
Makan malam pun tiba....
Semua nya berkumpul, kecuali Steven dan William, mereka dalam perjalanan.
"Al, mama dan papa kemana sih? kok gak bisa kakak hubungi? " tanya Eva.
"Aku juga gak tahu kak, aku jarang di rumah. " jawab Aldo.
"Loh kenapa? terus kamu tinggal di mana donk? " tanya Eva.
"Di rumah teman kak, aku males tinggal di rumah. " jawab Aldo kesal.
"Kamu tuh ya... " ucap Eva yang tidak tahu mau bicara apa.
Lucifer, Aris dan Hendra baru keluar dari ruangan menghampiri meja makan yang sudah terhidang banyak makanan.
mereka duduk bersama, Lucifer duduk di samping Eva.
"Hallo semua nya, sorry kita berdua terlambat. " ucap Steven.
Steven dan William baru tiba, langsung mengambil posisi duduk.
"Hey calon pengantin. " sapa Steven memukul kecil bahu sahabat nya.
"Kenapa kalian lama? " tanya Lucifer.
"Biasa lah, pekerjaan kami sedang banyak-banyak nya, hehehehehe. " ucap Steven.
"William, bagaimana urusan kantor? " tanya Lucifer.
"Tidak ada masalah tuan. " jawab Steven.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
"Karena semua nya sudah datang, makanan nya juga sudah di hidang kan, mari kita makan. " ucap Lisna.
"Mama, di sini banyak om ganteng, heheheheh. " ucap Santi adik Lisna.
"Iya, siapa di antara om ganteng ini yang jadi pacar kak Lisna? " tanya Jody.
"Jody??? " Lisna menjadi salah tingkah.
"Diantara kami semua, kecuali om Adam, siapa yang menurut kamu bisa jadi pacar kakak kamu? " tanya Steven.
"Steven....." lirik Lisna merasa salah tingkah.
"Semua nya sih ganteng ya, tapi aku lebih milih kakak(Steven), hehehehehe" jawab Santi.
"Hahahahahahaha. " semua nya ikut tertawa, sementara Steven jadi canggung.
Mereka melanjutkan makan nya, tanpa suara obrolan, yang ada hanya suara sendok dan piring.
.
.
.
.
.
.
"Tuan, kapan kita serang markas Lucifer, kami sudah mengumpulkan banyak anak buah? " tanya Jefry.
"Apa kau melihat ada Lucifer di sana? " tanya Richard.
"Tidak ada tuan" jawab Jefry.
"Jangan terburu-buru Jefry, Lucifer itu pintar, aku rasa dia sedang berusaha menjebak kita lagi. " jawab Richard.
"Lalu apa yang akan kita lakukan? " tanya Jefry.
"Kita tunggu saja dulu, sambil kumpulkan informasi dari lokasi nya. " ucap Richard.
"Baik tuan." jawab Jefry.
"Lama sekali untuk membalas dendam, aku rasa Richard hanya takut dan berusaha menghindar saja. " gumam Jefry.
.
.
.
.
.
"Kalian tidur lah, besok pasti akan menjadi hari yang sangat lelah dan sibuk. " ucap mama Lisna.
"Nyonya dan tuan juga segera beristirahat. " ucap Lucifer.
"Jangan panggil kami tuan dan nyonya donk, kesan nya gimana gitu. " ucap mama Lisna.
"Kalau gak keberatan sih, panggil mama dan papa aja, hehehehe. " ucap nya.
"Tapi kamu jangan salah paham ya, kami tidak berniat untuk memperalat kamu, ini karena kami sudah menganggap Eva sebagai keluarga. " ucap papa Lisna.
"Baik lah, mama dan papa, kalian beristirahat lah. " ucap Lucifer.
"Oh ya, mmmmm.... kami memanggil mu apa? " tanya mama Lisna.
"Panggil saya Adam saja ma" jawab Lucifer.
"Baik lah Dam, hehehehe. " jawab mama nya.
"Kalau begitu kami tidur dulu ya, kamu juga, jangan begadang, okey.. " ucap papa Lisna.
Lucifer hanya mengangguk kepala nya.
Eva dan Lisna dalam satu kamar. Orang tua dan adik-adik nya Lisna di kamar sebelah nya.
Sementara Aris, Hendra, William, Steven dan Lucifer masih mengobrol di luar.
"Cieee..... yang mau nikah besok, ehemm... ehem..... " ledek Lisna.
"Apaan sih Lis" ucap Eva malu.
"Gak nyangka, akhir nya kamu nikah juga." ucap Lisna.
"Iya, aku juga masih sedikit tidak percaya. " ucap Eva.
"Tahu gak, aku tuh sangat senang banget, waktu Lucifer manggil mama dan papa sama mereka, seakan-akan aku tuh punya abang, hehehehehe. " ucap Lisna.
"Aku juga senang, kita kan keluarga." ucap Eva memeluk Lisna.
"Udah ah... boboks yuks... " ajak Lisna.
*************************
"Apa semua nya sudah siap? " tanya mama Lisna.
"Udah ma" jawab Eva.
"Nanti jangan salah ngucapin janji suci pernikahan nya ya Va. " ucap mama Lisna.
"Iya ma, hhhuuffff. " ucap Eva membuang nafas nya.
"Kamu harus tenang, jangan gugup. " ucap nya lagi.
Semua nya saling sibuk.....
"Waw.... teman kita yang paling tua ini akhir nya akan menikah juga hari ini, hahahahhaha. " ledek Steven.
"Pppuufftt... " semua menahan tawa nya.
"Diam kau Steve" ucap Lucifer.
"Kau juga sangat tampan William." ucap Steven melihat William.
"Hahahahaha, akan lebih senang sekali kalau yang memuji ku adalah wanita. " ucap William.
"Tenang saja, pasti banyak yang akan memujimu di luar sana." ucap Steven.
"Tuan, mari kita berangkat. " ucap Aris.
"Va, ayuk. " ajak Lisna.
"Iya." jawab Eva.
"Bunga nya jangan lupa di pegang Va. " ucap mama Lisna.
"Oh ya, hampir saja kelupaan, hehehehe." ucap Eva.
"Nih bunga nya. " Lisna memberikan bunga pengantin.
Lisna dan mama nya duluan ke gereja, sementara Eva menggandeng tangan papa Lisna masuk menuju altar.
Sementara Lucifer dan Romo Ignatius menunggu di altar sambil menatap Eva. Semua tamu undangan yang sederhana itu sudah berdiri menyambut kedatangan Eva.
Eva hanya menatap di hadapan nya, di tangan kanan nya sedang memegang bunga pengantin.
Eva sangat gugup dan panik, tapi tak di pungkiri dia juga merasa bahagia.
Papa Lisna memberikan Eva pada Lucifer di depan altar, dan segera mengucapkan janji suci di hadapan Romo Igantius.
.
.
.
.
" (MEMPELAI PRIA) dan (MEMPELAI PEREMPUAN), sungguhkah kalian dengan hati bebas dan tulus ikhlas hendak meresmikan perkawinan ini?" Tanya Romo Ignatius.
" Ya, sungguh." jawab Eva dan Lucifer bersamaan.
" Selama menjalani perkawinan nanti, bersediakah kalian untuk saling mengasihi dan saling menghormati sepanjang hidup?" tanya Romo Ignatius.
" Ya, saya bersedia." jawab Eva dan Lucifer secara bersamaan.
" Bersediakah kalian dengan penuh kasih sayang menerima anak-anak yang dianugerahkan Allah kepada kalian, dan mendidik mereka sesuai dengan hukum Kristus dan GerejaNya?" tanya Romo Ignatius.
" Ya, saya bersedia." jawab Eva dan Lucifer.
Untuk mengikrarkan perkawinan kudus ini, silakan kalian saling berjabatan tangan kanan dan menyatakan kesepakatan kalian di hadapan Allah dan GerejaNya.
Kedua mempelai saling berhadapan, berjabat tangan kanan, dan bergantian mengucapkan janji masing-masing, dimulai oleh mempelai laki-laki. Romo meletakkan stola di atas tangan mereka.
✜
Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya
(ADAM CAESARIUS RAMESES),
dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu
(EVA TASYALONA)
menjadi isteri saya.
Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang,
suka dan duka, sehat dan sakit,
dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.
Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya.
lucifer mengucapkan janji nya, dengan tegas, tenang dan berwibawa, walaupun sebenar nya dia sangat gugup.
Eva tak kuasa menahan air mata nya. Dia merasa sangat tersentuh dengan janji suci yang di ucapkan Adam.
✜
Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya
(EVA TASYALONA),
niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu
(ADAM CAESARIUS RAMESES)
menjadi suami saya.
Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang,
suka dan duka, sehat dan sakit,
dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.
Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya.
.
.
.
Eva pun berhasil mengucapkan janji suci nya. Dia berusaha menahan air mata nya yang hampir jatuh di pipi nya.
Lucifer memasangkan cincin di jari Eva, begitu juga Eva, memasangkan cincin pernikahan di jari Lucifer.
Lucifer membuka kerudung Eva, dan mencium kening nya.
Semua tamu, keluarga dan sahabat Eva dan Lucifer sangat berbahagia.
Dan akhir nya mereka sudah menyelesaikan acara nya dan berjalan dengan lancar. Tampak lega di wajah kedua mempelai pengantin..
.
.
.
.
.
.
.
LIKE.... VOTE..... LIKE.... VOTE