SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Dua Rico Bertatap Muka


Setelah melihat keadaan di depan ruangan tempat Rico asli di rawat, Rico palsu bersama dua wanita yang mengikutinya, langsung melangkah memasuki ruangan tersebut. Karena dua orang anak buah Piero sudah pergi, jadi ketiga orang itu dengan mudah masuk ke dalam ruangan, dimana hanya ada Rico asli dalam ruang rawat inap tersebut.


"Sekarang tempat mana yang bisa aku jadikan tempat untuk bersembunyi?" tanya Soraya beberapa saat kemudian setelah mereka melihat keadaan Rico asli.


Bukannya langsung menjawab, Rico palsu malah mengambil ponsel dalam sakunya dan menghubungi seseorang. Dari pembicaraannya yang terdengar, Soraya dan Letizia hampir memikirkan hal yang sama yaitu kampung perawan.


"Apa kamu akan memintaku, untuk tinggal di kampung perawan?" tanya Soraya begitu Rico mengakhiri sambungan telfonnya.


Dengan sangat yakin, Rico menganggukan kepalanya. "Hanya di sana, tempat yang paling aman untuk bersembunyi. Saya jamin itu. Saya udah membicarakan dengan kepala kampung perawan dan dia bersedia untuk membantu."


Soraya tidak bereaksi. Matanya langsung menatap pria yang terbaring tak berdaya diatas brangkar. "Kalau memang itu yang terbaik buat saya, baiklah," ucapnya, lalu dia menatap tajam ke arah Rico. "Tapi saya meminta, tolong jaga dia baik baik. Karena nasib negara ini ada pada tangan anak presiden."


Dengan sangat yakin, Rico palsu kembali menganggukan kepalanya. Dalam hati, Rico juga menaruh harapan pada anak presiden itu. Rico berharap dia memiiliki peluang untuk menemukan jalan pulang dengan adanya Rico asli bersamanya saat ini.


Hingga tiga hari kemudian, Soraya kini sudah berada di kampung perawan. Rico sendiri masih membantu Letizia menjajakan roti dan juga menjaga Rico asli di malam hari. Rico juga sempat mendengar berita kalau dirinya sedang dicari banyak media karena keberaniannya menyelamatkan gedung rumah sakit dari serangan *******.


Malam ini, Rico terlihat sedang terbaring di atas sofa. Tentu saja dia berada di dalam ruangan, dimana Rico asli berada saat ini. Rico sedang menatap jam tangannya. Karena masalah Rico asli, Rico palsu sejenak melupakan misi yang dia dapatkan dari sistem. Banyak yang Rico pikirkan saat ini, termasuk sistem yang dia jalani.


Rico membuka tas slempangnya dan merogoh botol parfum dimana, botol itulah yang menjadikan Rico merasakan keajaiban di dalam hidupnya. "Jika aku semprotkan parfum ini kepada anak presiden dan memerintahkan seorang wanita untuk menghirup aromanya, apa Rico akan cepat pulih sepertiku?" gumamnya.


Pikiran tersebut melintas begitu saja saat memikirkan keadaan Rico asli yang sudah tiga hari tapi tidak ada tanda tanda kalau dia tersadar. Saat itu juga benak Rico sedang bertarung, antara meyemprotkan botol parfumnya ke tubuh Rico asli atau tidak. Hingga beberapa saat kemudian, Rico palsu menyeringai dan dia bangkit dari berbaringnya.


Setelah bergumam, Rico lantas membuka botol parfumnya dan bersiap untuk menyemprotkannya. Namun gerakan tangan Rico terhenti saat matanya menangkap sebuah gerakan yang berasal dari tubuh anak presiden. Rico palsu sontak terdiam tidak berkutik. Bahkan matanya nyaris tidak berkedip, saat menatap mata Rico asli yang sepertinya akan terbuka.


Rico palsu mematung dengan dada yang bergemuruh. Anak muda itu bahkan tidak kepikiran untuk memanggil dokter karena segala fokusnya tertuju pada anak presiden yang mulai sadar. Perlahan namun pasti, Rico asli membuka matanya dan saat melihat orang untuk pertama kali, mata Rico asli membulat seketika.


"Nggak usah kaget," ucap Rico palsu dengan sikap yang dibuat santai. "Aku akan memanggil dokter," katanya lagi dan dia segera memencet tombol khusus yang ada di sana sebagai tanda kalau diruangannya memnbutuhkan seorang dokter.


Meski banyak pertanyaaan di dalam benaknya, Rico asli saat ini tidak bisa melakukan apa apa. Selain tubuhnya yang tidak berdaya, pria muda itu juga sadar diri kalau saat ini dia masih lumpuh dan tidak bisa bicara. Bahkan saat sang dokter dan suster datang, mata Rico asli terus menatap Rico palsu dengan berbagai pertanyaan dalam kepalanya.


"Keadaannya sudah cukup stabil," ucap Sang dokter. "Saya harap, secepatnya, Tuan Rico cepet pulih seperti dahulu lagi. Sebelum Tuan lumpuh dan kehilangan suaranya."


"Apa penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan dengan obat, Dok?" tanya Rico palsu.


"Sebenarnya bisa, tapi kita belum menemukan obat yang cocok. Biar bagaimanapun, kelumpuhanm dan kebisuan yang dialami Tuan Rico, adalah sebuah kesengajaaan yang dilakukan oleh oknum, dan obat untuk memulihkannya sangat sulit didapatkan," ucap sang dokter.


Rico palsu hanya mengangguk sebagai tanda kalau dia mengerti. Begitu dokter pergi, Rico palsu berdiri di tepi brangkar dengan menatap Rico asli yang juga sedang menatapnya. "Tenang aja, aku pastikan akan membuat kamu sembuh, karena aku berharap bisa menemukan jalan pulang dengan kesembuhan kamu."


...@@@@@...