
Sore hari pukul 17.00 Wib saat nya pulang bekerja.
"Hei Va, ayo pulang. " ajak William.
"Emang nya udah jam berapa? " tanya Eva.
"Udah jam 5 nih, mau lembur? " ucap William.
"Emang kalau lembur di bayar ya? " tanya Eva serius.
"Iya sih, tapi aku saran kan jangan lembur.... " ucap William.
"Ayo kita pulang aja. " ucap William.
"Duluan aja deh, entar aku nyusul. " ucap Eva yang masih mencatat.
"Ya udah, kamu bawa motor kan? " tanya William.
"Iya. " jawab nya.
"Aku duluan ya, sampai jumpa besok. " ucap William sambil pergi meninggalkan Eva yang masih sibuk.
"Ini harus di selesaikan sekarang juga, biar gak numpuk besok. " gumam Eva.
Pukul 18.00 wib Aris dan Lucifer keluar dari ruangan nya.
Sementara Eva masih sibuk mengurus berkas.
"Eva, kamu masih di sini? " tanya Aris.
Lucifer melihat Eva.
"Iya." jawab Eva tanpa melihat ke arah Aris dan Lucifer.
"Ayo pulang, udah jam 6 loh, entar kamu kemalaman lagi. " ajak Aris.
"Iya, sebentar lagi, tanggung banget, sumpah. " ucap Eva.
Aris dan Lucifer meninggalkan Eva.
Memang tidak lama, Eva menyusul.
"Pulang ah... Takut juga di tinggalin sendiri di gedung yang besar ini. " ucap Eva sendiri.
Eva bersiap-siap membereskan meja kantor nya. Sebenar nya Lucifer menunggu kedatangan Eva di depan Lift dan Aris tahu maksud tuan nya.
"Ah... Eva akhir nya datang juga, aku pikir mau pulang jam 10 malam, hahahaha. " ucap Aris yang melirik Lucifer.
Lucifer spontan melihat kedatangan Eva.
"Hahahaha... Gak ah... Aku takut... " jawab Eva tertawa.
Mereka bertiga masuk lift bersama, dengan Lucifer berada di tengah. Lucifer memiliki tubuh yang paling tinggi di antara mereka.
Lift terbuka, mereka sudah sampai di parkiran.
Aris dan Lucifer menuju parkiran mobil nya, sementara Eva di belakang sedang menggantikan sepatu menjadi sendal jepit nya.
Tiba-tiba seseorang pria memakai topi hitam, jaket hitam, memakai kacamata hitam dan masker hitam, muncul dari arah berbeda.
Eva melihat sebuah pisau yang sedikit panjang dan tajam di tangan yang di sembunyikan di jaket hitam nya.
Orang itu berjalan mengarah Lucifer yang sedang membelakangi nya, sementara Aris berada di sisi pintu mobil Hendra duduk di bangku kemudi.
"Ya ampun... Itu orang yang beberapa waktu tadi, dia mau apa? Perasaan ku tidak enak. " gumam Eva.
Saat dia melihat pria itu mulai mendekati Lucifer dan mengeluarkan pisau tajam nya, Eva pun spontan berlari mendekati bos nya.
"Tttuuuaaannnnnn... Aaaawwwwaaaasssssss. " teriak Eva yang berlari menuju Lucifer.
Lucifer membalikkan badan nya.
Si pembunuh itu akhir nya berhasil menusukkan pisau tajam nya.
"Aaaakkkkhhhhhh.... ." ucap Eva.
Mulut Eva mengeluarkan darah, mata nya menatap si pria misterius itu.
Sebenar nya orang itu ingin membunuh Lucifer, tapi karena Eva mengetahui terlebih dahulu, dan tanpa aba-aba, Eva malah mengorbankan nyawa nya lagi. Demi menyelamatkan bos nya, dia yang akhir nya di bunuh.
Lucifer menangkap tubuh Eva yang membelakangi nya.
Tubuh Eva jatuh lagi dalam pelukkan Lucifer. Perut nya mengeluarkan banyak darah sementara pisau masih tertancap di perut nya. Eva memegang perut nya.
"Tidak... Tidak... Tidak.... Tidak... Tidak lagi... Eva... Eva... Bangun.. Aku bilang bangun..... " teriak Lucifer setengah menangis memeluk Eva.
"Arriiiisss..... " teriak Lucifer pada Aris.
Aris berlari menangkap pembunuh itu.
Hendra keluar dari mobil, menghampiri Lucifer dan Eva yang masih terduduk lemas di lantai.
"Eva.. Tuan.. Bagaimana ini. " ucap Hendra yang ikut panik juga.
Lucifer menggendong Eva, masuk ke dalam mobil yang sudah di buka kan Hendra.
"Cepat kerumah sakit Hend " ucap Lucifer.
"Baik tuan. " ucap Hendra.
Mobil Lucifer meninggalkan parkiran, sementara Aris masih mengejar si pembunuh itu.
Tubuh Eva di baringkan dengan posisi kepala nya berada di paha Lucifer.
Beberapa kali Lucifer mengusap usap rambut Eva yang sudah tidak sadar kan diri lagi.
"Ya tuhan... Apa aku tidak salah lihat? Tuan Lucifer menangis? " tanya Hendra melihat dari kaca di atas kepala nya.
"Hendra, cepat bawa mobil nya!!! " teriak Lucifer.
Hendra menambah kecepatan mobil nya.
Air mata Lucifer beberapa kali jatuh di pipi Eva.
Lucifer membuka jas nya, memakai kan pada tubuh Eva.
Tidak berapa lama mereka tiba di rumah sakit.
Lucifer menggendong Eva berlari ke ruangan pemeriksaan.
Baju Lucifer penuh dengan darah dari tubuh Eva. Sementara Eva belum sadar, dan pisau masih menancap di perut nya.
"Steven.... Steven...... " teriak Lucifer.
"Lucifer, ada apa ini? " tanya Steven yang mendengar suara teriakkan Lucifer.
"Tolong dia... Cepat tolong dia. " ucap Lucifer yang masih menggendong Eva.
"Cepat ikut aku, bawa dia keruangan pemeriksaan. " ucap Steven.
Lucifer mengikuti langkah Steven. Membaringkan nya di atas ranjang pasien.
"Sebaiknya kau tunggu di luar. " ucap Steven.
"Tolong selamat kan dia, aku mohon, selamat kan dia, hhikkss... Hhiikkss... " ucap Lucifer menangis.
"Ada apa dengan dia? Kenapa dia menangis? " gumam Steven.
"Kami akan berusaha, sebaik nya kau tunggu di luar. " ucap Steven.
"Tapi nanti kau harus jelaskan pada ku kejadian ini. " ucap Steven.
Pintu ruangan di tutup.
Lucifer menunggu di luar. Sesekali dia berdiri, berjalan jalan, mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya. Tampak kepanikan di wajah nya.
"Tuan, saya sudah menangkap orang itu. " ucap Aris dan Hendra yang menyusul Lucifer.
"Di mana dia? " tanya Lucifer dengan tatapan serius.
"Dia ada di markas kita tuan." jawab Aris.
"Hhhmmmm..... Siksa dia, tanya dia siapa. " perintah Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Aris dan Hendra pergi meninggalkan Lucifer yang masih duduk dengan menutup wajah nya dengan tangan nya.
"Aris.... " panggil Lucifer.
Aris berhenti, membalikkan badan nya.
"Ada apa tuan? " tanya Aris.
"Lepas semua kuku-kuku jari tangan dan kaki nya, rontokkan semua gigi nya, hajar dia, tapi jangan biarkan dia mati. " perintah Lucifer dengan mengepalkan tangan nya.
"Ba.. Baik tuan. " jawab Aris gugup.
Aris dan Hendra pergi meninggalkan nya.
"Seperti nya tuan Lucifer sangat marah Aris. " tanya Hendra.
"Iya, kau benar, seperti nya ada yang sedang membangunkan ' Harimau Tidur' " ucap Aris.
"Sudah lama tuan tidak pernah semarah ini. " ucap Aris lagi.
"Kau tahu, tuan sampai menangisi Eva, dia bahkan menggendong Eva. " ucap Hendra.
"Kalau sampai Eva meninggal....? " ucap Hendra.
" Aku takut... Jiwa iblis tuan Lucifer akan muncul lagi, dan tidak bisa terkendalikan lagi, dan...... " ucap Aris menghentikkan omongan nya.
"Dan apa Ris? " tanya Hendra.
"Dan... Kita yang akan terkena imbas nya. " ucap Aris.
Aris dan Hendra saling menatap. Mereka berdua wajah nya penuh dengan keringat.
"Aku harap Eva bisa selamat. " ucap Hendra.
WHAT??? OH NO!!! EVA MENGORBANKAN NYAWA NYA LAGI??? DAN KENAPA LUCIFER MAU MENGELUARKAN AIR MATA NYA? KENAPA DIA MERASA SEDIH?
IKUTI TERUS KELANJUTAN NYA YA...
OH YA... JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENT NYA YA... BIAR AUTHOR SEMANGAT NIH UP NYA.....
KARENA SEBENAR NYA CERITA NYA MASIH PANJANG LOH...
GRACIAS....