
"Dokter, bagaimana keadaan saya dok, kapan saya bisa pulang? " tanya Eva.
"Sebentar saya cek dulu ya. " ucap Steven.
Eva melihat Lisna menatap tak berkedip melihat dokter Steven.
"Ehem... kendalikan tuh mata. " ucap Eva.
"Hehehehehe. " tawa Lisna.
Steven dan William melihat Lisna. William menutup mulut nya menahan tawa.
"Bagaiamana dok? " tanya Eva setelah selesai meriksa diri nya.
"Kamu harus di rawat di sini dulu, karena luka nya masih basah. " ucap Steven.
"Ck... udah bosan dok di sini. " ucap Eva.
"Ya mau bagaimana lagi, setidak nya kamu harus di sini dua hari" ucap dokter Steven.
"Ha?? lama banget dokter. " ucap Eva jenuh.
"Hahahahaha. " tawa Steven.
"William, di mana Lucifer? " tanya Steven.
"Aku di sini Stev. " jawab Lucifer baru tiba.
"Oh... aku ingin berbicara dengan mu." ucap Steven mengajak Lucifer keluar.
Lucifer mengikuti Steven keruangan nya.
"Ada apa? " tanya Lucifer.
"Ada apa dengan mu? seperti kelelahan begitu. " tanya Steven.
"Aku tidak apa-apa. " jawab nya cuek.
"Apa kau sedang balas dendam? " tanya Steven.
Lucifer melihat nya
"Ayolah Lucifer, aku tahu apa yang ada dalam isi kepala mu itu. " ucap Steven sambil memegang kepala Lucifer.
"Jelas isi nya otak lah... " jawab Lucifer ketus.
"Pppuuffftthhh.... "tawa Steven.
"Kau sudah mau bercanda juga ya. " ucap Steven.
"Bagaimana dengan orang itu? " tanya nya pada Lucifer.
"Aku dengar kau sering ke markas mu, apa kau menahan mereka di sana? " tanya nya lagi.
"Kau tahu dari mana? " Lucifer balik nanya.
"Tentu saja dari anak buah mu, hahahhaha. " ucap nya.
Lucifer diam menatap Steven.
"Iya, mereka ada di markas ku. " ucap nya.
"Siapa mereka? " tanya Steven lagi.
"Mantan karyawan ku, tapi... " ucap Lucifer.
"Tapi apa? " tanya Stev.
"Mereka bekerja sama dengan Tiger Blood. " ucap nya.
"Apa?? " Steven merasa kaget.
"Lalu bagaimana dengan rencana mu? " tanya Stev.
"Aku akan membawa Eva ke apartemen ku. " ucap Lucifer.
"What?? " kalian akan tinggal berdua bersama? " tanya Steven kaget.
"Iya, apa yang kau pikirkan? " tanya Lucifer.
"Kau tahu apa yang aku pikirkan, hehehehe. " ucap Steven.
"Jangan berpikiran kotor Stev, aku tahu apa yang kau pikirkan. " jawab Lucifer.
"Hahahahahahaha, untuk apa Eva di apartemen mu? " tanya Stev.
"Ya aku akan menjaga nya di sana, lagi pula aku akan menjamin keselamatan nya. " ucap Lucifer santai.
"Hahahahaha.... aku yakin, yang lebih di takutin Eva itu kamu. " ledek Steven.
"Kalau dia takut pada mu, bagaimana bisa dia mau tinggal dengan mu, iya kan? " ucap Steven.
"Benar juga. " gumam Lucifer.
Lucifer diam, dia memikirkan apa yang di ucapkan Steven.
"Bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Lucifer pada Steven.
"Luka nya masih basah, aku takut dia terlalu banyak gerak sehingga jahitan operasi nya terbuka lagi. " jawab Stev.
"Dia harus tinggal di sini dua haria lagi. " ucap nya lagi.
"Pasti dia gak betah." ucap Lucifer.
"Wah... kau tahu juga ya.. memang lah ya... kalau sudah jodoh, pasti ada ikatan batin nya, hahahahha. " ucap Steven.
"Jangan ngawur kalau bicara. " ucap Lucifer.
"Ngawur di mana nya? denger ya, William sudah cerita pada ku, waktu Eva hampir di bunuh. " ucap Steven.
"Hhmmm.... aku tidak menyukai nya Stev. " jawab Lucifer.
"Kau menyukai nya, kalau tidak, kenapa kamu bersikap seperti itu? " tanya Stev.
"Itu wajar di lakukan seorang atasan. " jawab Lucifer.
"Ya elah, ngeles aja kayak bajay. " ucap Stev.
"Oke, sekarang yang terakhir nih, menurut mu kenapa Eva mau ngorbanin diri nya lari-lari nyelamatin kamu? " tanya Stev.
"Itu mungkin karena tanggung jawab nya sebagai karyawan." jawab Lucifer.
"Bukan... itu karena ikatan batin kalian... kalian itu berjodoh. " ucap Stev.
"Dan Hendra juga bilang, kau sampai nangis-nangis karena melihat Eva terluka. " ucap Steven.
"Di depan mata ku pun, kau sangat panik dan ketakutan kehilangan. " ucap Stev.
"Cukup Stev !!! " teriak Lucifer sambil berdiri.
"Jangan menyimpulkan sesuatu yang tidak kau mengerti. " ucap Lucifer.
"Itu ku lakukan karena menebus kesalahan ku, kau tahu kan, aku sudah bilang sebelum nya, kalau Eva aku suruh bekerja di tempat ku untuk menjadi umpan... hanya umpan...!!! " ucap Lucifer marah.
Steven diam, tampak kemarahan di wajah Lucifer.
"Hhhmmm..... baiklah...baiklah... terserah kau saja. " ucap Stev memegang bahu Lucifer.
"Kapan kau bawa Eva?" tanya Stev.
"Hari ini atau besok." ucap Lucifer.
"Firasat ku mengatakan kalau anak buah Tiger Blood akan mencari nya. " ucap Lucifer.
"Kalau seandai nya Eva tidak mau? " tanya Stev lagi.
Lucifer melihat sahabat nya.
"Akan aku paksa dia!! " jawab Lucifer.
Steven merespon dengan menganggukkan kepala nya.
**********************************
"Hahahahahahaha..... Lucifer. " tawa seseorang setelah melihat foto yang di berikan Jefri.
"Tuan Richard, siapa Lucifer? " tanya Jefri.
Laki-laki yang bernama Richard George, adalah ketua dari kelompok mafia Tiger Blood. Kelompok ini begitu membenci Poison Deadly, yang di pimpin Lucifer. Itu karena Lucifer tidak mau di ajak bekerja sama dengan nya.
"Kau tidak tahu siapa dia Jefri? " tanya balik Richard.
Jefri hanya menggelengkan kepala nya.
"Dia adalah ketua mafia Poison Deadly. " ucap Richard.
"Apa?? " ucap Jefry kaget.
"Pantas saja dia sangat hebat, dia memiliki banyak anak buah." ucap Jefry dengan suara pelan.
Richard mendengar ucapan Jefry yang tidak di sukai.
"Kau bilang dia sangat hebat? " tanya Richard yang tidak mau ada menandingi kehebatan nya.
"Tidak tuan, bukan itu maksud ku.. aku hanya... "
Bbbuuugggh....
Richard meninju wajah Jefry. Membuat Jefry jatuh dan kesakitan.
"Kau jangan membuat ku marah ba****t!!! " teriak Richard menginjak tangan Jefry.
"Maafkan aku tuan... maafkan aku." ucap Jefry memohon.
"Hahahahaha.... dasar pengecut... " ucap Richard.
Richard sangat marah. Ada dendam besar yang dia rasakan.
"Kau yang memulai duluan br*****k, dan aku akan mengakhiri dengan kemenangan ku. " ucap Richard.
"Sial.... kalau saja aku tahu target yang aku bunuh adalah bos mafia, aku tidak akan menyetujui nya. " gumam Jefry memegang tangan nya yang kesakitan.
"Sekarang kalian keluar, cari tahu di mana sekarang si br*****k itu. " perintah Richard.
"Cari tahu kelemahan nya, siapa saja orang-orang terdekat nya, aku akan menghabisi mereka sampai ke akar-akar nya. " perintah nya lagi.
"Baik tuan." jawab Jefry berjalan keluar.
Dia membawa anak buah nya.
"Cari informasi si Lucifer itu. " ucap Jefry pada anak buah nya .
"Sayang sekali dua orang idiot itu sudah berada di tangan si ban***t itu. " teriak Jefry.
WAH.... WAH.... AKAN SEMAKIN SERU NIH...
JANGAN LUPA.. LIKE... KOMENT.... VOTE...
BIAR AUTHOR NYA LEBIH SEMANGAT NIH..
OH IYA... PROMOSI NOVEL TERBARU KU NIH, CERITA NYA GAK KALAH SERU KOK...