayah kamu keluar dari persembunyiannya."


Rico asli nampak terdiam dengan memperhatikan semua yang keluar dari mulut pria yang wajahnya sangat mirip dengannya. Otaknya pun mencerna dengan baik setiap ucapan pria itu untuk mengambil kesimpulan. "Aku sudah menduganya, hal itu pasti akan terjadi. Mereka akan bersaing untuk tujuan utama mereka, yaitu mendapatkan parfum yang ada di tangan kamu."


Rico palsu mengangguk tanda setuju. "Apa mungkin mereka ingin mengembangkan parfum agar bisa diperjual belikan?"


Rico asli menggeleng. "Tidak mungkin. Parfum itu akan sulit untuk diperbanyak karena bahan yang aku gunakan juga ada yang tidak aku dapat dari dunia ini. Kamu pernah ngobrol dengan orang misterius yang mengaku dari masa depa, bukan? Aku dapat beberapa unsur bahan pembuatnya dari pria itu. Makanya aku dituduh kerja sama dengan mafia paling berbahaya."


"Owalah, jadi seperti itu? Pantas parfum yang aku miliki terlihat begitu istimewa," Rico palsu nampak terkejut dengan fakta yang baru dia dengar. "Lalu, darimana mereka semua tahu tentang parfum spesial yang kamu ciptakan itu?"


Rico menghela nafasnya pelan dengan mata menatap layar komputer yang dalam keadaan tidak menyala. "Itu semua karena aku terlalu sombong. Aku dengan bangga menceritakan parfum hasil ciptaanku kepada para wanita yang aku tiduri. Dulu, parfum itu sebenarnya ada dua botol."


"Dua botol?" seru Rico palsu dan Rico asli mengangguk.


"Dulu parfum itu ada dua botol dan salah satu botolnya aku pamerkan. Aku semprotkan ke salah satu orang dan hasilnya sangat luar biasa, orang itu bisa membaca pikiran orang lain. Awalnya aku pikir, dengan menunjukan pada dunia kalau aku bisa menciptakan parfum ajaib, aku akan disebut anak muda yang hebat. Aku memang sudah menjadi anak yang hebat dan beritanya pun langsung tersebar kemana kemana. Namun dibalik itu semua, tanpa aku sadari, do belakangku mulai ada pergerakan diam diam oleh orang orang yang menginginkan parfum ciptaanku."


"Itu sebenarnya hanya alibi," bantah Rico palsu. "Mungkin, memang benar, saat ayahku memenangkan pemilihan presiden kembali, pihak lawan tidak terima. Namun hal itu hanya digunakan alasan sebagai jalan agar kelompok yang membuat kekacauan itu bisa memiliki parfum tersebut. Bahkan orang yang aku gunakan untuk percobaan, ada yang membunuhnya. Sejak saat itu, isu aku kerja sama dengan seorang mafia, langsung beredar dan hal itu yang mendasari mereka untuk membuat kekacauan."


"Astaga! Jadi seperti itu ceritanya?" Rico palsu cukup terkejut mendengar sejarah pahit yang terjadi di negara ini. "Lalu, dimana botol parfum yang satunya lagi?"


"Aku banting di depan mereka," ucap Rico asli. "Aku pikir, dengan melenyapkan satu botol parfum tersebut, mereka akan percaya dan berhenti membuat kekacauan. Tapi aku nggak nyangka, ada yang tahu kalau aku memiliki dua botol parfum. Pada saat itu aku sudah mulai diteror, bahkan sampai aku lumpuh dan tidak bisa bicara."


Rico palsu berkal kali menunjukan wajah terkejutnya begitu mendengar sejarah kelam yang dialami anak presiden.


"Kebetulan saat itu aku mendapat undangan untuk mendapatkan penghargaan karena parfum ciptaanku yang lain, mendapat penghargaan. Aku gunakan momen itu untuk melarikan diri dari kekacauan yang aku alami. Namun entah kenapa rumor tentang aku yang bertemu dengan ketua mafia di luar negeri kembali menyebar dan berita semakin membuat kacau negara ini."


Rico asli menjeda ceritanya untuk sesaat karena dia harus menyeruput kopi hitam yang telah dia siapkan sebelum Rico palsu datang. "Aku dituduh bertemu dengan mafia yang berbahaya. Lebih parahnya lagi ada rekaman yang jika ditelusuri, sebenarnya itu bukan mafia, tapi orang yang mengaku dari masa depan. Dari sanalah aku dan keluargaku semakin terpojok sampai aku mendengar berita kalau orang tuaku terpaksa melarikan diri karena tuntutan warga yang selalu mendapat provokasi dari tiga kelompok besar tersebut agar ayahku mundur dari jabatannya."


"Astaga! Ternyata masalahnya sangat rumit ya?" ucap Rico palsu. "Terus, kenapa kamu nggak menggunakan parfum ciptaan kamu sendiri?"


"Itu yang membuat aku heran," jawab Rico asli. "Waktu kita pertama kali bertemu dan membicarakan soal parfum, sebenarnya aku sudah tahu kalau parfum itu tidak berfungsi untuk tubuhku. Cuma aku terlalu malas untuk menjelaskannya karena aku tidak bisa ngomong secara langsung. Sebelum aku uji coba ke orang lain, dulu aku sudah mencobanya kepada diriku sendiri. Namun ya, seperti yang kamu tahu, tidak ada pengaruhnya sama sekali."


"Hahaha ... kok aneh ya?" Rico palsu malah terbahak dan tentunya hal ini memang sangat mengherankan. "Lalu setelah kamu sembuh, apa yang akan kamu lakukan?"


Rico asli malah menggeleng. "Aku tidak tahu. Untuk saat ini aku belum memikirkan rencana apapun. Otakku buntu."


"Hahaha ..." suara tawa Rico palsu kembali menggelegar, sedangkan Rico asli hanya cengengesan saja. "Ya sudah kalau gitu, kamu ikuti rencanaku saja. Aku sudah memiliki rencana sendiri dan pastinya, kamu pasti bakalan setuju."


"Apa itu?" tanya Rico asli, dan Rico palsu langsung menyeringai.


...@@@@@@...