
Lucifer memukul satu persatu mereka. Beberapa pengunjung senang si pembuat onar itu di pukuli.
"Rasain, belagu sih. " ucap beberapa pengunjung.
Security sudah beberapa kali menghentikan perkelahian itu. Tetap saja tidak berhenti.
"Mba, tolong donk itu pacar nya di suruh berhenti. " pinta security.
"Bukan pacar, tapi suami. Lagian udah di kasih tahu sebelum nya sama mereka, mereka nya aja yang sok jago. " ucap Eva.
"Mba, itu nanti mereka bisa mati, suami mba bisa masuk penjara. " ucap sekurity lagi.
"Hhmmm... " Eva mendekati suami nya.
"Adam, udah hentikan. " Eva menarik tangan Lucifer.
Lucifer masih memukul.
"Adam... " panggil Eva lagi.
"Ck... Adam.. Kalau kau terus memukul nya aku gak akan kasih jatah lagi. " ancam Eva dengan suara keras. Semua pengunjung menatap Eva.
Adam menghentikan tangan nya yang hampir melayang di wajah laki-laki yang ada di genggaman nya.
Lucifer melihat Eva. Eva tersenyum sinis, menaikkan sebelah alis nya.
"Lain kali, lihat dulu kemampuan mu sebelum menantang orang lain." ucap Lucifer menampar pelan pipi yang ada di tangan nya.
Lucifer melepaskan mereka, menghampiri isteri nya. Eva mengulurkan tangan nya, Lucifer menyambut dengan menggenggam tangan Eva.
"Aku tidak suka ada yang mengganggu atau menghina isteri ku. " ucap Lucifer lagi.
Kelima orang pencari onar itu babak belur, wajah nya mengeluarkan darah dan memar-memar. Tontonan pun berakhir, kembali normal seperti biasa.
Sementara itu.....
"Aku juga pasti akan seperti mereka, atau bahkan lebih parah dari mereka kalau aku menyakiti Eva. Kak Lucifer sangat perduli dengan isteri nya. Bagaimana mungkin aku membunuh nya? " gumam Vicky.
Di antara kerumunan itu ada Vicky dan Cleo yang menyaksikan kejadian itu.
"Apa dia cemburu? Seperti nya dia menyukai Eva. " gumam Cleo yang berada di samping Vicky.
Vicky saat itu menggenggam tangan Cleo, agar tidak lari dari nya.
"Apa kita berdiri di sini terus? " tanya Cleo menyadarkan Vicky yang masih terdiam.
Vicky spontan melihat Cleo.
"Ohhh... Maaf.. Maaf... Kita beli karcis dulu ya. " Vicky membawa Cleo untuk memesan karcis.
.
.
"Sayang, lain kali kau harus bisa mengontrol emosi mu. " ucap Eva.
"Jangan membahayakan diri mu. " ucap nya lagi.
"Aku sangat kuat kok sayang, aku tidak bisa di kalahkan. " ucap Lucifer tersenyum.
"Hhmm... Jangan jadi takabur. Di atas langit masih ada langit. Di atas kamu, masih ada orang lain yang lebih hebat. " ucap Eva.
"Aku mengerti. Aku hanya tidak suka ada orang yang menyakiti atau menghina mu. " ucap Lucifer menatap Eva.
"Aku tahu itu. Aku sangat senang dan bahagia memiliki mu. Tapi kau juga harus memperhatikan dirimu. Jangan sampai aku menjadi beban atau masalah untuk mu. " ucap Eva serius.
"Tidak sayang, kau adalah kekuatan ku. " ucap Lucifer mencium pipi isteri nya.
"Aaiihhh... Apa yang kau lakukan? Banyak orang di sini yang ngeliatin. " Eva memegang pipi nya.
"Tidak apa-apa, kau kan isteri ku. " bisik nya.
Mereka berdua berjalan melihat aneka jenis binatang yang ada di situ. Mulai dari jenis-jenis burung, monyet, buaya, ular, harimau.
Tak jauh dari mereka Vicky dan Cleo mengikuti nya, masih sama, Vicky masih menggenggam tangan Cleo.
Cleo memperhatikan arah tatapan mata Vicky.
"Hmm... Dasar laki-laki playboy, wanita beristeri pun masih di embat. " ucap Cleo menyindir.
Vicky mendengar itu, sambil tersenyum melihat Cleo yang cemberut.
"Kenapa sayang, apa kau cemburu? "ledek Vicky.
"Cemburu? Buat apa aku harus cemburu? " jawab Cleo.
Vicky hanya tersenyum.
.
.
"Sayang, ada pecel sayur, beli yuk. " ajak Eva.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
"Bu, pesen dua porsi ya. Tambahin mie nya" pinta Eva.
"Iya neng. " si penjual menyiapkan pesanan nya.
"Jangan terlalu pedas ya bu. " pinta Eva lagi.
"Iya neng. " jawab si penjual.
"Duduk di situ yuk. " ajak Eva.
Mereka duduk di atas tanah beralas kan tikar sederhana, di bawah pohon rimbun. Beberapa pembeli si penjual pun menikmati sambil duduk di sana.
"Hallo Eva, kak Lucifer. " sapa Vicky.
Eva dan Lucifer melihat kehadiran Vicky dan Cleo.
"Kak Lucifer? Vicky memanggil nya kakak? " gumam Cleo heran mendengar panggilan Vicky.
"Vi... Vicky dan Cleo? Kalian juga ada di sini? " tanya Eva.
Sementara Lucifer mengabaikan nya.
"Iya, kebetulan sekali ya. " ucap Vicky berbohong.
Eva melihat suami nya yang seperti tidak suka bertemu dengan Vicky.
"Apa kami boleh bergabung? " tanya Vicky.
Eva sekali lagi melirik Lucifer. Tidak ada jawaban atau respon dari suami nya.
Belum ada jawaban, tapi Vicky dengan berani nya langsung ambil posisi tempat duduk di dekat Lucifer. Dia juga mengajak Cleo untuk segera duduk.
"Bu, saya juga pesan dua porsi ya. " pinta Vicky.
"Aku tidak mau." ucap Cleo.
Sebenar nya Eva dan Lucifer tidak nyaman.
Apalagi Lucifer, diam membisu.
"Cleo, apa kau akan menghadiri pernikahan Miranda?" tanya Eva membuka obrolan.
"Aku tidak tahu Va, mungkin tidak. " jawab Cleo.
"Kenapa? Kau kan sahabat nya. " ucap Eva.
"Aku bukan sahabat nya, aku pacar nya. " jawab Cleo tanpa malu.
Beberapa saat suasana hening. Kaget dengan jawaban Cleo yang berani.
"Tapi tenang Va, aku pasti akan mengarahkan Cleo ke jalan yang lurus." ucap Vicky dengan percaya diri.
"Ba... Bagus lah. " ucap Eva.
"Bukan nya kau menyukai Eva? " tanya Cleo sindir.
Lucifer langsung menatap tajam Vicky. Eva melihat Lucifer.
"Hahahaha.... Itu dulu, sebelum tahu dia adalah isteri kakak ku, dan sebelum aku mengenal mu. " ucap Vicky.
Lucifer masih menatap Vicky.
"Ini mas, mba pesanan nya. " si penjual pecel membawa beberapa pesanan.
"Sayang, ini buat kamu. " Eva memberi buat suami nya. Lucifer menerima nya.
"Sayang, ini buat kamu. " ucap Vicky mengikuti Eva.
"Gak mau, makan aja sendiri. " ucap Cleo.
"Ppuufftthh. " Eva menahan tawa.
"Ehheemm... Ambil lah. Kau pasti menyukai nya." bujuk Vicky.
Mau tidak mau Cleo mengambil pemberian Vicky.
"Va, habis ini kalian mau kemana? " tanya Vicky.
"Aku mau melihat gajah dan buaya. " jawab Eva.
"Ngapain repot-repot Va, di depan ku kan udah ada. " Cleo menyindir Vicky.
"Ha... Ha... Ha.... Lucu sekali. " jawab Vicky merasa dirinya yang di tunjuk.
"Apa kau merasa? Vicky? " ledek Cleo lagi.
Vicky tersenyum simpul.
*******************
Di kandang gajah....
Eva dan Lucifer berfoto berdua, sesekali Lucifer mengambil gambar Eva seorang diri.
Di kandang buaya....
Di kandang ular...
Eva melihat penjual gula kapas berwarna pink. Dia menghampiri.
"Kau mau? " tanya nya pada Lucifer.
"Aku tidak suka terlalu manis. " jawab Lucifer.
Eva mengerti, dia membeli hanya untuk diri nya.
Vicky yang masih mengikuti mereka pun ikutan membeli gula kapas.
Lucifer mengamati Vicky.
******************
"Apa yang kau ingin kan? " tanya Lucifer.
"Maksud nya kak? " tanya Vicky balik.
Cleo dan Eva melihat beberapa burung.
"Jangan kau pikir aku bodoh Ky. " ucap Lucifer menghisap rokok nya.
"Si tua bangka itu yang menyuruh mu kan? " tebak Lucifer.
Vicky mengambil sebatang rokok milik Lucifer. Lalu ikut menghisap nya.
"Kenapa kau berpikir seperti itu kak. " vicky membuang asap rokok nya.
Lucifer menatap sinis Vicky.
"Apa kau pikir aku begitu bodoh? " tanya Lucifer serius.
"Seperti nya mereka berbicara sangat serius. " gumam Eva yang memperhatikan kedua laki-laki itu.
"Eva.." panggil Cleo.
"Mmm? " Eva merespon panggilan Cleo.
"Apa kau mencintai Lucifer? " tanya Cleo.
"Tentu, aku sangat mencintai nya. " jawab Eva yakin.
"Dan bagaimana dengan Lucifer? " tanya Cleo lagi.
Eva menatap Cleo dengan senyum ramah nya.
"Cleo, kami saling mencintai dan menyayangi."jawab Eva.
"Suatu saat kau akan mengerti dan merasakan nya. " ucap Eva lagi.
.
.
.
.
.
MAAF KALAU UP NYA SEDIKIT, SOAL NYA LAGI BANYAK KERJAAN.
TAPI KALAU YANG LIKE N VOTE BANYAK, PASTI JADI SEMANGAT...
TERIMAKASIH....