SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 57


"Apa??? Adam lagi?. " ucap Jefri, seakan tidak percaya.


"Benar tuan." jawab anak buah nya.


"Siapa si Adam ini sebenar nya? " tanya Jefri penasaran.


"Bagaimana dengan Anton? " tanya Jefri.


Anak buah nya saling menatap, tidak berani memberitahukan pada Jefri.


"Ada apa? kenapa kalian diam?" teriak Jefri.


"Bos... Anton.. sudah meninggal. " ucap anak buah nya.


"Apa? " tanya Jefri lagi.


"Benar bos, menurut informasi, tubuh nya di lempar ke pembakaran bos, tapi sebelum nya dia di siksa dulu. " ucap anak buah nya dengan panik.


Jefri merasa gugup, panik dan takut. Keringat mengalir di wajah nya.


"Cepat, ayo kita menemui tuan Richard. " ajak Jefri.


"Baik bos. " jawab anak buah nya.


**********************************


Hendra dan Lucifer sudah tiba di markas nya, Aris sudah menunggu kedatangan mereka.


"Tuan. " ucap Aris dan anak buah lain nya.


"Hmm... di mana mereka ?" tanya Lucifer serius.


"Di dalam tuan. " jawab Aris.


"Bawa mereka menemui ku. " perintah Lucifer.


Di dalam markas besar yang di miliki Lucifer, sudah berdiri banyak anak buah nya. Masing-masing dari mereka memiliki senjata.


Beberapa anak buah Lucifer sudah membawa Edward dan Beny, kedua tangan Mereka di ikat, mulut dan mata nya di tutup.


Seperti biasa, Lucifer duduk menunggu di kursi kayu nya, sambil menghisap rokok nya.


Edward dan Beny di dorong di bawah kaki Lucifer.


"Buka mata dan mulut nya." ucap Lucifer.


Penutup mulut dan mata mereka sudah di buka.


"*Apa? tuan Adam? " gumam Beny.


"Tuan Adam? apa maksud nya? " gumam Edward*.


"Terkejut? " tanya Lucifer sinis.


"Tu... tuan ada apa tuan membawa kami ke sini? " tanya Edward gugup.


Lucifer menatap Edward sinis, sambil membuang asap rokok nya di wajah Edward.


"Kenapa tuan Adam begitu mengerikan sekali wajah nya? " gumam Beny yang melihat saja.


"Siapa orang yang kau suruh untuk membunuh ku? " tanya Lucifer.


"A.. a.. apa masud nya tuan? " tanya Edward.


Lucifer diam, tampak menahan kemarahan.


ujung rokok yang menyala yang ada di tangan nya, di tempelkan di wajah Edward.


"Aaaakkkhhh..... " teriak Edward.


Beny yang melihat nya merasa takut.


"Tu... tu.. tuan... tolong... jangan lakukan itu. " ucap Edward menahan sakit.


"Kalau begitu jawab. " ucap Lucifer.


"Tuan... saya tidak mengenal mereka, hanya Beny yang kenal tuan Adam. " jawab Edward.


Lucifer melemparkan pandangan iblis nya pada Beny, Beny di tatap seperti itu merasa ketakutan. Tubuh nya gemetaran dan berkeringat.


"Bagaimana Beny? " tanya Lucifer.


"Tuan... saya tidak mengenal Mereka, saya hanya mengenal di jalanan saja tuan." Ucap Beny.


Lucifer tidak percaya. Dia mengeluarkan pisau kesayangan nya. Pisau yang memiliki ukiran dengan gagang berlapis emas.


"Apa kau mau merasakan ketajaman pisau ku? " tanya Lucifer mengangkat pisau nya.


Edward yang melihat sangat takut, begitu juga Beny.


"Api rokok nya saja begitu menyiksa ku, apalagi pisau nya? gawat.. " gumam Edward.


Lucifer memberikan goresan di wajah Beny.


"Tuan.. jangan tuan.. tolong tuan... aaakkhhhh... " teriak Beny menahan sakit.


Darah mengalir dari wajah nya. Satu goresan miring di wajah Beny.


"Je... je.. jefri....tuan. " jawab beny menahan kesakitan.


Aris dan Hendra saling menatap.


"*Jefri yang mana nih? " gumam Hendra.


"Apakah maksud mereka Jefri anak buah nya Tiger Blood? " gumam Aris*.


"Jefri?? " tanya Lucifer seperti memikirkan sesuatu.


"Be... benar tuan... dia memiliki tatto harimau besar di punggung nya. " ucap Beny.


"Mungkin si Adam bre****k ini akan takut kalau tahu siapa si Jefri itu, hahahahaha. " gumam Beny.


"Tu.... tuan... lepaskan lah kami... karena anda tidak tahu siapa Jefri, aku dengar dia ada hubungan dengan kelompok mafia. " ucap Beny sedikit mengancam.


Lucifer menyandarkan diri nya di sandaran kursi kayu nya sambil menghisap rokok yang di berikan Hendra lagi.


Membuang asap ke atas kepala Beny.


"Menarik.... hahahahahahahahha. " ucap Lucifer dengan tawa keras nya.


"Ada apa dengan nya? apa dia sudah gila karena tahu siapa si Jefri? " gumam Beny.


"Tutup mata dan mulut nya, kurung mereka. " teriak Lucifer.


"Baik tuan. " ucap Aris dan Hendra.


Lucifer pergi meninggalkan Aris dan Hendra yang masih mengurus tugas yang di berikan bos nya. Dia berjalan menuju mobil nya, menunggu kedatangan anak buah nya.


"Lepas kan kami Aris, apa kau tidak tahu siapa kami? " ucap Beny.


"Ingat... pembunuh bayaran yang sebenar nya masih hidup di luar, apa kalian tidak takut kalau mereka balas dendam, hah??" ucap Beny.


"Hahahahahaha.... " Aris dan Hendra tertawa bersama. Di ikuti semua anak buah Lucifer yang ikut tertawa.


"Apa kau tahu siapa tuan Adam itu? " tanya Aris mendekatkan wajah nya berbicara dengan Beny.


Beny bingung dengan pertanyaan Aris.


"Apa maksud mu? " tanya Beny.


"Aris, jangan buat mereka penasaran, beritahu mereka siapa bos kita itu, anggap aja permintaan terakhir sebelum menemui ajal nya. " ucap Hendra santai.


Beny dan Edward saling menatap.


"Tuan Adam... atau tuan Lucifer...adalah..... bos mafia yang terkenal... . " ucap Aris pada Hendra.


"BOS MAFIA.... INGAT... BOS MAFIA.... " ucap Aris di telinga Edward dan Beny.


Edward dan Beny beberapa kali menelan ludah nya, kali ini tubuh mereka bergetar dengan kuat, sampai merasa lemas tak berdaya.


"Bos mafia? ternyata..... Adam....??? " gumam Beny.


"Gawat. ternyata Adam adalah.. bos mafia..?? habis lah kali ini... " gumam Edward.


"Kurung mereka !!! " ucap Aris.


Beberapa anak buah nya menarik dan membawa Edward dan Beny setelah mata dan mulut nya di tutup.


Mereka teriak-teriak berontak minta di lepaskan.


Setelah selesai Aris dan Hendra menyusul tuan nya yang sedang menunggu di dalam mobil.


"Tuan.. kami sudah mengurung nya kembali. " ucap Aris.


"Antar aku ke apartemen, aku ingin mandi. Aku tidak mau Eva takut melihat darah si baj****n itu di baju ku." ucap Lucifer.


"Eehhh... Eva kan memang dari awal sudah takut dengan tuan Lucifer. " ucap Hendra jujur.


Aris memukul bahu Hendra yang sudah duduk di sebelah nya di dalam mobil.


Lucifer hanya diam.


"Memang benar, dari awal Eva sudah takut dengan ku.. tapi.... tapi kenapa dia masih ada di dekat ku? bahkan... kenapa dia lari menyelamat kan ku? " gumam Lucifer memegang kening nya.


****************************


Dokter Steven masuk ruangan Eva untuk mengecek keadaan Eva. Lisna dan William masih ada di situ, mereka tidak bisa meninggalkan Eva sendirian tanpa ada yang menjaga nya, lagi pula sudah di perintahkan Lucifer.


"Oh my god... dokter ini ganteng banget... body nya is perfect.... " gumam Lisna tak berkedip melihat dokter Steven.


"Selamat sore nona Eva. " ucap Steven.


"Sore dokter. " jawab Eva.


Steven adalah seorang dokter, rumah sakit tempat Eva di rawat adalah milik Steven. Bersahabat lama dengan Lucifer. Walaupun memakai kacamata tipis, kesan nya ketampanan nya tidak pudar.


Semua wanita tidak ada yang tidak terpikat dengan ketampanan dokter Steven.


HAI.... TIDAK BOSAN-BOSAN NYA NIH AUTHOR MINTA DUKUNGAN NYA.... LIKE, VOTE, KOMENT NYA YA...



PROMOSI NOVEL TERBARU KU JUGA NIH... CERITA NYA GAK KALAH SERU LOH...