SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Mengelabui Wanita itu


Klutak!


"Suara apa itu?" pekik seorang wanita dengan wajah terkejut sambil menoleh ke arah kamar dimana Rico berada. Tatapan wanita itu begitu menyelidik sampai keningnya berkerut. "Apa mungkin di rumah ini ada tikus?" wanita itu nampak bermonolog. "Mungkin saja,di rumah ini memang ada tikus."


Wanita itu kembali menatap layar ponselnya sambil menunggu si pemilik rumah yang sedang pergi membeli makanan. Wanita itu asyik berdendang menirukan sebuah lagu yang sedang dia putar. Namun lagi lagi dia harus terusik dengan suara yang sangat keras.


Brak!


"Astaga!" wanita itu terlonjak kaget. Kepalanya kembali menoleh ke arah kamar yang saat ini menjadi gelap. "Apa ada hantu?" wanita itu kembali bermonolog dengan mata yang terus menatap ke arah kamar yang sama. Di saat itu juga dia kembali dibuat terkejut dengan pintu yang terbuka dengan cepat.


Brak!


"Akhh!" wanita itu berteriak kencang. Wajahnya seketika terlihat sedikit pucat dengan nafas yang sudah terlihat kembang kempis dengan jelas. Sepertinya wanita itu merasa penasaraan meski tidak bisa dipungkiri kalau dia juga sangat ketakutan. Wanita itu bangkit dari duduknya dan melangkah sangat pelan dengan tatapan waspada menuju kamar yang gelap.


Jantung wanita itu berdegup semakin kencang. Dengan segenap keberanian yang dia miliki, wanita itu terus melangkah maju. Hingga langkah kakinya sudah sampai di ambang pintu, langkah wanita berhenti. Hatinya sedikit ragu, antara ingin melihat keadaan dalam kamar atau pergi dari tempat itu saja.


Karena rasa penasaran yang lebih tinggi, wanita itu mennggerakan badannya dan melongokkan kepala untuk melihat ke dalam kamar. Keadaan kamar yang gelap, membuat wanita itu tidak melihat apapun di dalamnya. Namun beberapa detik kemudian, mata wanita itu membelalak.


"Akhh! Setan!"


Brugg!


Wanita itu langsung pingsan saat itu juga. Padahal benda yang dia lihat adalah kursi roda yang sengaja Rico dorong agar bisa bergerak maju. Kursi roda yang bergerak itu sukses membuat si wanita tidak sadarkan diri. Rico pun keluar dari pesembunyiaannya dan menghampiri wanita tersebut.


"Kamu mau main main sama orang rumah ini?" gumam Rico sambil tersenyum sinis. Dia lalu segera meraih tas wanita itu dan mengambil bungkusan yang tadi si wanita simpan. Rico juga mengamati sebuah kartu yang kemungkinan itu adalah kartu nama dan asal wanita itu. Bungkusan berisi bubuk itu langsung Rico masukkan ke dalam mulut si wanita hingga tepat berada di ujung tenggorokan.


Setelah itu Rico mengganti air yang tadi dicampur obat dengan air biasa. Rico pun secara perlahan memindahkan tubuh wanita pingsan itu ke atas sofa. Begitu semuanya telah selesai dan tidak terlihat mencurigakan, Rico kembali ke kamarnya.


"Loh, dia tidur?" ucap Tuan Momogi beberapa menit kemudian, setelah pria itu kembali dengan menenteng bungkusan berisini makanan. Pria itu pun mendekat dan membangunan si wanita. "Wahh, kamu menunggu makanan sampai ketiduran, Nona?"


"Hantu? Lidah pahit? Maksud kamu apa, Nona?" Tuan Momogi tentu saja terlihat heran dengan tingkah wanita itu.


"Tadi di kamar itu ada hantu, Tuan," balas wanita itu dengan wajah kembali terlihat takut dan panik.


Sedangkan kening Tuan Momogi langsung berkerut dengan mata menatap ke arah kamar yang digunakan oleh Rico. "Hantu apa? Nggak ada lah."


"Serius, Tuan. Tadi kamar itu gelap terus banyak suara sama ada benda yang bergerak sendiri," wanita itu menjelaskan dengan penuh rasa takut.


Tuan Momogi lantas tersenyum. "Sepertinya kamu terlalu lapar, jadi saat tidur tadi kamu mimpi buruk. Sudah, sekarang kita makan ya?"


"Tapi aku serius, Tuan, tadi di kamar itu ada hantu," wanita itu masih mencoba meyakinkan. Namun di saat bersamaan, kepala wanita itu mendadak merasa pusing dengan pandangan yang tidak jelas. "Kenapa kepalaku jadi pusing begini."


Tuan Momogi kembali merasa heran. "Kenapa lagi?"


"Nggak tahu, Tuan. Kepalaku sakit," wanita itu sampai memegangi kepalanya. Namun tak lama kemudian Tuan Momogi dibuat terkejut karena wanita itu langsung tidak sadarkan diri dalam pangkuannya.


"Nona, Nona!" Tuan Momogi mencoba membangunankan wanita itu dengan mengegerakan tubuhnya.


Melihat si wanita tidak sadarkan diri, Rico yang sedari tadi mengawasi dari dalam kamar langsung keluar, menunjukan dirinya. "Dia hanya tertidur karena obat tidur yang dia minum, Tuan."


"Obat tidur?" Tuan Momogi kembali dibuat terkejut dengan apa yang dikatakan Rico.


"Sepertinya dia mempunyai niat buruk dengan mendekati anda," Rico menyerahkan sebuah kartu kepada Tuan Momogi.


Begitu Tun Momogi membaca kartu tersebut, matanya seketika membulat. "Ternyata ini kerjaan Tuan Jolly. Sialan."


...@@@@@...