
"Kenapa dia diam saja?" gumam Vicky.
Lucifer berjalan dengan pelan, dengan tatapan membunuh.
Aris hanya menunggu tuan nya di samping mobil.
Saat jarak mereka sudah mendekat.
"Ada apa.........
BBBBRRRUUGGHH.....
Lucifer memberikan pukulan pertama di wajah Vicky, hingga mengeluarkan darah.
"Ada apa dengan mu? datang langsung memukul ku?" tanya Vicky memegang wajah nya.
"Di mana dia? kau sembunyikan di mana dia?" tanya Lucifer.
"Siapa? aku menyembunyikan siapa?" tanya Vicky.
"Jangan pura-pura bodoh kau bre****k.." Lucifer kembali memberikan pukulan berikut nya.
Vicky tidak bisa membalas atau menghindar. Pukulan nya sangat cepat sekali.
"Uuhhuukk....uuuuhhuukkk...." Vicky memegang dada nya yang mendapat pukulan.
Lucifer ingin memukul nya lagi.
"Hentikan...." Cleo turun dari mobil, berlari menghadang Lucifer.
Di tarik nya kerah baju Lucifer.
"Kau jangan memukul nya. Apa salah Vicky?" tanya Cleo.
Lucifer menatap Cleo dengan tatapan sinis, ingin menampar nya namun Vicky segera mendorong tubuh Lucifer jatuh.
"Kenapa kau keluar? cepat masuk mobil." suruh Vicky.
"Tidak, aku tidak mau. Kenapa Lucifer memukul mu? apa dia ingin membunuh mu?" tanya Cleo kesal.
"Tuan, tolong tenang lah. Jangan membuang tenaga mu." Aris segera melerai perkelahian itu.
Dia membant menahan tubuh Lucifer agar tidak menyerang lagi.
"Kau sudah merencanakan sesuatu kan maka nya kau datang ke Indonesia?" tanya Lucifer.
"Cepat jawab aku, di mana kau sembunyikan Eva." teriak Lucifer.
"Eva? sembunyikan? apa maksud mu kak Lucifer, aku benar-benar tidak mengerti." ucap Vicky yang jujur.
"KEMANA KAU BAWA DIA?" tanya nya menekan kan suara.
"Katakan atau aku akan membunuh mu." Lucifer menarik kerah baju Vicky dengan cepat.
"Lepas kan aku. Aku benar-benar tidak tahu. Mau kau bunuh sekalipun kau tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari ku." jawab Vicky dengan yakin.
Lucifer semakin marah, dengan emosi yang tinggi di pukul nya lagi Vicky, bahkan dia mendorong tubuh Cleo dan Aris yang berusaha melerai mereka.
"Baik, aku akan membunuh mu." Di ambil nya pisau kesayangan yang sudah di bawa nya sedari tadi.
"Silahkan, kalau memang kau tidak percaya pada ku, kau boleh membunuh ku." Vicky pasrah, merentangkan kedua tangan nya.
"Hentikan!! kalau kau membunuh nya kau tidak dapat apa-apa Lucifer. Dan musuh mu akan tertawa senang." Teriak Cleo.
lucifer tidak perduli. Masih di abaikan. Segera berlari menuju Vicky yang sudah pasrah.
Aris pun ikut berlari mengejar tuan nya. Dan segera mendorong tubuh Lucifer agar tidak mengenai Vicky. Lucifer jatuh, telapak tangan nya terluka, namun dia tidak merasa kesakitan. Pikiran nya benar-benar sudah kacau.
"Maafkan saya tuan. Saya tidak ingin melakukan itu, tapi tolong anda tenang. Jangan sampai anda melakukan kesalahan yang sama seperti sebelum nya anda yang memukul Lisna." teriak Aris.
Lucifer duduk di tanah kering, masih memegang pisau nya.
Mereka melihat kesedihan yang terpancar di wajah Lucifer.
"Kapan Eva tidak di rumah?" tanya Vicky.
"Dari pagi, dia di jemput seseorang yang menyamar sebagai Lisna. Kami sudah menemui Lisna yang asli, tapi dia mengaku kalau tidak bertemu dengan Eva." ucap Aris menjelaskan.
"Menyamar? sebagai Lisna? " Vicky pun ikut berpikir.
"Kak? apa itu mungkin adalah...paman Marvel?" tebak Vicky.
"Tapi bagaimana mereka bisa tahu tentang hubungan Lisna dan Eva? dan dalam rekaman CCTV, dia juga kenal dengan Hendra dan saya?" tanya Aris penasaran.
"Apa mungkin ada mata-mata di sekitar kalian?" tanya Vicky.
"Jujur saja, memang paman Marvel menyuruh ku datang ke Indonesia untuk membawa mu kembali ke Singapura, untuk balas dendam.......
"Aku tidak perduli dengan dendam kalian. Dan aku tidak mau ikut campur." potong Lucifer.
"Tapi kau adalah bagian dari kami kak, bagian dari Michael Lee." teriak Vicky.
Lucifer berdiri ingin memberikan kembali pukulan, namun di tahan Aris.
"Kalian hanya memanfaat kan aku saja. Iya kan? kau tahu kenapa aku begitu membencimu?" tunjuk Lucifer.
"Karena kau yang membunuh, aku yang di penjara. Dan kau....enak-enak an di luar negeri tanpa merasa bersalah." ucap Lucifer.
"Apa? aku membunuh? siapa yang aku bunuh? dan...dan kau di penjara?" Vicky merasa curiga.
Lucifer pergi, menuju mobil nya dan Aris menyusul di belakang. Sementara Vicky penasaran dan bertanya-tanya dengan apa yang di katakan kakak angkat nya.
"Vick, sebaik nya kita obati dulu luka mu. Ayo." ajak Cleo.
Mereka pun kembali ke mobil nya dan pergi.
****************
Di dalam mobil Lucifer.
"Tuan, apa rencana anda selanjut nya?" tanya Aris.
Lucifer berpikir sebentar.
"Suruh Hendra mempersiap kan Helikopter sekarang juga." suruh Lucifer.
"Tapi tuan, ini sudah sangat malam. Sebaik nya anda istirahat dulu." suruh Aris.
"Jangan memerintah ku Aris. Ikuti apa perintah ku." ucap Lucifer.
"Tuan, jika keadaan anda tidak baik, bagaimana anda bisa menyelamatkan Eva? aku yakin Eva juga tidak mau anda seperti ini. Dan dia pasti marah pada anda." ucap Aris.
Lucifer teringat dengan perkataan Eva sebelum dia di culik.
"Sayang, kau harus bisa mengontrol amarah mu. Gak baik buat kesehatan. Nanti ganteng nya hilang loh." ledek Eva.
"Kelak, apapun yang terjadi dengan ku, kau juga harus memikirkan keselamatan diri mu. Aku tidak mau kematian ku sia-sia." ucap Eva.
"Baik lah. Kita pulang sekarang. Besok pagi kita harus berangkat. Kalian atur saja." Lucifer mendengar nasehat Aris.
"Baik tuan, kami akan laksanakan."jawab Aris dengan senang.
"Aku tidak akan memaafkan Marvel kalau sampai menyakiti isteri ku." gumam nya.
******************
"Hai Va." panggil seorang wanita, Audrey Lee yang sudah berada di Singapura.
Audrey masuk ke kamar Eva.
"H..hai.. kau...?" tanya nya.
"Aku Audrey, aku anak nya Marvel." jawab Audrey santai.
"Ooohhh..." Eva menganggukkan kepala nya.
"Kau isteri nya Lucifer kan?" tanya nya sinis.
"I...iya." jawab nya gugup.
"Kenapa bisa kalian menikah? apa dia menyukai atau hanya bermain saja dengan mu?" tanya Audrey yang tidak suka.
"Kami saling mencintai. Tidak ada yang bermain-main di antara kami." ucap Eva tegas dan yakin.
"Percaya diri sekali ya. Lucifer itu adalah pembunuh loh. Pembunuh yang kejam. Suatu saat dia juga akan membunuh mu." ucap Audrey sinis.
Eva sudah mulai kesal.
"Dia melakukan itu hanya untuk orang-orang yang pantas untuk mendapat kan nya. Dan Ad....Lucifer tidak akan pernah menyakiti ku." ucap Eva sedikit emosi.
"Hahahahahaha....kita lihat saja, apa kah kau atau kami yang akan di pilih nya." ucap Audrey.