SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Mungkinkah?


"Gimana? Informasi apa yang kamu dapatkan?" ucap seorang pria kepada anak buahnya yang baru saja datang dan menghampiri tempat keberadaan pria itu. Sejak pria itu dan rombongan sampai di suatu tempat, mereka dibuat tercengang dengan apa yang mereka lihat di tempat tujuan mereka. Maka itu, pria yang menjabat sebagai orang penting dalam suatu kelompok itu, memerintahkan salah satu anak buah untuk menyelidikinya.


"Di sana saat ini tidak ditemukan satu orangpun, Tuan," jawab si anak buah dengan ekpresi sedikit serius. Tapi jawaban tersebut membuat dua orang yang berada dalam satu mobil, langsung menunjukkan ekpresi terkejutnya.


"Tidak ditemukan satu orang pun? Bagaimana bisa?" tanya orang yang sama dengan suara yang cukup lantang. Tatapannya jelas sekali kalau dia tidak yakin dengan apa yang dia dengar saat ini. "Kamu tanya baik baik, kan?"


Sang anak buah mengangguk. "Tentu saja saya bertanya dengan baik baik dan sangat hati hati. Bahkan saya mengaku kalau saya berasal dari tempat ini, Tuan."


"Kalau para aparat tidak menemukan satu orangpun di sana, lalu Rico dan Frisian kemana?" gumam pria tersebut dengan mata menatap ke arah sebuah bangunaan yang akan mereka datangi. "Apa mungkin Frisian punya rencana lain?"


Seorang pria lain yang duduk di sebelah pria itu nampak ikut berpikir juga sambil memegangi alat kemudi mobil. Tatapan pria tersebut juga searah dengan tatapan rekannya saat ini. "Mungkin orang orang Angsa putih membawa Rico ke suaatu tempat rahasia. Coba Jolly, kamu pikirkan, kira kira tempat mana yang kemungkinan besar menjadi tempat persembunyian orang orang dari Angsa putih?"


Pria yang dipanggil Jolly langsung melakukan perintah rekannya sekaligus ketua dari kelompok Bintang merah yang akrab dipannggil Tuan Alkano. "Apa mungkin, mereka pergi ke markas?" duga Tuan Jolly agak ragu.


"Mana mungkin," Alkano langsung membantah. "Pemerintah sudah mengetahui letak markas Angsa putih. Kalau Frisian datang ke sana, kemungkinan mereka langsung ditangkap."


Jolly langsung menganggukan beberapa kali sebagai tanda kalau apa yang diucapkan rekannya bisa saja benar. "Lalu mereka pergi kemana? Nggak mungkin kan? Kalau mereka memiliki markas rahasia?"


Alkano sontak menyeringai. "Kamu itu bodoh atau gimana, Jolly. Mana mungkin mereka tidak memiliki markas rahasia. Kita saja memiliki tiga markas utama."


Jolly seketika tercengang, tapi beberapa detik kemudian pria yang usianya tidak muda lagi itu langsung terbahak. "Hahaha ... benar juga. Kenapa saya jadi bodoh banget seperti ini sih."


Kedua orang penting dalam satu kelompok yang diberi nama Bintang merah sontak terbahak bersama. Di saat itu juga mata mereka menangkap kedatangan Bulan biru. Namun yang membuat mereka cukup terkejut sampai suara tawa keduanya menghilang, mereka juga melihat kelompok Angsa putih yang baru saja mereka bicarakan.


"Loh, itu kan orang orang dari Angsa putih, kenapa mereka ada di sini?" satu pertanyaan langsung keluar dari mulut Jolly karena tidak kuasa menahan heran melihat kedatangan kubu sang musuh. "Apa mereka sedang bersandiwara?"


"Bisa jadi itu! Apa kita menemui mereka saja?" usul Alkano. "Sepertinya orang orang Bulan biru juga hendak berbincang dengan orang dari Angsa putih."


"Ya udah, ayok kita keluar." Tanpa ada perbincangan lagi, mereka segera keluar dari mobil dan melangkah sedikit lebih cepat ke arah orang orang penting dari dua kelompok, yang sedang berbicara di samping mobil milik anggota Angsa putih.


"Ini, kenapa kalian terlihat tegang banget? Apa terjadi sesuatu?" Alkano langsung melempar pertanyaan begitu langkah kaki mereka semakin mendekati orang orang dari kubu lain.


"Loh, anda tidak mengetahui hal itu? Apa Anda buta?" Jolly malah ikutan dibuat kesal setelah mendengar penuturan dari Piero, orang penting dari kelompok Bulan biru. "Sudah sangat jelas bukti yang kita lihat. Jelas sekali Rico siaran langsung menggunakan akun milik Frisian, masa anda tidak tahu?"


"Saya tahu, sangat tahu kalau itu," ucap orang dari Angsa putih dengan suara lantang. "Tapi sampai detik ini, saya tidak bisa menghubungi ponsel Frisian sama sekali. Kalau masalah picik, bukankah kalian juga sama sama picik? Lalu apa bedanya?"


"Hahaha ..." Piero mengeluarkan suara tawanya. Entah apa maksud pria itu tertawa, yang jelas bagi dua kelompok saingan Piero, apa yang dilakukan pria dari Bintang biru itu terlihat sangat aneh. "Ya, wajar saya mengatakan Angsa putih terlalu picik, karena saya yang lebih dahulu menemukan Rico. Harusnya Rico itu berada dipihak saya, bukan dipihak kalian!"


"Apa! Anda yang menemukan Rico?" ucapan yang keluar dari mulut Piero, terdengar sangat mengejutkan bagi Tuan Jolly. "Apa tidak malu, anda mengaku seperti itu?" Jolly langsung menuding Tuan piero, dan sikap itu sukses membuat Piero terperangah.


"Loh, memang kenyataannya seperti itu!" Piero tak mau kalah. "Saya yang menemukan tubuh Rico di tepi pantai. Gara gara seorang pengkhianat, Rico dibawa kabur dan kembali ke kota. Apa anda butuh saksi?" tantang orang penting dari kelompok Bulan biru itu dengan suara yang sangat lantang.


"Hahaha ..." meskipun terkejut, tapi Tuan Jolly malah terbahak karena menurutnya, Piero hanya membual saja. "Ternyata anda sangat pandai dalam mengarang cerita, Tuan Piero, Hahaha ..."


"Apa maksud anda?" Piero terlihat tidak terima karena suara tawa yang keluar dari mulut Jolly sungguh sangat meremehkan dirinya.


"Ya wajar kalau kita menertawakan, apa anda katakan barusan," kali kini giliran Alkano yang bersuarw. Pemimpin dari kelompok Bintang merah itu, tadi sempat ikut tertawa bersama rekannya. "Asal anda tahu Tuan Piero, Tuan Jolly lah yang menemukan Rico bersama orang orang kampung."


"Apa!" Piero memekik dengan suara lantang. "Hahaha ... pasti kalian yang mengarang cerita kan? Pakai membawa nama warga kampung segala," dengan enteng Piero langsung mencibirnya.


"Loh, kenyataannya memang seperti itu," Tuan Jolly kembali bersuara. "Bahkan banyak bukti yang saya miliki. Kalau anda tidak percaya, silakan anda datang ke kampung perawan, anda tanyakan pada Tuan Momogi dan warga kampung sana, tentang kebenaran Rico yang saya temukan, silakan." Mendengar hal itu semua, Piero semakin dibuat terperangah.


"Tunggu dulu, tunggu dulu," kini orang dari Angsa putih yang sedari tadi diam, kembali mengeluarkan suaranya, meski dia sendiri juga sedang terjebak dalam kebingungan. "Kalian sama sama mengaku telah menemukan Rico. Apa mungkin Rico itu ada dua?"


"Mana mungkin!" Tiga orang yang berada disana langsung membantahnya dengan sangat lantang.


"Kalau tidak mungkin, kenapa kalian saling ngotot dan sangat yakin telah menemukan Rico? Nggak mungkin tubuh Rico terbagi menjadi dua, bukan? Apa lagi kalian sama sama memiliki saksi. Bagaimana? Bisa saja kan, kalau Rico memang ada dua orang?"


Tiga orang dari dua kubu yang berbeda sontak terbungkam dan apa yang diucapkan oleh kubu Angsa putih, membuat benak mereka menjadi bertanya tanya. "Apa benar ada dua Rico di Negara ini?"


...@@@@@@...