
Mereka tiba di rumah makan sederhana namun banyak menu. Mereka sudah langganan makan di situ walaupun tidak selalu bersama-sama.
Mengambil posisi yang memiliki meja sesuai dengan jumlah mereka.
Seorang waitress datang menghampiri dengan membawa menu makanan.
"Selamat siang pak, bu, ini menu makan siang nya, silahkan di pilih." sambil memberikan tiga contoh menu.
Eva memilih lebih dulu, sementara Lucifer yang duduk di samping nya hanya santai, menyerahkan pilihan pada Eva.
Lisna dan Steven sangat serius memilih menu. Hanya Aris yang sendiri tanpa pasangan, sendiri juga memilih menu.
"Hhmm... seandai nya William ada di sini, pasti ada yang menemani ku. Nasib yang jomblo ini. " gumam Aris menggelengkan kepala.
"Kamu kenapa Ris? tidak enak ya, karena tidak memiliki pasangan?" ledek Lisna.
Eva dan yang lain nya ikut melihat Aris.
"Hehehehe..... tahu aja kamu Lis. " Aris menggaruk kepala nya.
"Hallo Lucifer. " sapa seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri mereka.
Semua melihat arah wanita itu, yang ternyata adalah Julie. Eva melihat Lucifer, yang melihat Julie dengan sangat tajam dan lama.
"Apa kabar mu? aku tidak menyangka kita bertemu lagi. Padahal tadi siang aku juga baru bertemu dengan Steven. " ucap Julie.
"Dia kenal dengan Steven? siapa dia? " gumam Lisna melihat Steven dan Julie bergantian.
"Boleh aku bergabung dengan kalian? " tanya Julie.
"Tidak boleh!! " jawab Steven dan Lucifer secara bersamaan.
Julie menjadi salah tingkah.
"Kenapa? aku bosan kalau makan sendiri. Mumpung ada Lucifer dan Steven, sekalian temu kangen. " ucap Julie.
Belum mendapatkan jawaban lagi, Julie tanpa sungkan duduk di antara Steven dan Lucifer.
Eva dan Lisna tampak kesal dengan tingkah wanita itu.
"Oh iya Lucifer, bagaimana keadaan mu? " tanya Julie, meletakkan telepak tangan nya di atas punggung tangan Lucifer yang berada di atas meja.
"Hey bu.....itu tangan tolong di kondisikan ya. " Eva melepaskan tangan Julie.
Julie merasa tidak senang.
"Kamu siapa? apa masalah mu? " tanya Julie.
"Anda tuh yang siapa... main pegang tangan suami orang saja. " balas Eva.
Steven dan Lucifer hanya diam santai, seakan mereka membiarkan dulu kejadian itu.
"Suami? si Lucifer? " tanya Julie tidak percaya.
"Iya, si Adam... atau si Lucifer ini adalah suami ku. Jadi tolong, anda jaga jarak. " balas Eva.
"Adam?? Lucifer apa itu benar yang di katakan wanita ini? " tunjuk Julie pada Eva.
"Iya, seperti yang kau dengar. Aku sudah menikah. Dan dia adalah isteri ku. " tunjuk Lucifer.
"Tapi Adam, kau kan.....
"Eeehhhh..... suruh siapa kau memanggil nya Adam? " tanya Eva tidak senang.
"Tidak boleh ada orang yang sembarangan memanggil nya Adam.. " protes Eva.
Julie mencoba bersabar.
"Lucifer, bukan kah kau pernah bilang kalau kau tidak mau menikah, dan tidak akan pernah menikah? lalu kenapa kau menolak lamaran ku? " tanya Julie.
"Berarti benar tentang apa yang di katakan orang lain ya Julie? " tanya Steven.
"Bu.... bukan begitu Stev. Hanya saja....
"Sudah lah, aku tidak perduli. Lagi pula kami senang, baik aku atau pun Lucifer tidak ada yang menikahi mu. " ucap Steven santai.
"Ma... maaf... ini kita kapan makan nya? kita belum memesan makanan. " sela Aris.
Semua melihat Aris, membuat nya merasa bersalah.
"Sayang, apa kamu mau pindah tempat? " tanya Lucifer.
"Gak usah sayang, gak enak sama pemilik nya, kita udah lama di sini. Sebaik nya kita pesan saja. Aku juga sudah sangat lapar. " Eva melanjutkan melihat menu.
Begitu juga dengan Lisna dan lain nya. Mereka setuju dengan keputusan Eva.
"Benar kata wanita ini....
"Eva.. nama nya Eva, dan dia adalah isteri ku. " sela Lucifer.
"Oohh... iya, maksud ku... Eva. " balas Julie.
Mereka kembali fokus memilih menu yang ingin di pesan, walaupun masih ada rasa kesal nya.
"Lucifer, apa kau mau makan......
"Hhmmm.... " dengus Julie.
"Boleh. " jawab Lucifer santai.
Setelah memesan menu makanan, mereka memanggil waitress untuk memberikan pesanan yang di minta.
***********************
"Apa yang kau katakan itu? " tanya Marvel pada anak buah nya via telepon.
"Benar tuan, kami melihat Vicky berjalan dengan seorang wanita, kemungkinan dia adalah kekasih nya. " balas anak buah nya.
"Siapa wanita itu? " tanya Marvel.
"Menurut informasi, dia adalah Cleosandra, seorang model tuan. " jawab nya.
"Model? Cleosandra?" ucap Marvel sedikit berpikir.
"Benar tuan. " jawab nya.
"Kirim kan foto nya sekarang. " suruh Marvel.
"Baik tuan. " tutup anak buah nya.
"Hhmmm.... Vicky... aku tahu kau pasti tidak bisa melakukan pekerjaan ini. " gumam Marvel.
15 menit kemudian, Marvel menerima kiriman foto dari anak buah nya.
****************
"Adam, apakah itu wanita yang dulu pernah kau ceritakan? " tanya Eva di samping Lucifer yang membawa mobil.
"Yups... aku pikir kau lupa. " jawab Lucifer melirik Eva.
"Hampir aja lupa sih. " jawab Eva.
"Menurut mu, kenapa dia ada di sini? " tanya Eva.
"Entah lah... " jawab Lucifer menaikkan kedua bahu nya.
"Kau... kau tidak akan CLBK dengan nya kan? " tanya Eva.
"CLBK? apa itu sayang?" Lucifer mengernyutkan dahi nya.
"Cinta Lama Bersemi Kembali. " jawab Eva.
"Cinta? aku tidak pernah mencintai nya, bagaimana bisa di bilang Cinta Lama? " tanya Lucifer.
"Sayang, kamu kan dengar tadi, sebelum nya aku tidak ingin menikah, tapi ternyata aku sudah menikah. Berarti bisa di simpulkan, betapa berharga nya diri mu. " ucap Lucifer tersenyum mencium punggung tangan Eva.
"Ah.... kamu bisa aja. " ucap Eva malu.
"Aku khawatir dengan Lisna, dia tidak tahu tentang cerita antara kalian. " ucap Eva.
"Sayang, aku yakin Steven akan memberitahukan nya." ucap Lucifer.
"Aku harap juga begitu. " balas Eva.
"Tapi tadi apa kau kenyang makan nya? aku lihat, kau makan dengan sedikit kesal. " ucap Lucifer.
"Memang sedikit kesal sih. Tapi aku puas kok makan nya. " balas Eva.
"Apa kau mau ice krim? " tawar Lucifer.
"Mau." jawab Eva singkat senang.
Lucifer membalas dengan senyuman.
"Baik lah... kita makan ice krim dulu. " ucap Lucifer.
"Bagaimana dengan pekerjaan mu? " tanya Eva.
"Ada William dan Lisna. Lagi pula tidak ada jadwal meeting penting habis makan siang ini. " ucap Lucifer.
****************
"Jadi, Julie itu adalah mantan tunangan kamu? " tanya Lisna.
"Iya, hanya saja dia pergi menggoda Lucifer. Membuat hubungan ku dengan Lucifer salah paham. " ucap Steven.
"Lalu.... lalu bagaimana dengan sekarang? " tanya Lisna penasaran.
Steven tahu bagaimana perasaan Lisna.
"Lisna... keputusan perasaan ku tidak akan pernah berubah. Dan hubungan ku dengan nya hanya masa lalu. Gak penting. " balas Steven pasti.
Lisna senang mendengar nya. Mereka tersenyum bersama.
"Stev, jangan pernah mengecewakan ku. " pinta Lisna.
"Tidak akan. " jawab Steven pasti.