SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 161


Vicky sedang membersihkan diri nya. Selama di kamar mandi, dia bermain sendiri dengan sabun.


"Aahhh.... rasa nya pengen cepat-cepat menikah nih. " ucap Vicky di bawah guyuran air.


"Capek kalau main sendiri. " ucap nya lagi.


Sementara Cleo terbangun dari tidur nya.


"Hhhmmm..... sudah berapa lama aku tertidur? " tanya Cleo sendiri.


Dia melihat pakaian nya yang berbeda dia pakai sebelum nya.


"Perasaan aku gak pakai pakaian ini? apa aku salah?" gumam nya.


Cleo mendengar suara air dari kamar mandi.


"Siapa di kamar mandi? " gumam nya lagi.


Pintu kamar mandi di buka, dan keluar lah Vicky yang sedang memakai handuk sepinggang dengan bertelanjang dada yang sedikit basah.


"Kau?? apa yang kau lakukan di sini? " tanya Cleo yang kaget.


"Eh sayang... kau sudah bangun? " Vicky mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.


"Cepat jawab, apa yang sedang kau lakukan di sini? " tanya Cleo lagi.


"Aku menjaga dan merawat mu. Apa begitu cara mu membalas nya. Lagi pula aku hanya menumpang mandi kok. " jawab Vicky.


"Lalu... lalu pakaian ku? apa.. apa kau juga yang menggantikan nya? " tanya Cleo gugup.


"Tentu saja, memang nya siapa lagi? " jawab Vicky santai.


"Kau... kenapa kau melakukan nya? " Cleo menahan rasa marah dan malu.


"Hhmm... pakaian mu basah karena keringat. Aku juga sudah membangun kan mu, tapi kau tidak bangun-bangun. Maka nya aku berinisiatif mengganti nya sendiri. " ucap Vicky.


"Tenang saja, aku hanya melihat tubuh telan**ng mu saja, tidak melakukan apa-apa kok. " ucap Vicky duduk di samping Cleo di ranjang.


Vicky melihat dan tahu kalau Cleo merasa malu dan menahan marah.


"Aku akan bertanggung jawab untuk mu. Jadi kau tidak akan mengalami kerugian. " ucap Vicky mengusap rambut Cleo.


"Kau... kau hanya mencoba mempermainkan ku kan? setelah kau puas bermain dengan ku, lalu kau akan pergi seperti laki-laki di luar sana." ucap Cleo berusaha menahan emosi dan kesedihan nya.


Vicky menatap nya. Ada rasa iba untuk Cleo.


"Dengar kan aku. Aku menyukai mu. Sebelum nya aku memang menyukai Eva, tapi setelah aku bertemu dengan mu pertama kali, aku yakin, kalau kau lah yang cocok jadi isteri ku. " ucap Vicky mengelus pipi Cleo.


Cleo tidak bersuara, diam.


"Aku rasa benang merah di antara jari kita sudah terhubung. Yang arti nya kita adalah pasangan." ucap Vicky lagi.


"Kau mencoba menggoda ku? " tanya Cleo.


"Apa kau merasa aku menggoda mu? " Vicky bertanya balik.


"Gini aja deh, kasih aku kesempatan satu kali. Gak banyak-banyak. Hanya satu kali saja. Kalau ternyata kau tidak nyaman atau aku melakukan kesalahan, misal nya selingkuh atau mempermainkan mu, kau boleh mengakhiri nya." ucap Vicky serius.


"Tapi.. kau harus mendengar penjelasan ku sebelum menyalahkan ku. Kau tahu lah, banyak gadis-gadis di luar sana yang tergila-gila dengan ku. Bisa saja mereka menjebak ku. " ucap Vicky lagi.


"Kalau begitu pilih saja wanita yang tergila-gila pada mu. Kenapa harus aku? " tanya Cleo.


JJEETTAAAKKK....


Vicky menjentikkan jari nya di kening Cleo pelan. Cleo tampak memegang kening nya.


"Hhmmm... dari tadi aku bicara pada mu hanya sekedar angin kentut saja? " ucap Vicky.


"Aku...menyukai... mu... Cleo... " ucap Vicky mengulangi kalimat sebelum nya.


"Dan, aku yang tergila-gila pada mu. Paham? " tanya Vicky.


"Lagi pula apa kau tidak malu memiliki hubungan sejenis? kalau kau memiliki ku kan enak. Kita saling melengkapi. Aku janji, aku akan menjaga mu." janji Vicky.


"Bagaimana? mau ya? " tanya Vicky.


Cleo masih belum memberikan jawaban nya.


Mencoba mengerti dan memahami ucapan Vicky.


"Aku akan hitung sampai tiga. Kalau kau diam atau tidak memberi jawaban, aku anggap kau setuju, dan menerima ku menjadi kekasih mu. " ucap Vicky.


"Apa? mana bisa aku memberi keputusan secepat itu. " ucap Cleo.


"Satu... " Vicky mulai menghitung.


"Apa dia serius? " gumam Cleo.


"Dua... " hitungan berikut nya.


"Kasih aku waktu untuk memikirkan nya." pinta Cleo.


Vicky menggelengkan kepala nya.


"Tiiiii.... " Vicky menghitung yang terakhir.


"Aku tidak..... " Vicky menutup mulut Cleo dengan mulut nya.


"Gaa... " Vicky mengucap kalimat terakhir nya sambil melepaskan ciuman di bibir Cleo.


"Kau sudah menerima ku. Jadi kita sudah resmi pacaran dan menjadi sepasang kekasih. " bisik Vicky.


"Aku janji kau tidak akan menyesali telah memilih ku." Vicky mencium kening Cleo dengan lembut. Dan Cleo hanya diam menerima perlakukan Vicky.


"Hhmm.... badan mu masih panas. Bibir ku sedikit melepuh saat menyentuh jidat mu. " canda Vicky menyentuh kening Cleo.


Ada rasa senang, bahagia dan kekhawatiran yang di rasakan Cleo. Dia khawatir kalau Vicky hanya mempermainkan nya. Di saat dia membuka hati dan terluka kembali.


Cleo dan Vicky saling menatap. Vicky mencoba mencium bibir Cleo,dia menolak, akan tetapi Vicky mencoba menarik pelan tubuh Cleo dalam pelukan nya. Cleo menahan tubuh nya agar tidak menyentuh dada Vicky. Hanya berbatasan dengan tangan. Cleo dapat merasakan dada Vicky yang masih belum memakai baju.


Vicky merasakan bibir Cleo yang sedikit panas. Menekan dengan telapak tangan nya yang berada di belakang leher Cleo.


Beberapa saat mereka berciuman, Vicky melepaskan ciuman nya.


"Baik lah sayang, aku akan menyiapkan makan malam kita. Dan kau istirahat saja dulu. Okey. " ucap Vicky turun dari ranjang.


"Oh ya, aku akan memakai piyama tidur mu dulu ya, pakaian ku sudah kotor. Tidak mungkin aku memakai handuk ini terus menerus. Takut nya kau akan menerkam ku. " ledek Vicky dengan senyum nakal nya.


"Siapa yang mau menerkam mu, hhuuhh." jawab Cleo.


Vicky hanya membalas dengan senyum ringan dan menuju dapur. Sementara Cleo diam-diam menatap keluar nya Vicky dari kamar nya.


"Apa ini sudah benar? " gumam Cleo.


*******************


Sementara di dalam apartemen Lucifer, Lucifer juga sibuk memasak. Eva duduk di ruang santai sambil menonton Tv.


Lucifer hanya memasak makanan yang sederhana, karena Eva masih belum bisa memakan sembarangan.


"Sayang, makan dulu ya. " Lucifer datang dengan membawa sup ayam nasi dan segelas air mineral di atas nampan.


Eva melihat kedatangan Lucifer yang masih memakai celemek. Sedikit menahan senyum melihat suami nya.


"Sayang, kau tidak mengiris bawang dan cabai nya besar-besar kan? " ledek Eva.


"Tentu saja tidak, aku sudah belajar mengiris bawang dan cabai." jawab Lucifer.


Lucifer menyuapi Eva makan dengan sendok. Gantian Eva menyuapi Lucifer makan juga. Sehingga tampak mereka makan sepiring berdua. Sangat romantis. Sesekali Lucifer membersihkan butiran nasi yang menempel di sudut bibir Eva.