
"Apa benar Rico sudah sembuh?" gumam pria yang saat ini sedang termenung di ruang kerjanya. Pria berusia empat puluh lima tahun itu, sedang termenung sembari menatap kotak yang berisi bebarapa botol cairan. Kabar yang baru saja dia dengar, benar benar membuat pria itu masih dalam rasa terkejut dan juga penasaran.
Setelah tamunya pergi, pria yang lebih dikenal sebagai dokter dan profesor tersebut, masih kurang yakin dengan berita yang dibawa musuhnya. Namun dalam sisi benak yang lain, ucapan musuhnya terlihat sangat meyakinkan, sampai membuat pria bernama Frisian itu terus memikirkannya. Belum lagi tawaran kerja sama yang dilayangkan musuhnya, hal itu membuat pria itu semakin menaruh rasa curiga, pada musuhnya tersebut.
Bagaimana mungkin seorang musuh dengan tenangnya mendatangi kediamannya dan dengan wajah tanpa berbosa, dia mengajak untuk bersekutu. Bukankah itu sesuatu yang aneh dan pantas untuk diragukan? Frisian meyakini kalau tujuan Jolly datang ke rumahnya pasti karena ada maksud lain yang menguntungkan bagi pihak Tuan Jolly sendiri
"Apa mungkin, Jolly diutus Alkano untuk mendapatkan obat obatan ini?" gumam Frisian saat matanya kembali menatap kotak yang berisi botol kecil dan dalam botol kecil itu ada cairan khusus yang memang berfungsi untuk obat penawar. Frisian pun menyeringai. "Aku tahu, pasti mereka mengincar obat ini dengan menyebarkan berita kalau Rico sudah sembuh. Hahaha ... apa mereka pikir aku sangat bodoh? Hahaha ..."
"Daddy ngapain ketawa sendiri?" suara seorang tiba tiba terdengar di ruangan itu, sampai pria yang sedang tertawa, berangsur angsur menghilangkan suara tawanya. Mata pria itu menatap ke arah sumber suara, yang tak lain adalah putri dari Frisian. Wanita itu mendekat dan menghambiri pria yang dia panggil Daddy. "Sepeertinya Daddy sedang bahagia?"
"Tentu!" jawab Frisian dengan sangat antusias. "Daddy benar benar sedang sangat bahagia," ucapnya dengan wajah ceria. "Rebeca, apa kamu sudah dengar kalau Rico sekarang ada di kota ini?"
Wanita yang dipanggil Rebeca sontak mengerutkan keningnya. "Rico? Apa Rico sudah ditemukan?" wanita itu malah melemparkan sebuah pertanyaan, sebagai tanda kalau dia terkejut dengan berita yang baru saja didengar dari ayahnya.
Frisian mengangguk. "Daddy dengar dari musuh Daddy, katanya Rico sudah ditemukan dan dia kabur ke kota ini. Tapi ada informasi yang membuat Daddy ragu, katanya Rico sudah bisa berbicara."
"Apa!" pekik Rebeca kembali dibuat terkejut. "Bagaimana bisa?"
"Maka itu, Daddy juga tidak yakin," balas Frisian. "Apa kamu mau membantu Daddy buat menyelidikinya?"
"Menyelidiki bagaimana, Dad?"
"Bukankah kamu ingin menyerahkan mahkota kamu kepada Rico? Daddy yakin, jika Rico memang sudah kembali ke kota ini, pasti dia akan kembali merenggut mahkota para wanita bukan? Kamu pasti tahu, dimana kamu harus mencari informasi tersebut?"
Kening Rebeca kembali berkerut dengan otak yang tentu saja sedang bekerja. Wanita itu jelas sangat tahu jika menerima tugas dari ayahnya, dia harus pergi kemana. Apa lagi yang dikatakan ayahnya benar, dia ingin menyerahkan mahkota wanitanya kepada anak presiden itu. Namun di sisi lain, wanita itu sebenarnya sangat ingin bertemu dengan laki laki yang memiliki bau badan yang sangat asam.
Sebenarnya, Rebeca sudah sempat berkirim pesan chat melalui aplikasi kencan dengan seorang pria yang katanya memiliki tubuh dengan bau asam keringat. Bahkan mereka sudah mendapat janji untuk ketemu. Namun satu hari ini, pria itu belum memberinya kabar setelah mereka melakukan chat semalam. Tanpa Rebeca sadari kalau pria yang berkirim chat dengan Rebeca adalah pria yang memiliki wajah, sama persis dengan anak presiden.
Ya, semalam, saat Rico sedang menemani Letizia berbelanja, pria itu memang sempat mencari teman kencan untuk menjalankan misinya. Setelah menemukan akun wanita yang menyukai bau asam keringat, Rico sempat berbalas chat beberapa saat. Namun chat itu tak berlanjut karena banyak kegiatan yang dilakukan Rico hari ini.
Salah satu yang dilakukan Rico adalah, dia sedang menyusun rencana bersama Rico asli. Di saat itu itu juga di ruang rahasia, Rico asli menunjukan foto wanita muda, putri dari Tuan Frisian. Nama wanita itu Rebeca dan dia sangat terobsesi pada Rico asli. Kata kata itu tertera pada layar komputer hasil ketikan dari Rico asli.
Rico asli tersenyum sinis, lalu dia kembali berkata melalui ketikan kalau Rico asli memang sempat menyukai wanita itu. Tapi sayang, rasa suka itu berubah jadi benci saat Rico mengetahui tentang penyebab dirinya lumpuh dan bisu. Rebeca, orang yang pertama memberi racun pada Rico. Dari kejadian itu pula, Rico asli mengetahui sifat dokter Frisian yang sebenarnya.
"Apa dia menyukai bau asam keringat dari tubuh pria? kalau iya, maka aku akan semakin semangat untuk menangkapnya," ucap Rico palsu. Rico asli pun menggeleng dan mengatakan melalui ketikan kalau dia tidak tahu tentang hal itu. "Baiklah, karena sudah tidak ada yang perlu kita bahas, sebaiknya kita pulang. Kita bicarakan lagi rencana kita nanti di rumah."
Rico asli langsung setuju. Setelah mematikan semua perangkat yang ada di sana, kedua pria berwajah kembar itu langsung meninggalkan ruang rahasia dengan misi lainnya. Dengan tekad yang kuat, kedua pria itu harus bisa mengalahkan tiga kelompk besar dengan cara mereka sendiri.
Selang beberapa jam kemudian.
"Kalian darimana saja sih? Kok baru pulang?" sungut Letizia begitu dua pria berwajah kembar telah sampai di tempat tujuan mereka.
"Jangan marah marah," ucap Rico palsu dengan santainya, lalu dia menyerahkan salah satu tas milik Rico asli kepada wanita itu. "Nih, buat kamu, dari anak presiden."
"Apa ini?" tanya Letizia dengan wajah yang masih terlihat kesal. Namun tasa kesal itu langsung menghilang begitu dia melihat isi dari dalam tas yang dia pegang. "Astaga! Banyak banget!" seru Letizia yang kini wajahnya menunjukkan rasa takjub. "Ini serius buat aku?"
"Ya seriuslah, katanya biar kamu nggak marah marah terus sama Rico," jawab Rico palsu yang kini sudah duduk di sofa ruang tamu.
"Ya ampun siapa yang marah marah sama kamu sih, Ric?" Letizia langsung menunjukkan sikap manisnya. Wanita itu bahkan sampai berjongkok menghadap Rico asli dengan wajah yang sangat ceria. "Aku tuh nggak marah sama kamu, cuma perhatian. Ighh gemas deh."
Kedua pria kembar yang ada di sana, hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali melihat sikap Letizia yang berubah jadi manis dan hangat setelah mendapat sejumalah uang dari Rico asli. Bersamaan dengan itu juga, Rico palsu baru membuka memeriksa ponselnya dan dia cukup terkejut saat ada pesan masuk dari aplikasi kencan. Rico langsung membalas pesan tersebut.
"Aku pergi sebentar ya? Aku mau menemui seseorang dulu," ucap Rico setelah dia berbalas chat dengan seseorang.
"Pergi yang lama juga nggak apa apa, agar aku bisa berduaan dengan Rico yang ini," balas Letizia dengan wajah yang masih berbinar.
"Hahaha sialan. Terserah kamu aja deh," Rico pun bergegas pergi dari rumah itu, dan kemungkinan Rico akan sangat terkejut setelah tahu siapa yang akan dia temui nanti. Begitu juga dengan pihak yang akan ketemu dengan Rico malam ini.
...@@@@...