
Audrey pergi keluar dari kamar Eva.
"Huh...membuat kesal saja. Pantas saja Adam sangat benci dengan keluarga ini. Menyebalkan." celetuk Eva.
"Membosan kan di sini. Hanya di dalam kamar ini saja, tidak bisa kemana-mana. Sebenar nya mereka ini jahat atau gimana sih?" ucap Eva sendiri.
"Aku sangat merindukan Adam. Biasa nya kalau tidur dia selalu memeluk ku." gumam nya memeluk bantal.
"Tapi aneh, apa Lisna juga kenal dengan si Marvel ini?" gumam Eva tersadar.
"Tadi, dia seperti tidak kenal. Yang mana sih yang benar?"
"Eehh....seperti nya waktu dia membawa ku, dia bilang Lucifer, mana pernah Lisna memanggil nya tanpa kata ' tuan' ?" ingat nya lagi.
"Apa mungkin itu bukan Lisna? tapi mereka sangat mirip sekali. Apa Lisna punya saudara kembar?" gumam nya.
"Aku semakin takut. Adam, cepat selamat kan aku....
***********
Lucifer terbangun setelah tidur 2 jam.
"Hhmmm...aku seperti mendengar suara Eva. Dia sangat ketakutan." Lucifer membuang nafas nya.
"Bersabar lah sayang, aku akan datang." ucap nya.
Jam menunjukkan pukul 04.00 wib. Lucifer tidak melanjutkan tidur nya. Dia mengasah pisau kecil nya, membuat kopi, dan melihat foto Eva di samping tempat tidur nya.
*****************
Aris dan Lucifer menuju Helykopter yang sudah di siapkan Hendra. Sebenar nya, mereka bertiga tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Kejar tayang ( sama seperti author nya😂😂)
"Selamat pagi tuan." Sapa Hendra.
"Hhmmm....kalau sudah siap, segera berangkat." ucap Lucifer.
"Baik tuan." Hendra dan Aris ikut menemani tuan nya.
Dan mereka segera menuju Singapura, tempat Marvel dan Black Dragon berada.
"Sayang, aku akan menemukan mu." gumam Lucifer.
**************
"Oh....jadi dia akhir nya akan datang. Hahahahhahaha.....bagus, bagus sekali. " ucap Marvel setelah mendapat info dari anak buah nya.
"Sebentar lagi, aku akan membalas kan dendam ku. Aku akan menguasai semua, milik Lucifer adalah milik ku, dia hanya lah gembel yang di pungut di pinggir jalan kotor." ucap Marvel senang.
"Apa? Adam sedang menuju ke sini?" gumam Eva yang tidak sengaja mendengar perkataan Marvel.
Eva mengintip membuka pintu sedikit.
"Balas dendam? gembel? menguasai? seperti nya orang ini bukan orang baik. Benar-benar jahat. Aku harus hati-hati, bersikap baik sampai Adam datang." gumam nya lagi menutup kembali pintu dengan pelan.
*****************
"Wah....ternyata, orang yang sudah jatuh cinta bisa kalah. Tidak di sangka, demi seorang gadis dia yang pergi meninggalkan negara ini, akhir nya kembali lagi." ucap Revand.
"Tuan, aku dengar wanita itu sangat cantik, mungkin kalau anda melihat nya anda juga akan jatuh cinta pada nya." ucap anak buah nya.
"Oh iya? secantik apa sih wanita ini?" tanya Revand.
"Nanti anda tahu saat anda melihat nya." ucap anak buah nya.
Revand hanya merespon dengan menghisap rokok nya. Tampak dia sangat penasaran. Ingin segera menemui wanita itu.
***********
"Aku tidak bisa menjadi kepala keluarga yang baik. Aku tidak bisa menjaga kalian. Walaupun aku berkuasa, tapi aku lemah. Apa kalian berdua akan memaafkan ku?" Mahesha berbicara di depan foto anak dan isteri nya yang sudah meninggal.
"Seandai nya aku bisa dengan cepat menyelamatkan kalian, kita masih bisa berkumpul bersama, dan Revand tidak akan membenci ku." ucap nya lagi.
"Percuma kau berbicara seperti itu pak tua....tidak akan bisa mengubah semua yang sudah terjadi." ucap Revand yang muncul dari belakang.
Mahesha melihat kebelakang, putra nya menghisap rokok dengan tangan kiri nya.
"Apa kita benar-benar harus seperti ini nak?" tanya Mahesha.
"Papa sudah tua, dan tidak sehat. Hanya kau satu-satu nya keluarga yang papa punya. Kita tidak......
"Kau lihat ini?" Revand menunjukkan tangan palsu nya yang berbentuk robot.
Mahesha melihat nya.
"Karena kau, aku harus memakai tangan berat ini. Aku malu...Aku sangat malu...." teriak Mahesha.
Mahesha tampak menangis.
"Kau bersembunyi, membiarkan mereka mengejar aku, mama, dan adik perempuan ku yang masih bayi. Dan kau mencul setelah semua terlambat?" tanya Revand.
"Nak, papa...papa tidak bersembunyi, papa saat itu sudah mereka sandera, papa berusaha.....
"Ckckckckck......sudah ribuan kali aku mendengar alasan busuk mu ini tua bangka." Revand memotong kalimat papa nya.
"Entah kenapa mama jatuh cinta pada mu. Pengecut!" ejek Revand.
"Cukup Revand. Aku adalah papa mu. Kata-kata mu menyakitkan papa nak." Mahesha mengatur nafas nya yang sudah mulai sesak.
"Tuan Mahesha, tenang lah. Saya akan membawa anda ke kamar anda." ucap Maurer.
Maurer, asisten nya Mahesha membantu membawa majikan nya beristirahat di kamar.
"Papa akan lakukan berbagai cara untuk menghapuskan kebencian mu pada papa." ucap Mahesha.
Revand, sebenar nya juga membenci diri nya sendiri.
******************
Akhir nya Lucifer, Aris dan Hendra tiba di Singapura.
Dua mobil sudah menunggu kedatangan Lucifer. Mobil dari anak buah kelompok nya.
"Selamat siang tuan Lucifer. Selamat datang di Singapura." sapa nya.
"Hhmm...langsung saja bawa antar kan aku ke rumah si Marvel." suruh Lucifer cepat.
Aris dan Hendra naik mobil yang berada di belakang mobil yang akan membawa Lucifer.
"Aris, kalian jangan mengikuti ku, tapi awasi saja pergerakan dari MaLee dan Black Dragon." suruh Lucifer dalam panggilan telepon.
"Baik tuan." jawab Aris.
*****************
"Tuan Lucifer, sudah lama sekali anda tidak datang ke sini. Begitu banyak yang berubah dan terjadi di sini." ucap Ceons, anak buah Andreas yang satu kelompok dengan Lucifer.
Lucifer diam mengabaikan.
"Terdengar kabar, kalau MaLee sudah semakin merajarela, melakukan banyak tindak kejahatan." tambah nya lagi.
"Lalu? apa kalian ikut campur?" tanya Lucifer.
"Tidak tuan. Seperti perintah dari tuan Andreas, kami tidak boleh bertindak." ucap Ceons.
"Bagus lah. Jangan ikut campur di antara mereka, karena itu bisa membahayakan kalian. Kau tahu kan DEADLY POISON tidak akan menyerang lebih dahulu sebelum di serang, tapi harus lebih hati-hati lagi. Karena banyak jebakan." ucap Lucifer serius.
"Saya tahu tuan. Dan saya sangat senang bergabung dengan anda. Semua negara mengakui anda dan Deadly Poison. Mereka juga segan mencari masalah dengan anda." ucap Ceons.
"Apa ada anggota kita yang mencari masalah lagi?" tanya Lucifer.
"Tidak ada tuan, semenjak anda menemukan Baron, James dan anak buah nya yang berhianat, dan anda membunuh mereka dengan keji, membuat yang lain nya pun ketakutan. Jadi, semua masih menurut tuan." jawab Ceons.
"Ceons, berapa anak mu? apa kau mencintai keluarga mu?" tanya Lucifer serius.
Ceons terkejut dengan pertanyaan tuan nya.
"Anak saya ada empat tuan, dan satu perempuan. Tentu saja saya sangat mencintai mereka." jawab Ceons.
"Maka nya itu kenapa aku memerintahkan kalian untuk tidak ikut campur dan cari masalah dengan kelompok lain. Agar keluarga kalian aman, tidak terancam." ucap Lucifer.
Ceons senang dan tersenyum mendengar nasehat bos besar nya.
"Dia sangat bijak, walaupun umur ku lebih tua, tapi pemikiran nya luar biasa, tetap sama walaupun ada sedikit perubahan." gumam Ceons tersenyum.