SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 151


"Ttaaadddaaaa.... masakan nya sudah selesai. " Vicky menghidang kan hasil masakan nya di atas meja.


"Apa kau punya bir? " tanya Vicky.


Cleo tidak menjawab.


"Ck... baik lah, aku akan mencari nya, aku yakin kau pasti punya. " ucap Vicky.


Dia berjalan di sekitar dapur besar dan mewah.


"Ahhh.... benar kan. Ternyata ada. " Dia membawa satu botol minuman beralkohol berwarna putih.


Sekaligus dua gelas untuk mereka berdua.


"Baik lah, ayo kita makan, makanan ini sudah sangat menggoda ku. " ucap Vicky mengatur posisi duduk nya.


Cleo masih berdiri. Dengan menahan sedikit kekesalan nya.


"Kenapa diam saja, ayo duduk. Kita makan bersama." ajak Vicky.


Karena masih diam saja, Vicky menarik tangan Cleo untuk duduk di samping nya.


"Ck... lepasin.. " Cleo berontak, namun akhir nya duduk juga.


"Selesai makan segera pergi dari sini. " suruh Cleo.


"Ya ampun, belum juga makanan nya tersentuh, udah di usir aja. Tenang aja, aku gak akan mencuri barang-barang mewah mu kok. Karena target pencurian ku itu, hati mu. " goda Vicky.


Cleo menggelengkan kepala.


"Apa kamu tidak lapar? aku dah capek-capek masakin makanan nih." Vicky menggoda nya lagi.


"Aku tidak menyuruh mu untuk masak di rumah ku kan? " sindir Cleo.


"Iya sih, tapi kan niat aku baik loh. Ayo makan saja dulu. Kalau mau marah, nanti bisa di sambung lagi. " ledek Vicky.


Melihat Vicky makan dengan lahap, Cleo pun tergiur juga.


Dengan perlahan namun pasti dia memakan makanan nya sedikit malu.


Sementara Vicky melirik nya dengan senyuman puas.


"Bagaimana? enak kan masakan ku? " tanya nya saat melihat Cleo memasukkan makanan ke dalam mulut nya.


"Biasa aja sih, masih lebih enakkan restaurant langganan ku. " ucap Cleo.


"Bisa aja kamu... bohong nya.. " ucap Vicky melanjutkan makanan nya.


"Sebenar nya masakanan nya memang enak sih. Lembut dan kenyal. " gumam Cleo yang asik menyantap nya.


*******************


"Jadi kamu suka dengan anak gadis kami Steven?" tanya mama Lisna.


"Iya tante, saya suka dan jatuh cinta pada Lisna. " ucap Steven tanpa rasa malu.


Lisna merasa malu.


Setelah mereka selesai makan malam bersama, mereka melanjutkan dengan mengobrol.


"Sejak kapan kamu suka dan jatuh cinta dengan Lisna, Steven? " giliran papa Lisna yang bertanya.


"Mmmm.... pertama kali bertemu saat Eva di bawa ke rumah sakit, paman." jawab nya.


"Tolong ijin kan saya, untuk meminang Lisna, paman, tante. " ucap Steven dengan percaya diri dan berani.


Semua nya terkejut kecuali Lucifer, dia meminum kopi nya dengan santai.


"Apaan sih Stev? " Lisna gugup dan malu.


"Jangan bercanda, aku gak suka. Gak lucu juga. " ucap Lisna lagi.


"Aku gak bercanda, sebelum nya kan aku udah katakan padamu. " jawab Steven.


"Nak Steven, paman dan tante tidak bisa berbuat apa-apa, semua tergantung dengan Lisna. Kalau dia mau dan setuju menikah dengan mu, kami sebagai orang tua hanya bisa merestui nya saja. " ucap papa nya lagi.


"Stev, berikan waktu buat Lisna. Dan kamu juga jangan memaksa nya. " Eva memberi saran.


"Lis, harus kah aku bersikap seperti Lucifer? agar kau bisa menerima ku? " sindir Steven.


"Hey... kenapa bawa-bawa aku dan suami ku sih." Eva komplein.


"Karena kalian tiba-tiba sudah melangsungkan pernikahan. " ucap Steven dan Lisna bersamaan.


"Dih... kompak banget ya. " sindir mama nya.


"Udah, lanjut, gak usah malu. " tambah papa nya.


Kedua orang tua Lisna bersalaman tanda sepakat.


"Apaan tuh maksud nya? " ucap Lisna.


"Sayang, kamu jangan menolak jodoh loh. Lihat Eva dan Adam, walaupun pernikahan mereka dadakan, tapi perlahan-lahan mereka sudah saling menerima, dan bahagia bersama. " tambah papa nya.


"Gak apa-apa tante, paman. Saya akan menunggu nya dengan sabar. Asal jangan lama-lama. Saya sudah tua nih soal nya. hahahahha... bercanda kok. " Steven mencoba mencairkan suasana.


Selanjut nya mereka melanjutkan obrolan ringan sambil di temani kopi dan makanan ringan.


"Stev, sabtu depan Miranda akan menikah dengan Andreas. Apa kau akan menghadiri nya? " Lucifer membuka obrolan pertama nya.


"Mereka berdua anak buah mu kan? tidak pernah terdengar pacaran, sudah mau menikah saja. " ucap Steven.


"Mereka di jodoh kan. " Eva menjawab.


"Hhhmmm.... begitu. Aku akan pergi kalau Lisna mau menemani ku." Steven melirik Lisna yang pura-pura tidak dengar.


"Dia pasti ikut kok." jawab Eva pasti.


"Lihat nanti aja ya, masih ada beberapa hari lagi kan?" jawab Lisna santai.


Malam sudah pukul 21.45 wib....


"Kalau begitu kami pulang dulu ya, udah malam banget. " Lucifer berdiri minta ijin.


"Aku juga, besok jadwal ku padat. " Steven menyusul.


"Terimakasih ya ma, makan malam nya. " ucap Eva.


"Sama-sama nak. Kalian hati-hati di jalan ya. Bawa mobil nya jangan ngebut. " ucap mama nya.


"Lisna, bawa aku dalam mimpi indah mu ya. " goda Steven.


"Iiddiihhh... gombal nya gak ketulungan. Untung aja suami ku gak tukang gombal. " ucap Eva. Dan Lucifer hanya tersenyum kecil.


Sementara Lisna merasa gugup dan malu. Tidak tahu harus berkata apa.


Lucifer membuka pintu mobil untuk Eva, agar dia bisa masuk, dan duduk di samping kemudi. Di susul Lucifer berputar arah.


Kedua mobil yang parkir di halaman Lisna perlahan-lahan meninggalkan lokasi. Sebelum Steven pergi, dia melambaikan tangan nya untuk Lisna. Lisna merasa sedikit senang, dan tetap saja masih ada rasa malu.


"Udah masuk... jangan kelamaan di luar. Steven nya udah pulang tuh. Entar kesambet jin lagi. " ajak mama nya.


"Iya ma." jawab Lisna mengikuti mama nya masuk kedalam.


"Kalau Steven menikah, berarti tinggal 3 anak buah mu nih yang masih sendiri. Aris, Hendra dan William. " ucap Eva membuka obrolan.


"Apa aris dan Hendra memiliki kekasih? " tanya Eva.


"Aku tidak tahu. Aku tidak pernah bertanya mengenai kehidupan pribadi mereka." jawab Lucifer menatap jalanan.


"Kalau William? " tanya Eva lagi.


"Dia juga. Aku tidak tahu." jawab Lucifer santai.


"Ck... gak asik.. " Eva memonyongkan bibir nya.


Lucifer melirik nya, tersenyum sambil mengelus pipi isteri nya.


"Sayang, hidup ku saja sudah pusing, pekerjaan banyak. Buat apa aku harus buang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna seperti itu. " ucap Lucifer.


"Tapi kan mereka orang-orang terdekat mu. Paling tidak kau juga memikirkan masa depan mereka. " jawab Eva.


"Bagaimana kalau mereka di kasih libur dulu. Biar mereka punya waktu dan kesempatan loh. " saran Eva.


Lucifer sejenak berpikir.


"Baiklah. Aku akan memberikan mereka libur yang panjang. Tapi setelah pernikahan Miranda dan Andreas. " jawab Lucifer.