SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 106


Dalam guyuran air yang mengalir dari kran kamar mandi Lucifer, membasahi tubuh nya yang kotor karena darah kering dari aksi nya siang tadi.


.


.


.


.


Esok siang hari....


" Hallo Va, gimana? apa masih merasa sakit? " tanya Steven masuk ke ruangan di mana Eva di rawat.


"Gak terlalu sih." jawab nya sedikit tersenyum.


"Aku periksa dulu ya. " ucap Stev.


Eva menganggukkan kepala nya.


Beberapa saat kemudian...


"Hhmmm... Stev, apa kamu tahu siapa Lucifer? " tanya Eva.


Steven beberapa saat hanya diam.


"Maksud nya? " tanya Stev setelah memeriksa keadaan Eva.


"Hhmm.... kamu sudah berapa lama kenal dengan Lucifer? " tanya Eva.


"Sekitar 11 atau 12 tahun, kenapa? " tanya balik Stev.


"Lama juga ya, berarti kau tahu apa pekerjaan Lucifer? " tanya Eva.


"Tentu, dia seorang pengusaha kan? " ucap Stev.


Eva diam menatap Steven.


"Stev, apa kamu mencoba membohongi ku? " tanya Eva.


"Eva... aku tahu apa yang ada di dalam pikiran mu, dan aku menjawab sesuai dengan yang kau tanyakan." ucap Steven serius.


"Lalu, apa kau tahu kalau Lucifer seorang mafia? " tanya Eva.


"Tahu, bahkan dia adalah seorang bos mafia. " jawab Steven enteng.


"Kau... kau tidak takut pada nya? " tanya Eva.


"Takut? secara manusia tentu saja aku takut. " jawab Steven.


"Hanya saja aku merasa Lucifer tidak ada pilihan dalam hidup nya. Keadaan yang memaksa nya seperti itu. " tambah nya.


"Walaupun mafia, manusia juga kan, hahahaha. " ucap Steven berusaha bercanda.


"Dia... tidak menginginkan hidup seperti itu. " ucap Steven.


Eva terdiam mendengar kalimat Steven.


"Bagaimana dengan keadaan Lisna dan keluarga nya? " tanya Eva mengalihkan pembicaraan.


"Mereka sudah membaik, besok sudah bisa pulang. " ucap Steven.


"Apa aku juga bisa pulang? aku tidak betah kalau di rumah sakit." ucap Eva.


"Hahahahahaha.... aku harus menanyakan dulu dengan Lucifer" jawab Steven.


"Apa hubungan nya? " tanya Eva.


"Dia sangat menghawatir kan mu, walaupun kau merasa sudah baikan, tapi kalau menurut nya kau masih butuh perawatan di rumah sakit, pasti dia akan menahan mu" jawab Steven.


"Lagi pula kalian sudah menikah, dan paling penting, bagaimana pun Lucifer adalah suami mu. " tambah Steven.


"Apa kau ingat? kau pernah datang ke sini sebelum nya? saat itu juga Lucifer mengajak mu menikah dengan nya? " tanya Steven.


"Awal nya aku pikir dia hanya bercanda, karena setahu ku dia tidak pernah dan tidak mau menjalin hubungan serius dengan siapa pun. " ucap Steven.


"Sebaik nya aku kembali bekerja dulu, aku harus mengoperasi pasien dulu. " ucap Steven.


Eva menganggukkan kepala nya.


Steven meninggalkan Eva yang masih terdiam.


.


.


.


.


.


.


Lucifer datang ke rumah sakit tempat Eva dan yang lain nya di rawat.


"Tuan? " sapa Aris dan Hendra yang menjaga mereka.


"Hhmm... di mana dia? " tanya Lucifer.


"Mari saya antar tuan." ajak Aris.


Aris dan Hendra berjalan menuju ruangan Eva.


"Ini tuan. " tunjuk Aris.


"Kalian tunggu di luar. " suruh Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Aris dan Hendra.


CCEKKLLLEEKKK....


Pintu terbuka.


"Di mana dia? " gumam Lucifer.


Tidak ada Eva di atas ranjang. Lucifer mencari di semua tempat, masih tidak menemukan nya.


Saat Lucifer hendak keluar, dia mendengar suara air di kamar mandi. Melangkah menuju kamar mandi dengan perlahan.


CCCEEKKKLLEEKKK.....


Terdengar pintu di buka.


Eva kembali merasa panik dan takut. Dia melihat di sekitar nya, tidak ada seorang pun selain mereka berdua.


Eva memegang botol infus nya.


Lucifer mendekati Eva, ingin menggendong nya ke atas ranjang.


"Berhenti.... " ucap Eva berjalan sedikit mundur.


Lucifer menghentikan langkah nya.


"Ada apa? " tanya Lucifer.


"Tuan, tolong... tinggalkan saya." ucap Eva menundukkan wajah nya.


"Kenapa? " tanya Lucifer.


"Aku mohon.. jangan mendekat. " ucap Eva.


"Aku akan membantu mu ke... "


"Tidak usah tuan, saya bisa berjalan sendiri. " jawab Eva sedikit melangkah perlahan.


Lucifer tidak perduli, dia mengangkat Eva membawa nya ke ranjang kembali.


"Aakkhhh... " teriak Eva.


Lucifer meletakkan nya, dan menggantung kembali botol infus yang ada di tangan nya.


"Bagaimana keadaan mu sekarang? " tanya Lucifer.


"Saya sudah merasa baikkan. " jawab nya tanpa berani menatap Lucifer.


Lucifer menyentuh pipi Eva, tapi Eva berusaha menghindar.


"Apa, wajah mu masih sakit? ' tanya Lucifer.


"Sudah tidak terlalu, anda jangan terlalu mengkhawatirkan saya. " jawab Eva gugup.


"Ada apa dengan mu? biasa nya kau selalu cerewet. " ucap Lucifer.


"Itu ketika saya tidak tahu anda siapa. " jawab Eva yang masih belum berani menatap Lucifer.


"Apa itu berbeda? " tanya Lucifer.


"Tentu saja tuan, saya pikir, anda bersikap dingin karena karakter anda, tapi ternyata, anda adalah seorang mafia. " ucap Eva mengumpulkan keberanian nya.


Lucifer, terdiam, entah kenapa dia merasa sakit mendengar perkataan Eva.


"Apa... apa kau tidak menanyakan keadaan ku? " tanya Lucifer.


Eva tidak menjawab.


"Aku juga terluka." ucap nya lagi, berusaha mencari simpati Eva.


Eva masih tidak merespon perkataan Lucifer.


"Hhmmm..... baik lah, kau sebaik nya istirahat saja, aku akan keluar. " ucap Lucifer.


Eva masih mendiamkan Lucifer.


Karena tidak ada respon dari Eva, dia melangkah pergi keluar dari ruangan itu.


Eva menangis, dia tidak tahu apa yang harus di lakukan.


"Aku sangat takut pada mu Lucifer, aku benar-benar takut, hhuuuhhuuuu...... hhhhuuuhhhuuu.... " ucap Eva menutup wajah nya.


"Tuan... " ucap Aris.


Lucifer menyuruh Aris untuk diam.


"Di mana Steven? " tanya Lucifer.


"Steven sedang melakukan operasi tuan. " jawab Hendra.


"Bawa aku ke ruangan Lisna. " pinta Lucifer.


Aris dan Hendra membawa nya ke ruangan Lisna.


Lisna merasa kaget, melihat Lucifer masuk ke ruangan nya.


"Tu... tuan... Lucifer." ucap Lisna gugup.


"Bagaimana keadaan mu? " tanya Lucifer.


"Saya.... saya sudah mendingan tuan. " jawab Lisna panik.


"Tidak usah takut, aku tidak akan membunuh mu. " ucap Lucifer.


"Ppffuutthh... " Lisna mencoba menahan tawa nya.


Lucifer dan ke dua anak buah nya kaget dengan respon Lisna.


"Maafkan saya tuan. " ucap Lisna.


"Apa kau juga takut pada ku? " tanya Lucifer.


Dengan cepat Lisna menganggukkan kepala nya.


Lucifer sudah menduga.


"Tapi, aku tahu anda melakukan itu karena anda ingin menyelamatkan kami, terutama Eva, iya kan tuan? " ucap Lisna.


Lucifer menatap Lisna.


"Mmm.... sebaik nya anda memberikan waktu buat Eva, mungkin dia masih shock dan kaget dengan kejadian ini. " ucap Lisna.


"Apa kalian juga membenci ku? " tanya Lucifer.


"Sebenar nya aku tidak membenci anda, dan aku yakin keluarga ku juga sama. " jawab Lisna.


"Lagi pula anda tidak pernah berbuat jahat pada kami. " jawab Lisna.


Lucifer menganggukkan kepala nya. Perlahan dia mengerti maksud perkataan Lisna.


"Baiklah, sebaik nya kau beristirahat, kalau kalian butuh sesuatu, katakan pada ku, atau ada Aris dan Hendra. " ucap Lucifer.


"Siap, hehehehehe. " ucap Lisna dengan senyum kecil.


Lucifer meninggalkan Lisna. Aris dan Hendra mengikuti nya.