
"Hati hati. jangan lupa, kamu nanti di kota besar harus bisa jaga diri," ucap seorang pria kepada pria yang lebih muda yang kini duduk di sebelahnya. Dua pria berbeda usia itu kini sedang menunggu kereta cepat yang akan mengantar pria muda itu menuju ke kota besar, Ibu kota Wangiland.
"Apa Tuan sangat mengkhawatirkan saya?" tanya pria muda itu sambil cengengesan. Menurutnya, pria yang menjabat sebagai kepala kampung mengingatkan pria muda bernama Rico kepada ayah kandungnya. Sikap yang ditunjukkan oleh Tuan Momogi, sama persis dengan sikap ayah Rico jika pemuda itu akan pergi sendirian ke negara asing.
"Mungkin kalau kamu tidak hilang ingatan, aku tidak akan sekhawatir saat ini," balas Tuan Momogi dengan tatapan lurus ke depan, dimana kereta yang akan membawa Rico menuju kota.
Rico kembali tersenyum dan juga mengedarkan pandangannya ke arah yang sama dengan Tuan Momogi. "Apa mungkin ayahku juga saat ini sedang mengkhawatirkan keadanku?"
Pertanyaan Rico sontak membuat Tuan Momogi menoleh ke arah Rico, begitu juga dengan Rico, dia secara reflek menoleh ke arah Tuan Momogi, hingga pandangan mata mereka bertemu. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena keduanya kembali melemparkan pandangannya ke arah depan.
Menurut Tuan Momogi, dia beranggapan kalau Rico sedang menceritakan tentang ayahnya yang seorang presiden, tapi Rico sendiri sebenarnya sedang teringat akan ayah kandung yang berada di dunia lain bersama orang orang jahat. Rico sangat khawatir jika sang ayah pada akhirnya akan pergi meninggalkan dirinya karena ulah Ibu tiri dan dua saudaranya.
Di saat keheningan melanda dua pria beda usia itu, tiba tiba terdengar suara yang menandakan kalau kereta cepat yang akan mengantar Rico dan penumpang lainnya menuju kota besar, akan segera berangkat. Rico pun bersiap diri untuk pergi. Beberapa nasehat juga kembali keluar dari mulut Tuan Momogi. Rico mengiyakan nasehat tersebut agar Tuan Momogi bisa tenang. Setelah itu dia pun bergegas masuk ke dalam salah satu gerbong sesuai tiket yang dia pegang.
Kereta yang dipakai Rico memang terlihat istimewa. Sarana dan prasana yang bisa memuaskan penggunanya, tersedia lengkap disana. Setiap gerbong juga berisi beberapa kursi yang menghadap ke arah yang sama. Tiap kursi hanya bisa di isi oleh dua penumpang secara berdampingan.
Saat Rico sedang duduk menghadap kaca, anak muda itu dikejutkan dengan datangnya penumpang lain yang duduk di sebelahnya. Rico menoleh dan ternyata yang menjadi teman duduknya adalah seorang wanita. Terlihat dari rambutnya yang panjang bergelombang. Wanita itu juga memakai masker, jadi tidak terlihat jelas bentuk wajahnya. Matanya terlihat lentik dan sepertinya dia wanita yang acuh.
"Apa anda mau roti, Tuan?" Rico yang merasa wanita di sebelahnya menawarkan sesuatu kepadanya, langsung menoleh. Rico sedikit terparangah, wanita itu melepas maskernya dan dia terlihat sangat cantik meski riasannya sangat tipis, bahkan hampir tidak terlihat kalau wanita itu memakai riasan.
"Mau nggak?" tawar wanita itu lagi sambil menyodorkan kue yang sudah diolesi dengan keju cheddar dan juga selai coklat. Karena merasa tidak kenal dan Rico juga tidak mendengar maksud jahat dallam pikiran wanita itu, Rico menggelang pelan tanpa bersuara, menolak tawaran tersebut.
"Ya udah," wanita itu nampak mengerucutkan bibirnya sejenak lalu bersiap melahap roti yang dia pegang. Rico sendiri kembali mengedarkan pandangannya ke arah luar lewat kaca di samping kanannya.
"Apa anda juga mau ke dreamland?" wanita itu kembali bersuara dan Rico yang merasa pertanyaan itu terlontar untuk dirinya sempat menoleh dengan kening berkerut. Dia merasa aneh dengan nama yang baru saja dia dengar. Namun saat Rico melirik tiket yang dia pegang, Rico baru ingat kalau kota besar tujuannya memang bernama Dreamland. Rico lantas mengangguk.
"Sama dong!" wanita itu malah terlihat antusias. "Kamu tahu nggak aku tuh sudah lama ingin pergi ke kota besar, buat wujudin mimpi aku." Rico pun hanya mengangguk beberapa kali meski dia sebenarnya enggan menanggapi ocehan wanita di sebelahnya.
"Kamu bisu ya? Kok dari tadi hanya menganguk dan menggeleng mulu?" wanita itu malah tiba tiba terlhat kesal karena reaksi Rico benar benar menyebalkan menurutnya. Secara mengejutkan wanita itu malah mendekatkan wajahnya ke arah Rico, sampai membuat pemuda itu memblalakkan matanya. "Wajahmu kayak tidak asing loh."
Deg!
...@@@@@...