SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 301


Markas yang di gunakan Shadow sekarang sudah rata dengan tanah. Masih berasap dan panas walaupun api nya sudah mati. Anak buah yang di bawa Revand, merubuhkan dan menghancurkan bangunan tersebut.


Anak-anak yang berhasil di selamat kan sudah berada di rumah sakit. Mereka dalam pengawasan Vicky dan Ceons yang membawa anak buah nya juga sebagai perlindungan.


Lucifer tidak membawa Arshinta ke rumah sakit, dokter keluarga mereka yang di suruh untuk datang kerumah mereka.


**********


Sebuah mobil yang baru tiba di lokasi bangunan yang habis terbakar. Pria besar dengan rambut panjang turun beserta anak buah nya.


“Siapa yang melakukan ini?” tanya pria bernama Shadow dengan memegang pinggang nya.


“Menurut informasi, mereka adalah salah satu dari orang tua korban bos.” Jawab anak buah nya.


“Siapa?” tanya Shadow dengan tenang menghisap rokok nya.


“Shinta, nama anak itu adalah Shinta, anak gadis kecil yang anda sukai bos.” Jawab anak buah nya.


“Hahahahahaha…. Pantas saja aku menyukai nya. Di balik kelucuan nya, ternyata dia bisa menghancurkan bisnis ku.” Shadow tertawa, tapi tetap tenang.


“Bos, menurut anak buah kita yang berhasil kabur saat ingin masuk ke dalam, dia mendengar seorang pria dengan membawa kapak yang telah menyerang teman-teman nya. Tapi orang itu juga membawa banyak orang yang membawa anak-anak kecil pergi. Pria yang membawa kapak, mengatakan kalau dia adalah Lucifer.” Ucap anak buah nya lagi.


“Lucifer….” Shadow merasa pernah mendengar nya.


“Benar bos, apa anda kenal dengan orang itu?” tanya anak buah nya yang belum pernah mendengar.


Shadow menghisap lagi rokok berbentuk cerutu nya.


“Aku tahu siapa dia. Tapi bukan berarti aku takut dengan nya. Hanya saja aku tidak tahu kalau dia ada di negara ini. Bukan kah dia ada


di Indonesia?” tanya Shadow.


“Memang nya siapa dia bos? Dan bagaimana mungkin dia bisa berada di sini?” anak buah nya yang semakin penasaran.


Shadow melihat anak buah yang masih menunggu jawaban.


“Bos mafia! Deadly Poison.” Jawab Shadow membuang asap rokok pada anak buah nya.


“Apa? Jadi dia bos mafia? Deadly Poison? Tapi aku tidak pernah dengar nama itu.” anak buah nya terkejut sekaligus tidak percaya.


“Deadly Poison, apalagi Lucifer, tidak akan pernah ikut campur pekerjaan orang lain, kecuali menyangkut orang-orang yang penting bagi nya.”


“Berarti bos, anak nya adalah… Shinta? Dan dia datang kesini untuk menyelamat kan Shinta? Tapi kenapa……


“Diam lah!. Shinta….. Lucifer…. Aku akan membuat mereka merasakan pembalasan ku ini lagi. Bersabar lah.” Ucap Shadow dengan senyum sinis nya.


"Lalu apa kita akan melakukan perlawanan?” tanya anak buah nya menunggu perintah.


“Tidak usah. Biarkan saja. Kita harus menyingkir dari negara ini dulu.”


“Tapi bos, bagaimana dengan pihak kepolisian dan anak-anak itu? pasti mereka akan…..


“Tidak akan ada yang berani mencari masalah dengan Shadow.


Sekalipun itu kepolisian atau militer lain. Kekuasaan ku lebih besar dari mereka. Dan lagi pula, dari dulu Deadly Poison tidak pernah berhubungan denganhukum. Mereka akan menghabiskan hingga lenyap. Jadi siapa yang lagi sial bertemu dengan nya, maka orang itu akan mati.” Shadow yang dengan yakin nya tentang gerak-gerik Lucifer.


“Baik kalau begitu bos.”


“Kau pikir aku takut pada mu, Lucifer? Aku tahu siapa kau sebenar nya.” Gumam Shadow dengan ujung bibir terangkat.


*******


Di kediaman Mahesha, mereka semua sudah berkumpul. Arshinta, sedang beristirahat di kamar di temani mama nya dan Evano.


“Aku salut dengan Arshinta, dia sama sekali tidak takut menjadi korban penculikan. Dan dia tidak mengeluh pada wajah nya yang sudah memar itu.” ucap Revand.


Setelah dokter memeriksa dan memberikan obat pada nya dan sudah menggantikan pakaian Arshinta, kini dia tertidur di tempat tidur dengan tenang.


“Lalu apa yang akan kau lakukan lagi Lucifer?” tanya Mahesha.


“Tidak ada pa. aku sudah menemukan anak ku, dan aku tidak perduli dengan mereka.” Jawab Lucifer.


“Apa kau tidak ingin mengejar pimpinan nya?” tanya Revand.


“Tidak. Kecuali tanpa sengaja aku bertemu dengan nya, aku pasti akan menghabisi nya. Tapi untuk sekarang aku tidak ingin mencari nya.” Jawab Lucifer dengan tenang.


“Apa anak-anak itu sudah di jemput keluarga nya Revand?” tanya Mahesha pada Revand.


“Sudah pa. Tapi ada beberapa lagi yang masih di rawat di rumah sakit, mereka adalah anak-anak yang tidak mampu atau cacat, kemungkinanmereka sengaja di jual pada Shadow. Dan pihak rumah sakit juga tidak mau untuk memberikan perawatan pada mereka.” Ucap Revand.


“Bunuh saja mereka yang tidak mau. Mereka tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan janji pekerjaan nya.” Ucap Lucifer kesal.


“Tapi ada salah satu anak laki-laki yang ingin bertemu dengan Shinta, kalau tidak salah nama nya….. Natha.” Ucap Revand mengingat-ingat.


“Tidak usah. Aku tidak mau Shinta dan orang itu bertemu.” Jawab Lucifer tidak suka.


“Kenapa tidak suka? Bisa saja kan mereka saling menyukai?”ledek Revand.


Lucifer marah ketika Revand berbicara seperti itu. Dia memberikan tatapan tajam pada Revand yang hanya dengan santai nya tersenyum.


“Ya kalau memang anak itu ingin bertemu dengan Shinta, biarkan saja Lucifer. Mereka berdua mungkin ingin berbicara sesuatu, dan lagipula mereka kan sama-sama menjadi korban.” Ucap Mahesha.


“Benar pa. siapa tahu nanti itu adalah calon menantu mu Lucifer, hahahahahaha….” Ledek Revand tertawa.


“Diam kau Revand, tidak lucu. Anak ku masih kecil, belum waktu nya memikirkan itu.” jawab Lucifer kesal.


“Hahahaha…. Apa kau benar-benar serius memikirkan ucapan ku tadi? Padahal kan aku sedang bercanda itu.Bapak yang posesif.” Ledek Revand lagi.


Lucifer tidak membalas nya lagi. Hanya tatapan yang tajam nya saja di arah kan pada Revand yang mengangkat salah satu alis nya. Dan Mahesha hanya menggelengkan kepala, sambil meminum kopi nya.


******


Eva tidur menemani Arshinta, gadis kecil itu berada di tengah-tengah antara Evano dan Eva.


Eva selalu mengusap-usap kepala Shinta dengan lembut. Mereka tidak bersedih lagi. Sekarang mereka sudah bahagia kembali.


CCCCEEEKKKLLLEEEKKKK…..


Lucifer masuk kedalam kamar, tempat di mana isteri dananak-anak nya saat ini.


Eva melihat suami nya yang datang mendekati nya.


“Apa dia masih tidur?” tanya Lucifer.


“Iya, dia sangat nyenyak sekali sampai mendengkur.” Jawab Eva tersenyum.


“Bagus lah kalau begitu. Kita tidak usah khawatir lagi. Apa kau sudah makan?” tanya Lucifer.


“Belum. Kamu?” tanya Eva.


“Hhhmmm….. sama, aku juga belum makan. Ayo kita makan, aku sudah sangat lapar sekali.” Ajak Lucifer.


“Tidak ada yang menjaga mereka. Apa mau gentian saja makan nya? Atau….


“Aku sudah suruh Maurer mengantar kan makanan untuk kita. Jadi kita tidak usah keluar kamar.” Jawab Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.