SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 150



"Selamat malam paman, tante. " Sapa Steven.


"Eh Steven, ayo masuk ." ajak mama nya Lisna.


Steven datang dengan membawa seikat bunga.



"Kamu udah datang?" Lisna menghampiri Steven.


"Udah donk, ini bunga buat kamu. " Steven memberikan bunga pada Lisna.


"Ya ellah, gak usah repot-repot bawa bunga kali.. " Lisna menerima bunga nya.


"Duduk aja dulu, ini lagi siapin makanan. " ucap Lisna.


"Ada yang bisa di bantu? " Steven menawarkan bantuan.


"Gak usah, udah mau selesai. " jawab Lisna.


Sebuah mobil berhenti di halaman rumah Lisna. Steven menghampiri.


"Siapa itu? " gumam Steven.


"Hallo dokter Steven. " Eva keluar dari mobil menyapa.


"Eva dan Lucifer? apa yang kalian lakukan di sini? " tanya Steven.


"Pertanyaan mu seperti tidak menyukai kami datang ya. " ucap Lucifer.


"Bu..bukan begitu bro. Sensitive amat sih. " jawab Steven salah tingkah.


"Ayo... ayo masuk, jangan malu-malu. " ajak Steven.


"Hah? " Eva dan Lucifer saling menatap.


Mereka akhir nya berada di dalam kediaman Lisna. Masih duduk di ruang tamu.


"Kalian sudah datang? " Lisna keluar dari dapur.


"Apa kau mengundang mereka juga Lis? " tanya Steven.


"Iya, biar ramai aja." jawab santai Lisna.


"Ayo kita makan sekarang. " mama memanggil Eva dan lain nya untuk makan bersama.


******************


Vicky sedang sibuk memasak dan Cleo membantu menyiapkan bahan-bahan nya.


Awal nya Cleo tidak mengijinkan Vicky untuk masuk ke rumah nya. Hanya saja Vicky teriak-teriak di depan rumah nya. Mau tidak mau dia mengijinkan nya.


"Apa kau tidak bisa mengiris bawang dengan benar Cleo? ini masih sangat kasar, di tambah lagi kau belum mengupas kulit nya. " Vicky menunjukkan hasil kerja Cleo.


Cleo berusaha menahan kekesalan nya.


"Ckckckckck... ini lagi, kok bawang putih nya di potong begini sih? harus satu-satu, dan... di kupas juga. " Vicky komplein dengan hasil bawang putih nya.


"Itu cabai merah nya jangan di iris dengan batang nya donk. " Vicky melihat Cleo sedang mengiris cabai merah.


"Hhaaddewww...gimana kamu nanti jadi isteri ku. " ledek Vicky geleng-geleng kepala.


BBBRRAAKKK....


Cleo meletakkan pisau di atas meja dengan keras. Menghentikan kegiatan nya.


Melirik kesal pada Vicky. Sementara Vicky malah menatap nya dengan mengedipkan mata nya sambil tersenyum.


"Kalau kau tidak suka, ya udah... Lagi pula aku tidak mau jadi isteri mu. Siapa suruh kau memasak di sini?" Cleo meluapkan emosi nya.


Vicky berjalan menghampiri nya.


"Tenang saja, aku akan mengajari mu. Sekarang aku mengajari mu bagaimana cara nya mengiris cabai, dan bawang. Dan nanti aku akan mengajari mu bercinta dengan ku. " goda Vicky.


"Sini, aku ajari cara mengiris nya. " Vicky berdiri di belakang Cleo, dengan tangan nya menuntun tangan Cleo mengiris bawang dan cabai.


Cleo hanya nurut saja. Malas untuk berdebat. Sesekali buang nafas menahan kesal.


"Bagaimana? gampang kan? " Vicky berbisik di telinga Cleo.


"Sebelum bawang nya di iris, harus di kupas, membuang kulit luar nya. Biar enak. Sama seperti kamu, membuang masa lalu mu dan nikmati masa depan mu. " bisik nya lagi.


"Lepaskan!! " Cleo marah.


Vicky mengeratkan pelukan nya.


"Kalau aku tidak mau melepaskan mu bagaimana? " gertak Vicky.


"Apa mau mu? " tanya Cleo.


"Mau ku? mmmm.... " Vicky menggoda Cleo dengan mencium leher nya.


"Lepaskan...breng**k... " Cleo berusaha melepaskan diri nya dari pelukan Vicky.


"Tttiiiidddaaaakkkkkk. " bisik nya dengan nafas mendesah.


CCCRRREEETTTT.....


Cleo melukai Vicky dengan pisau kecil yang di pakai saat mengiris bawang dan cabai.


Dia melepaskan pelukan nya. Tampak Cleo merasa bersalah.


"Maka nya, jangan bikin aku marah. " ucap Cleo berusaha tenang.


"Cleo, kau kejam sekali. Kau menyakiti diri ku. " rengek Vicky.


"Itu karena kau yang memulai duluan. " jawab Cleo menjauh dari Vicky.


"Apa kau punya kotak obat? lihat... darah nya masih keluar nih. Kau tidak kasihan pada ku?" tanya Vicky.


Cleo memang merasa bersalah. Sebenar nya dia tidak sengaja melakukan itu. Dan juga kasihan melihat Vicky yang menahan sakit.


Dia mengambil kotak obat. Vicky menutup luka nya dengan tisu.


"Ini, pakai lah. " Cleo datang dengan membawa kotak obat di tangan nya.


"Tolong bantu obati. " pinta Vicky.


"Obati saja sendiri, ngapain nyuruh-nyuruh. " ucap Cleo.


"Bagaimana aku bisa mengobati nya, kau lihat kan tangan ku sakit, apa aku harus pakai kaki? kalau bisa, ngapain aku meminta bantuan mu? " jawab Vicky.


"Ayolah, kan ini akibat ulah mu. " bujuk Vicky.


"Kau mau aku menderita di sini? kau mau aku kehabisan darah?" Vicky masih berusaha membujuk Cleo.


"Nanti akan...


"Cukup!! " teriak Cleo merasa jenguh.


"Kalau begitu.... " Vicky memberikan telapak tangan nya yang terluka untuk di obati.


Vicky tidak marah atau dendam pada Cleo. Hanya saja dia senang membuat Cleo marah. Dia senang menggoda nya.


Cleo menyerah. Dia membuka kotak obat dan mengobati Vicky, walaupun dengan wajah yang masih kesal. Sementara Vicky tetap tersenyum senang.


"Berikan tangan mu. " pinta Cleo.


Vicky meletakkan tangan nya di atas paha Cleo. Pertama dia membersihkan darah yang hampir mengering. Mengeluarkan kassa dan obat krim.


Vicky menatap Cleo yang serius mengobati nya. Cleo sadar kalau orang yang duduk di hadapan nya selalu menatap nya.


Dengan cepat dia menyelesaikan tugas nya.


"Udah selesai, sekarang menyingkir lah. " Cleo melempar tangan Vicky yang baru di perban.


"Aawww.....sakit. " keluh Vicky.


Cleo merasa bersalah.


"Baiklah, aku akan melanjutkan memasak nya. Aku yakin kau sudah lapar. " Vicky berdiri, menuju tempat memasak nya.


Dengan memakai celemek, dia melanjutkan memasak nya.


"Cleo, jangan diam saja. Sini bantu aku cuci sayuran nya. " suruh Vicky.


"Enggak mau." tolak Cleo.


"Kalau kau tidak mau aku akan memeluk mu lagi loh. " ancam Vicky yang masih membelakangi nya.


"Aku akan menyayat kulit mu lagi dengan pisau. " ancam Cleo.


"Kalau begitu, lakukan lah. " Vicky malah memancing kemarahan Cleo.


Dia berjalan mendekati Cleo. Cleo merasa tidak nyaman.


"Berhenti di situ... aku akan mencuci sayuran nya. Puas?? " Cleo menyerah.


"Kalau hasil nya bagus, aku akan puas. Tapi kalau tidak, aku akan mengajari mu lagi. " jawab Vicky tatapan menggoda.


Cleo mencuci sayuran dan buah-buahan yang di bawa Vicky. Mencuci di samping Vicky. Vicky tersenyum senang. Sesekali melirik wanita yang ada di samping nya.


"Kau tenang saja, masakan ku pasti enak kok. Kau akan menyukai nya. " ucap Vicky pasti.


"Dan kau akan ketagihan nanti. " lirik nya.


Cleo hanya menggelengkan kepala nya. Jengah dengan tingkat kepercayaan diri nya Vicky.


Mereka kembali melakukan kegiatan yang tertunda sebelum nya. Dengan serius dan pasti.


.


.


.


.


.


.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN PARA READER YANG MEMBACA KARYA SAYA. MOHON MAAF KALAU ADA KESALAHAN DALAM KALIMAT, ATAU VISUAL PEMERAN NYA YANG TIDAK COCOK DENGAN HARAPAN KALIAN.


SAYA HANYA BERUSAHA MENCIPTAKAN CERITA YANG MENARIK.


JIKA ADA KEKURANGAN, HARAP DI MAKLUMI....TERIMAKASIH...


MERDEKA....!!!