
"Lisna, aku mau mengajak mu makan malam . " ajak Steven.
"Makan malam? kapan? " tanya Lisna.
"Malam ini. " jawab Steven.
"Aku akan menjemput mu. " ucap Steven lagi.
"Hhmm... baiklah. " jawab Lisna.
"Okey, pulang kerja aku langsung menjemput mu. Kau tunggu aku ya. " ucap Steven.
"Iya. " jawab Lisna.
Panggilan pun berakhir.
"Ciieee.... ada yang ngajak makan malam nih. " ucap William muncul dari belakang Lisna.
"Iya, hehehehe.... " Lisna salah tingkah.
"Siapa yang mengajak mu Lis? " tanya William.
"Steven. " jawab Lisna.
"Dokter Steven ya? " tanya William.
"Iya" jawab Lisna.
*********
Eva datang ke perusahaan suami nya, membawa bekal makan siang. Dia menuju lift khusus President perusahaan.
"Maaf mba, ini khusus Presdir perusahaan ini. Kalau untuk umum, lewat sana. " suruh security.
"Tapi saya....
"Tolong mba, jangan protes. Kalau tidak saya nanti yang dapat teguran dari atasan saya. " ucap security itu.
"Baik lah." Eva pindah dari lift itu. Dan menuju lift umum.
Saat Lift terbuka, ada beberapa karyawan melihat Eva yang hendak masuk.
"Eehh... bukan kah kamu mantan asisten tuan Presdir ya? apa yang kau lakukan di sini? " tanya Mila.
"Aku mau antar makan siang untuk suami ku. " jawab Eva santai.
"Suami mu? bekerja di sini? siapa nama nya? " tanya rekan Mila tidak senang.
"A... Lucifer. " ucap Eva.
"Lucifer? siapa itu? nama nya seram amat. " ucap Mila.
"Tentu saja kalian tidak tahu siapa itu. " gumam Eva.
"Suami ku" jawab Eva.
"Divisi apa? " tanya Mila lagi sombong.
"Ck... pengen tahu aja apa pengen tahu banget? " tanya Eva sudah merasa kesal.
"Sombong banget ya. Paling dia jual tubuh, supaya bisa punya suami yang bekerja di sini. Di sini kan gaji nya besar. Iya kan Va? " tebak Mila.
PPLAAAAKKKK.....
Eva menampar wajah Mila dengan keras. Mila terkejut, menyentuh pipi nya yang terasa panas.
"Kau.... berani kau menampar ku wanita murahan. " teriak Mila.
PPLLLAAAKKKK.....
Mila membalas menampar wajah Eva.
Eva pun tidak terima, menarik rambut Mila. Sedangkan rekan Mila ikut mengeroyok Eva. Pertengkaran itu terjadi di dalam lift. Hingga lift terbuka di lantai tempat Lisna bekerja.
Walaupun sudah sampai di tujuan, mereka belum mengakhiri aksi mereka. Bahkan wajah Eva terdapat cakaran halus dari jari-jari Mila dan kawan-kawan nya.
"Dasar perempuan murahan... " Mila menarik rambut Eva.
"Dasar mulut sampah. " Eva mengambil alih dengan duduk di atas tubuh Mila. Walaupun rekan nya sudah menarik-narik tubuh Eva untuk turun dari tubuh Mila.
Kejadian berlangsung di depan lift.
"Eh... ada apa sih? kok berisik banget? " tanya karyawan yang mendengar suara gaduh.
"Ada yang bertengkar tuh. Ayo lihat. " ucap rekan nya.
"Siapa sih yang bekelahi?" tanya karyawan lain.
"Itu loh, mantan asisten tuan Presdir kita. Eva kalau gak salah nama nya. " jawab rekan nya.
Lisna mendengar nama Eva di sebut.
"Siapa yang bertengkar? " tanya Lisna menghampiri.
"Seperti nya si Eva. " jawab karyawan itu.
Lisna segera datangi lokasi kejadian.
"Dasar lon*e..." teriak Mila.
"Kau yang lon*e.." balas Eva.
"Lepasin aku... biar aku robekin mulut sampah nya itu. " Eva menyerang kembali.
"Oohhhh.... sini... sini.. lon*e...perempuan murahan... simpanan om-om... " teriak Mila.
"Aaaahhhh.... lepasin. " Eva di tahan beberapa karyawan di situ. Sementara rekan Mila membantu mengeroyok Eva.
"Eehhh busettt... kalian apakan sahabat ku wwwoooyyyy.... " teriak Lisna.
Lisna berlari menghampiri lokasi. Menarik wanita yang menahan Eva. Menjambak rambut dan menarik-narik pakaian.
"Ya ampun apa yang mereka lakukan?" bisik karyawan yang hanya melihat-lihat.
"Ehh... panggilin security. Mila bisa mati tuh di keroyok. " saran karyawan lain.
Beberapa security melerai mereka.
"Hentikan... apa yang kalian lakukan. Ini tempat bekerja bukan ajang pertempuran. " ucap Security.
"Si lon*e ini yang duluan pak. Usir saja dia. " teriak Mila.
"Hah... sialan.. mulut sampah... aku akan suruh suami ku untuk memecat kalian. Lepaskan aku... lepas... " balas Eva.
"Hahahahaha... om-om mana yang akan memecat kami?? lon*e....." tawa Milla.
"Aaaaaaaaaaaaa" teriak Eva sangat kencang.
Lisna memberontak, dan langsung menampar Mila.
"Hajar dia Lisna.. tendang perut nya, kalau perlu mutilasi sekalian. " teriak Eva kesal.
"Hah.. mutilasi?? " Lisna terkejut dengan arahan Eva.
"Bawa mereka ke ruangan Presdir pak security, biar sekalian 'dady sugar' nya di pecat dari sini. " ucap Milla.
"Apa? aku sangat takut sekali... hahahahahaha... yang ada kalian yang akan di pecat. " teriak Eva.
"ayo ikut... kita ke ruangan Presdir. " Security menarik paksa Eva dan Lisna. Sementara Mila dan rekan nya tidak di tarik, mereka berjalan sendiri.
"Jangan tarik-tarik donk, sakit tahu. " ucap Eva.
"Jangan banyak omong, cepat jalan. " teriak security.
"Kotak makanan ku... " Eva mencoba mengambil nya.
Dia melepaskan genggaman security dan mengambil segera kotak makanan yang sudah pecah itu, hanya saja berada di dalam tas kain.
"Cepat jalan. " security menarik lagi tangan Eva.
Eva, Lisna, Mila dan rekan nya di bawa keruangan Presdir.
CCEEKKKLLEEEKKK...
Mereka langsung masuk kedalam ruangan tempat Lucifer atau Adam. Di dalam ruangan itu ada Lucifer, Aris dan William. Mereka kaget melihat Eva dan Lisna yang sudah berantakan.
"Ada apa ini? " tanya Lucifer bangkit berdiri.
Menghampiri Eva.
"Tuan, wanita lon*e ini yang duluan, dia datang kesini mau menemui om-om nya. " teriak Milla.
Lucifer mengepalkan tangan nya. Tampak mulut nya menggigit bibir nya. Mata nya menatap kondisi isteri nya yang ada luka goresan di wajah nya.
"Gak ada, aku datang kesini mau mengantar makan siang mu kok. " jawab Eva dengan wajah lelah nya.
PPPLAAAAKKK..... PPPLLLAAAKKKK.... PPLLAAKKKK.....
Adam menampar pipi Mila tiga kali. Sangat keras.
Semua menatap ketakutan, termasuk Aris dan William.
"Tu... tuan... " Ucap Mila.
Lucifer menarik paksa dagu Mila dengan keras.
"Apa kau mau ku mutilasi?" ucap Lucifer dengan keras.
"Sama seperti yang di ucapkan Eva sebelum nya. " gumam Lisna yang menahan kesakitan.
BBBRRRUUUUGGGGHH......
"LEPASKAN TANGAN MU BRENGSEKKKK!!!! "
teriak Lucifer memukul security yang masih memegang tangan Eva.
"Tuan, sudah tuan... hentikan... kau bisa membunuh nya. " Aris dan William menyadarkan aksi Lucifer.
Mila dan rekan nya pun menjadi ketakutan.
"A.... Adam... hentikan... hentikan Adam... " Eva pun ikut melerai.
"Ammmpuunn... ampun.. ampun tuan. " pinta security itu.
"Adam.... hentikan. " Eva menarik tubuh suami nya yang sangat marah.
"Hhhhaaaahhh..... hhhheeemmmm" Lucifer menghentikan pukulan nya. Rambut nya berantakan. Dengan nafas penuh kemarahan.
"William... segera pecat mereka semua, pastikan tidak ada satu perusahaan pun yang menerima mereka. " suruh Lucifer.
"Tuan Presdir, maafkan kami... kami.....
"Diam kau!!! kalian berani menyakiti isteri ku??? " Lucifer mengangkat tangan nya, hendak menampar kembali tapi berhasil di kendalikan.
.
.
.
..
.
.
SIAPA SURUH MENGHINA EVA... DI HAJAR KAN...
BANTU LIKE N VOTE YA...
TERIMAKASIH...