SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Setelah Kabar Itu


Negara maju yang terkenal akan bau harumnya, Wangiland, sampai saat ini masih diliputi kegemparan. keberadaan Rico dan Frisian sekarang menjadi teka teki, serta menjadi orang yang paling dicari di negara tersebut. Semua pihak kini bersaing untuk menemukan pemuda yang diisukan sudah sembuh dari kelumpuhan dan kebisuan yang terjadi secara misterius.


Tidak sedikit warga yang mendesak untuk segera menemukan Rico serta meminta agar presiden Adavo segera kembali. Banyak dukungan yang mengalir dari berbagai kalangan agar dua orang tersebut segera muncul di permukaan publik. Biar bagaimanapun, warga yang tidak mendukung para kelompok besar, sangat mendukung dan merindukan sosok presiden yang terkenal baik kepada masyarakatnya.


Meski banyak yang mendukung agar presiden dan sang anak segera muncul, tapi tidak sedikit pula yang menentang keduanya agar tidak muncul dimuka umum. Beberapa warga menentang presiden muncul bukan karena mereka benci dengan sosok Adavo, tapi mereka hanya ingin negara tetap tenang, sama seperti sebelum adanya isu soal parfum ciptaan Rico.


Parfum ciptaan anak Presiden memang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan negara Wangiland mengalami kekacauan. Para warga hanya khawatir, jika presiden dan anaknya muncul kembali, negara Wangiland akan mengalami keributan besar karena masalah parfum tersebut.


Di tempat persembunyiaannya sendiri, dua Rico saat ini masih bekerja sama dalam rangka menyembuhkan Rico asli. Rico palsu mau tidak mau menyetujui untuk menjadi dokter dadakan, karena dia diminta untuk menyuntikan obat penawar kepada tubuh Rico asli. Awalnya Rico palsu keberatan dan meminta Rico asli untuk mencari seorang ahli dalam dalam suntik menyuntik.


Namun karena krisis kepercayaan yang Rico asli alami, membuat anak presiden itu lebih meminta Rico palsu yang melakukannya. Tentu saja itu semua dengan didampingi dan arahan dari Rico asli yang memang banyak mengetahui tentang dunia medis. Rico paslu pun akhirnya mau melakukannya, karena tidak tega.


Rico palsu sendiri masih tetap menjalani misi yang dia miliki. Melihat salah satu sisi jam yang melingkar di tangannya menunjukan warna bercahaya, membuat anak muda itu yakin, kalau sebentar lagi dia pasti akan menemukan jalan untuk pulang. Maka itu Rico palsu tidak menghentikan misinya begitu saja.


Namun dalam menjalani misi, Rico selalu melakukan penyamaran. Sama seperti malam ini, dengan menggunakan lensa mata, kumis tipis dan jambang palsu, Rico sedang menemui seorang wanita yang dia kenal melaluai aplikasi kencan. Mereka juga melakukan pertemuan di lokasi yang tidak jauh dari tempat persembunyian Rico asli. Tepatnya di kediaman si wanita yang mengajak Rico untuk kencan.


"Coba anda buka baju sekarang, Tuan? Aku sudah sangat penasaran, sebau apa tubuh anda, apakah benar benar sangat asam?" usul teman kencan yang mengaku bernama Navata. Sejak awal pertemuan, wanita itu memang sudah menunjukan gerak gerik kalau wanita itu sangat berhasrat. Apa lagi beberapa kali dia mengendus dan mengarahkan lubang hidungnya ke arah Rico, karena kebetulan mereka duduk bersebelahan.


"Baiklah," jawab Rico dengan senang hati, langsung mengabulkan permintaan wanita cantik tersebut. Dengan santai, Rico langsung melepas jaket dan kaos yang dia pakai. Navata terlihat sanggat kegirangan begitu Rico memamerkan bulu ketiaknya. Tanpa basa basi, wanita itu langsung mengarahkan lubang hidungnya ke arah bulu yang agak basah tersebut.


"Hmm ... gila! Ini sih bau ternikmat dari tubuh pria yang pernah aku cium," Navata terlihat sangat menyukainya. Dia benar benar seperti orang yang kecanduan saat menghirup aroma tubuh yang sangat bau asam itu.


"Biar lebih enak, biarkan aku berbaring dulu deh, agar kamu lebih puas menghirup kedua tempat berbuluku," Rico memberi saran dan tentu saja Navata sangat setuju. Navata meminta Rico berbaring di atas kasur busa, yang ada di dekat tempat mereka duduk. Kasur busa itu tergeletak di depan televisi dan biasa digunakan untuk rebahan sambil menikmati acara televisi.


"Itu bulu di bawah perut, baunya juga enak loh, kamu nggak mau nyoba menghirupnya?" Rico kembali memberi usulan kepada wanita yang saat ini duduk di atas perutnya. "Namun sebelum itu, kamu buka semua pakaian kamu deh. Aku kan pengin lihat juga punya kamu."


"Kamu cantik sekali, Sayang," puji Rico dan hal itu membuat Navata begitu bahagia. Sebelum wanita itu membuka celana Rico, pemuda itu meminta agar wanita itu mendekat ke arahnya. Dengan lincah, tangan Rico mulai bergerilya memegangi bagian tubuh wanita yang sering menjadi daya tarik kaum pria. "Benar benar barang yang sangat bagus."


"Kamu suka?" tanya Navata yang terlihat sangat menikmati sentuhan yang Rico lakukan pada bagian bagian tubuhnya.


"Suka dong, barang sebagus ini, masa aku nggak suka," jawaban yang semakin menaikan hasrat Navata. Tangan wanita itu juga sudah mulai menggerayangi celana Rico. "Ya udah sekarang kamu nikmati dulu isi celanaku ya? Sampai kamu puas, sayang."


Wanita itu tidak menjawab. Tapi senyum sumringah yang dia tunjukan dan gerakan tubuh yang dia lakukan, menandakan kalau Navata tidak menolak permintaan pria yang mengaku bernama Alindo. Rico memang selalu memakai nama Aliando, saat menemui teman kencannya yang dia dapat dari aplikasi. Rico hanya terbaring pasrah dan membiarkan Navata melakukan segalanya dengan sesuka hati.


"Akhh~" rintihan kenikmatan keluar dari mulut keduanya saat ini. Setelah puas mencium aroma bulu dan memainkan isi celana Rico, Navata langsung memasukan isi celana pria yang sedang terbaring pasrah, ke dalam lubang nikmatnya sendiri. Rintihan itu keluar begitu isi celana Rico mulai memasuki lubang nikmat milik Navata sampai semuanya masuk tanpa sisa.


"Enak banget, Sayang," racau Navata begitu wanita itu menggerakan tubuhnya naik turun. Rico hanya menyeringai karena pria itu juga sedang merasakan hal yang sama. Setelah misi ini berhasil, entah keajaiban apa lagi yang akan Rico dapatkan, dan hal itulah yang paling dinantikan oleh pria muda tersebut.


Tanpa terasa sudah tujuh hari dua Rico bersembunyi dan berita tentang Rico masih menjadi topik utama diberbagai media pemberitaan. Semua masih sibuk mencari keberadaan Rico dan Dokter Frisian. Keluarga sang dokter pun sudah didatangi oleh pihak pemerintahan uuntuk dimintai keterangan. Tapi keluarga Dokter Frisian maupun keluarga orang orang yang hilang bersama Frisian, tidak memberikan keterangan apapun karena mereka juga tidak mengetahui keradaaan orang orang yang mereka kenal.


"Bagaimana ini, Tuan Belgio? Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya salah satu anggota Angsa putih kepada pemimpin barunya. Sejak Dokter Frisian menghilang, jabatan pemimpin kelompok Angsa putih langsung berpindah kepada satu satunya nama orang yang paling penting dalam kelompok tersebut.


"Sepertinya kita harus mengambil tindakan secepatnya," ucap Tuan Belgio. "Sekarang, kumpulkan semua anggota ke markas, cepat! Kita akan segera menjalankan rencana yang sudah pernah kita bahas."


"Siap, Tuan!" sang anak buah langsung melaksanakan perintah pemimpinnya dan tidak butuh waktu lama, semua orang pendukung Angsa putih sudah berkumpul dalam satu ruangan yang sama. Tanpa mereka sadari, diantara mereka, ada dua orang asing yang menyusup dan menyamar sebagai anggota mereka.


...@@@@@@...