
“Oh ya sayang, mama dan papa ingin datang kesini. Kata nya mereka khawatir pada mu. Apa boleh?” tanya Steven.
“Kenapa tidak boleh? Mereka juga kan keluarga ku. Datang saja, aku pasti sangat senang.” Jawab Lisna.
“Terimakasih sayang. Aku sangat bersyukur sekali bisa memiliki mu.” Ucap Stev.
“Aku juga. Sudah lah jangan lebay, heheheh…..” Lisna merasa malu di gombalin Steven. Wajah nya memerah.
********
Beberapa bulan kemudian berlalu dengan cepat. Tidak ada masalah dan perlawanan dari pihak manapun.
Kandungan Eva pun sudah semakin mendekati persalinan. Hanya tinggal beberapa hari lagi. Dan Lucifer pun sudah menyiapkan waktu dan diri untuk menyambut kelahiran bayi kembar nya.
Karena Eva yang tidak suka dengan keadaan dan bau obat yang ada di rumah sakit, jadi dia tidak mau untuk rawat inap. Dia akan kesana kalau sudah mendekati masa nya.
Cleo dan Vicky pun ikut menjaga Eva dan mereka tinggal di rumah Mahesha. Tidak ada yang keberatan. Semakin ramai, Eva semakin suka. Di kelilingi dengan orang-orang yang menyayangi nya.
Semua perlengkapan bayi, mulai dari pakaian, popok dan bahkan ayunan bayi pun sudah lengkap.
Sesekali Isabella juga datang berkunjung kerumah Revand, untuk melihat keadaan Eva.
“Wah, sebentar lagi akan menjadi paman ya kamu.” Ucap Isabella sedang mengobrol dengan Revand setelah dari kamar Eva.
“Iya nih. Langsung punya dua keponakan. Aku sudah tidak sabar lagi.” Revand tersenyum tanpa henti.
Isabell senang melihat pria yang ada di hadapan nya tersenyum.
“Apa kau menyukai anak kecil Revand?” tanya Isabell.
“Tentu saja aku menyukai nya. Walaupun wajah ku seram seperti ini……
“Aku tidak menganggap wajah mu seram kok. Siapa yang bilang?” tanya Isabell memotong ucapan Revand.
“Kau tidak tahu saja siapa aku Isabell.” Gumam Revand melihat Isabell.
“Kau tidak seram, hanya jarang tersenyum saja. Yang seram itu……. tuan Adam.” Bisik Isabell.
“Ppppffthhh…….” Revand menahan tawa.
“Walaupun sebenar nya wajah nya juga sangat tampan. Tapi aura nya seram.” Ucap nya lagi.
“Hahahaha…… kalau Lucifer mendengar ini, apa yang akan dia lakukan.” Gumam Revand.
Tidak ada obrolan lagi. Mereka berdua diam. Tapi diam-diam Revand melihat Isabell yang masih tersenyum pada nya.
“Apa kau juga menyukai anak kecil Isabell?” tanya Revand.
“Yups. Aku sering bermain dengan keponakan ku. Kadang aku menculik nya dan mengajak nya bermain. Hahahahha…” ucap nya sambil tertawa.
Revand tersenyum.
“Revand..” panggil Isabell.
“Ya? Ada apa?” tanya Revand.
“Apa kau mau menikah dengan ku?” tanya Isabell yakin dan santai.
“Apa????” Revand terkejut dengan pertanyaan Isabell, merasa seperti tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.
“Kau bilang apa tadi?” tanya Revand.
“Aku tanya pada mu, apa kau mau menikah dengan ku? Kalau kau tidak mau….
“Aku mau.” Jawab Revand cepat.
“Benarkah?” tanya Isabell.
“Iya, aku sungguh-sungguh. Sebenar nya aku dari dulu ingin menanyakan itu, tapi aku….. aku masih ragu dan takut di tolak.” Ucap Revand gugup.
“Tch… pria seperti apa kau ini. Masa takut sebelum mencoba. Payah…” ledek Isabell.
“Tapi, apa… apa kau benar-benar mau menikah dengan ku kan?” tanya Revand untuk lebih meyakinkan lagi.
Isabell melihat nya dengan menganggukkan kepala nya.
“Baiklah. Kita akan menikah setelah adik ku melahirkan ya. Apa kau masih bisa bersabar kan?” tanya Revand.
“Iya tentu saja. Tapi kau harus bertemu dengan keluarga ku juga.” Pinta wanita yang baru saja menyatakan perasaan itu.
“Pasti. Aku pasti akan bertemu dan minta ijin pada nya untuk melepaskan mu pada ku.” Ucap Revand.
************
Malam hari Eva dan Lucifer berada di kamar setelah makan malam selesai.
Eva sedang berbaring di pangkuan Lucifer di atas tempat tidur. Membaca komik melalui ponsel nya. Dan Lucifer mengusap rambut isteri nya.
Tidak ada pembicaraan di antara mereka.
“Apa kau tidak khawatir sayang?” tanya Lucifer.
“Khawatir kenapa Dam?” Eva meletakkan ponsel nya.
“Sebentar lagi kau akan melahirkan.” Jawab nya.
“Tidak. Aku sudah siap, dan sangat siap.” Jawab Eva dengan yakin.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
“Sedikit.” Jawab Lucifer.
“Adam, apa nanti kau bisa menemani ku pada saat melahirkan? Aku butuh kau di sampingku.” Pinta Eva.
“Tentu, tanpa kau minta, aku akan menemani mu, di sisi mu.” Jawab Lucifer mengusap rambut Eva.
“Terimakasih sayang.” Ucap Eva tersenyum melihat suami nya yang berada di atas wajah nya.
“Baiklah sayang, ini sudah malam. Sini ponsel nya, jangan baca komik lagi. Segera tidur.” Lucifer meminta ponsel Eva yang masih di baca.
Eva memberikan nya tanpa protes. Dia tahu itu untuk kebaikan nya.
Lalu suami nya meletakkan di atas meja. Mereka memperbaiki posisi tidur yang nyaman.
Lucifer membuka kedua tangan nya agar Eva masuk dalam pelukan nya. Eva mengerti dan memang sudah menjadi kebiasaan nya tidur dalam pelukan Lucifer dalam satu selimut yang hangat.
***********
Lampu kamar yang dimatikan. Membuat suasana kamar mereka yang gelap.
Hingga pukul 02.25 pagi….
“Aduch…..Sssshhh….” Eva merasa kesakitan di bagian perut nya.
“A…..Ada…mm…” Panggil nya dengan nafas kecil.
“Aaaahhh….Adammm…” panggil nya lagi.
Lucifer terbangun mendengar suara isteri nya.
“Hhooaamm….. sayang, ada apa?” tanya Lucifer yang belum melihat wajah isteri nya.
“Aahh…. Sakit banget.” Eva merasa sakit hingga menangis.
“Apa??” Lucifer panik dan menyalakan lampu yang berada di atas meja di samping nya.
“Sayang, ada apa? Mana yang sakit?” Lucifer panik, dia duduk melihat Eva yang memegang perut nya.
“Aku…aku seperti nya akan melahirkan… Aadduuhhh…” rintih Eva.
Lucifer melihat ada cairan yang keluar dari ************ isteri nya. Cairan bening yang sangat banyak.
“Air ketuban mu sudah pecah. Aku akan membawa mu kerumah sakit sekarang.” Lucifer turun.
Dia sangat panik dan gugup, tapi berusaha untuk tetap tenang.
Eva merintih menahan sakit sambil mengusap-usap perut nya.
“Adam cepat….” Pinta Eva.
“Iya sayang.” Lucifer mengambil selimut untuk menutupi sebagian tubuh Isteri nya, dan segera menggendong.
Dia berjalan, menggendong Eva keluar dari kamar nya.
Dia berjalan dengan cepat namun hati-hati.
“Sayang, aku belum mengambil kunci mobil, sebentar kau duduk dulu di sini ya. Sebentar….” Lucifer meletakkan Eva dalam sofa berukuran panjang.
Dia berlari kembali kekamar nya untuk mengambil kunci mobil.
“Aaaaaaahhhh…..Adddaaammmm….. cceeppaattt…” teriak Eva yang sudah kesakitan.
Cleo mendengar suara Eva, dia keluar dari kamar dan melihat ada Eva di atas sofa.
“Eva? Seperti nya dia akan melahir kan.” Gumam nya.
Dia lalu membangun kan Vicky agar mau membantu.
“Vicky… cepat bangun, Eva seperti nya akan melahirkan sekarang.” Ucap nya menggerakkan tubuh Vicky.
“Apa? Eva mau melahirkan?” Vicky terkejut dan segera turun dari ranjang nya.
.
.
.
Hallo semua teman-teman. Kalian pasti tahu kan kalau novel ini sebentar lagi akan ending😢😢.
Tapi aku akan membuat S2 nya, tentang anak-anak dari semua karakter yg ada di sini.
bahkan tokoh yg hilang akan muncul, sprti Aldo, Jimmy dan akan ada tambahan tokoh baru lagi.
bocoran dikit nih ya....
akan ada yang menjadi pengacara, kepolisian, dan kasus penjualan organ-organ tubuh anak kecil.
Tapi aku belum bisa beritahukan, siapa yang akan menjadi siapa.
Jadi aku harap kalian bisa menyukai cerita dan menikmati nya..
Terimakasih buat semua dukungan dan semangat nya...
Ingat, jaga kesehatan...😀😀😃