SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 220


"Kau tidak boleh menolak ku. Karena itu sudah kesepakatan antara papa mu dan papa ku." tegas Oliver.


"Aku tidak punya orang tua kandung. Anak kandung mereka adalah Vicky, jadi menikah saja dengan nya." tolak Lucifer, mencium tangan Eva.


"Jangan, Vicky kan sudah memiliki pacar, Cleo nama nya." ucap Eva spontan.


"Aku rasa Vicky juga tidak mau sayang." Lucifer membalas.


"Papa ku akan marah, kalau....


Lucifer berbalik arah melihat Oliver dengan tatapan marah.


"Apa kau mau papa mu aku bunuh saja?" ancam nya marah.


"Sabar sayang.." Eva mengusap dada suami nya.


"Kau semakin lama semakin lancang ya Lucifer. Memang benar, seorang sampah seperti mu, mau di hiasi bagaimana pun akan tetap menjadi sampah." caci Marvel.


"Sayang, sebaik nya kita keluar dari sini." Lucifer berdiri, menggenggam tangan Eva.


Eva setuju, karena dia tidak suka tinggal di tempat itu.


"Tunggu Lucifer!! " teriak Marvel.


Dia mengabaikan. Mereka tetap berjalan.


"Satu langkah lagi maka aku akan membunuh kalian berdua!!" ancam nya dengan teriak.


Lucifer berhenti, berputar ke arah Marvel yang berdiri dengan emosi.


Dia berjalan secara perlahan setelah melepaskan genggaman nya. Sekarang kedua tangan nya di kepalkan dengan keras.


"Apa? kau ingin membunuh ku? ini adalah wilayah ku Lucifer." gertak nya.


"Sampah yang ada di hadapan mu ini, berasal dari negara ini juga penghianat!" teriak Lucifer.


"Kau pikir aku melupakan kejahatan mu? kau pikir aku melepaskan mu setelah menculik isteri ku?" Ucap nya semakin dekat jarak mereka.


Di tarik nya kerah baju Marvel, membuat nya sedikit kesulitan bernafas.


"Lucifer, lepas kan papa ku. " Audrey berusaha melerai mereka.


BBBUUGGHH....


Biyan memukul Lucifer beberapa kali, hingga terlepas. Di kejar nya lagi Marvel yang berusah menghindar. Biyan menangkap nya, dan melempar tubuh Lucifer. Kini Lucifer memukul Biyan, asisten dan bodyguard Marvel. Tubuh nya lebih besar dari Lucifer.


Pertarungan pun tidak dapat di hindarkan.


"Adam, sudah... lepaskan." Eva melerai mereka.


"Lucifer, hentikan." Oliver pun memegang pergelangan tangan Lucifer.


"Eehhh....jangan sentuh tangan suami ku. Lepaskan." Eva memisahkan sentuhan Oliver.


"Kau yang jangan menyentuh ku perempuan penggoda!" balas Oliver.


Audrey juga membantu Oliver, dua lawan satu, Lucifer memukul Biyan, Marvel mencari posisi menghindar.


"Kau yang penggoda, sudah tahu kami menikah, kau masih keganjenan dekati suami ku. Udah di tolak masih saja gak tahu malu." balas Eva.


Mereka saling menarik rambut, dan mencakar.


Lucifer melihat isteri nya di keroyok, langsung mengganti target dan melerai mereka. Di ambil nya Eva berada dalam pelukan nya.


"Apa kau terluka?" tanya Lucifer merapikan rambut Eva, mengecek luka yang ada di wajah nya.


"Tidak, aku tidak apa-apa. Kita pergi saja dari sini." pinta nya.


"Iya, kita akan pergi dari sini." ucap nya.


Lucifer melanjutkan langkah nya berjalan keluar.


"Lucifer, berhenti." Marvel masih berusaha menghentikan nya.


Lucifer mengeluarkan pistol yang sudah di persiapkan.


DDOORR.....


Satu tembakan mengenai paha Marvel.


"Aaakkhhh..." Marvel memegang luka di paha nya yang sudah mengeluarkan banyak darah.


Biyan ingin membalas dengan mengeluarkan senjata nya juga.


DDDOOORR.....


Tembakan berikutnya mengenai pergelangan tangan Biyan. Senjata yang ada di tangan nya jatuh.


"Kau masih kurang cepat dari ku Biyan. Dari dulu kau tidak pernah bisa menang dari ku." ucap Lucifer masih mengangkat pistol nya.


"Apa masih ada yang ingin merasakan panas nya timah peluru ku?" tanya nya melirik Audrey dan Oliver yang sudah merasakan ketakutan.


Senjata masih di tangan walaupun sudah di turun kan.


Tangan sebelah nya di ulurkan untuk menggenggam tangan Eva.


Akhir nya mereka berdua keluar dari rumah mewah itu.


****************



"Apa rencana anda sekarang tuan Revand?" tanya Tony, anak buah Mahesha yang juga bekerja sama dengan Revand.


Mereka berbicara di salah satu cafe coffee.


Tony memberikan selembar foto Eva dan Lucifer.



Revand belum memberikan jawaban. Masih melihat foto yang di berikan Tony.


"Lucifer sangat berbeda sekali." komentar Revand.


"Tentu tuan. Itu karena isteri nya Eva." jawab Tony.


"Apa kau sudah selidiki identitas isteri nya?" tanya Revand.


"Menurut informasi yang di kumpulkan, Eva hanyalah seorang pedagang mie ayam keliling dengan sahabat nya. Ketika berusia dua tahun di adopsi dari panti asuhan. Namun sampai saat ini kami tidak menemukan orang tua yang mengadopsi nya. Sebelum nya mereka beberapa kali berusaha menjual gadis itu tapi di tolong Lucifer. Lalu puncak nya saat Eva di culik, membuat nya marah dan membuat orang tua angkat nya cacat." ucap Tony.


Tidak ada obrolan lagi.


"Pergilah dulu, tunggu perintah dari ku. Jangan gegabah." suruh Revand.


"Baik tuan. Permisi." Tony meninggalkan Revand yang masih mengamati foto Eva dan Lucifer.


" Eva Tasyalona? kenapa nama nya sama seperti mama? Maria Tasyalona? dan wajah nya...?" gumam Revand serius.


******************


Sebuah mobil menjemput Lucifer dan Eva. Itu adalah Ceons dan sopir, mereka duduk di depan.


"Selamat malam tuan." sapa Ceons.


"Mmm..." respon Lucifer.


"Pasti nona ini adalah Eva, isteri dari tuan Lucifer." tebak Ceons mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.


"Iya benar. Saya adalah Eva." jawab Eva membalas salaman.


"Ternyata anda sangat cantik sekali." puji nya.


"Terimakasih pak." balas Eva tersenyum ramah.


"Masuk lah. Hati-hati kepala nya." Lucifer menuntun Eva masuk ke mobil.


Mereka segera meninggalkan lokasi kediaman Marvel.


Lucifer memeluk erat isteri nya.


"Sayang, kau jangan pergi meninggalkan ku lagi. Aku bisa gila tanpa mu." ucap Lucifer.


"Aku tidak pergi meninggalkan mu. Tapi mereka yang ingin memisahkan kita." balas Eva.


Eva juga memeluk Lucifer, kedua tangan nya merangkul pinggang Lucifer.


"Apa mereka menyakiti mu?" tanya Lucifer.


"Tidak, tapi mereka mengurung ku di dalam kamar. Membosankan." Eva menyandarkan wajah nya di dada suami nya.


"Lalu bagimana dengan makanan mu?" tanya nya lagi.


"Enggak enak. Aku tidak suka. Tapi aku terpaksa memakan nya." jawab nya manja.


Lucifer mengusap rambut Eva.


"Aku akan membawa mu ke tempat-tempat makanan yang kau ingin kan." janji Lucifer.


Eva setuju, menganggukkan kepala nya.


"Kita mau kemana?" tanya Eva mengangkat wajah nya.


"Apartemen kita." jawab Lucifer.


"Kau punya apartemen di sini?" tanya Eva.


"Iya. Kau jangan lupa, asal ku di sini. Bisa di bilang kampung halaman. Dan aku punya beberapa tempat tinggal di sini." ucap nya bangga.


Eva menganggukkan kepala nya lagi, mengerti.


"Kau tidur lah, kalau sudah sampai aku akan menggendong mu." suruh Lucifer.


"Mmm....aku sangat merindukan mu." ucap Eva mempererat pelukan nya.


"Aku juga sayang..." ucap Lucifer.


Mereka bermesraan, mengabaikan Ceons dan si supir.


.


.


.



SAMBIL MENUNGGU UP SI LUCIFER, BOLEH DONK MAMPIR DI NOVEL KU YANG INI. JANGAN LUPA, LIKE N VOTE NYA.


TERIMAKASIH..