
"Lis, kata tuan Lucifer, bahan-bahan nya akan di beli Aris dan Hendra, di tunggu aja. " ucap Eva.
"Oohhhh" jawab Lisna sambil duduk di samping Eva.
"Va, nanti pernikahan kalian, apa mau mengundang orang tua angkat mu? " tanya Lisna.
"Iya donk, cuma aku bingung ngomong nya gimana. " jawab Eva.
"Aku yakin, kalau dia tahu laki-laki mana yang akan menikahi mu seperti apa, pasti otak uang nya muncul. " ucap Lisna kesal.
"Kau tahu kan, kalau mereka mata duitan." ucap nya lagi.
Eva hanya diam saja.
"Sejujur nya, aku masih bingung dengan ini. " ucap Eva pelan.
"Kenapa? " tanya Lisna.
"Ayo lah, apa kamu mau asal menikah gitu aja tanpa penjelasan? dengan laki-laki yang membenci mu, yang selalu marah-marah dengan mu? " tanya Eva.
"Aku gak masalah tuh, hehehehehe. " ucap Lisna santai.
"Eva, aku rasa Lucifer tidak membenci mu, itu perasaan mu saja. " ucap Lisna.
"Kalau dia marah-marah pada mu, itu karena kau yang bodoh, membuat nya marah." ucap Lisna.
"Kenapa kau malah membela nya sih, kau suka dengan nya ya? " tanya Eva.
"Kalau pun aku menyukai nya, apa dia menyukai ku? " jawab Lisna sewot.
"Kalau gitu biar aku bilang sama Lucifer, biar kamu yang di nikahi saja. " ucap Eva.
Pplleetaaakkk......
Lisna memukul kepala Eva pelan.
"Kau memukul ku? " ucap Eva.
"Kenapa? apa kau mau mengadukan ku dengan Lucifer? " tanya Lisna kesal.
"Iya, biar kau di pecat saja. " ucap Eva.
"Hhmmm.... sudah berani sekarang ya." ucap Lisna berdiri.
"Kenapa? takut? " ucap Eva ngeledek.
Ting nong... Tinngg nnoongggg.....
"Bukain pintu tuh, mungkin Aris dan Hendra udah datang. " ucap Eva yang masih duduk.
"Iya isteri bos. " ucap Lisna berjalan.
"Eh... calon... calon ya. " teriak Eva.
Lisna membuka pintu dan melihat Aris dan Hendra dengan membawa bahan-bahan dalam plastik.
"Eh... sudah datang ya, mari masuk, gak usah malu-malu, hehehehe " ucap Lisna bercanda.
Aris dan Hendra saling menatap lalu masuk bersama.
"Mana tuan Lucifer? " tanya Eva yang mencari sosok orang yang di cari.
"Tuan masih ada urusan yang harus di kerjakan. " ucap Aris.
"Apa kau merindukan nya Va? " tanya Lisna meledek.
"Bukan itu, hanya saja biasa nya kan mereka pasti mengikuti tuan nya. " ucap Eva memberi alasan.
"Tenang saja Va, aku akan menjemput nya. " ucap Hendra.
Lisna mengambil bahan-bahan dan membawa nya kedapur.
"Kalian nanti makan malam di sini kan? " tanya Lisna dari dapur.
"Mungkin saja Lis, kenapa? " tanya Aris.
"Aku akan memasak makanan yang enak-enak, jadi kalian makan malam di sini saja, hehehehe" jawab Lisna.
"Eh... bukan nya kau jam lima sore harus pulang ya? " tanya Eva.
"Aku boleh nginap gak? hehehehe. " ucap Lisna.
"Gak boleh. " ucap Eva tegas.
"Kenapa? apa kau mau tidur berduaan dengan tuan Lucifer? lagi pula kalian kan belum menikah" ucap Lisna keluar dari dapur.
"Iya juga ya.. gak mungkin aku tidur berdua dengan tuan Lucifer. " gumam Eva.
"Oke.... oke... kamu harus tinggal bersama ku di sini. " ucap Eva.
Aris dan Hendra saling menatap lagi.
"Apa ada yang bisa kami bantu lagi Eva? " tanya Aris.
"Mmmm..... seperti nya tidak ada, sebaiknya kalian temanin tuan Lucifer saja. " ucap Eva.
"Apa tidak masalah? " tanya Aris.
"Tidak ada kok." ucap Eva.
"Kalian pergilah, jangan lupa, sebelum makan malam kalian sudah harus pulang." ucap Lisna semangat.
"Hati-hati ya. " ucap Lisna.
Aris dan Hendra pergi meninggalkan Eva dan Lisna. Lisna di dapur untuk mempersiapkan masakan nya.
"Apa ada yang bisa ku bantu? " ucap Eva.
"Tidak ada, kau duduk santai saja di situ. " jawab Lisna.
"Entar aku di marahi lagi sama calon suami mu itu. " ucap Lisna.
****************************
"Tuan Adam, lepaskan lah kami. " mohon Edward.
"Lagi pula nona Eva masih hidup kan. " ucap Beny.
"Apa maksud mu? apa kalian mau dia mati? " tanya Lucifer kesal.
"Bukan begitu tuan, justru kami senang dia masih hidup. " ucap Edward berbohong.
Lucifer berdiri di hadapan Edward dan Beny yang masih terikat dan duduk di lantai.
"Kalian tenang saja, aku pasti akan melepaskan tubuh kalian." ucap Lucifer menyalakan rokok nya.
Lucifer berjalan ke arah Beny dan sedikit berjongkok.
"Dari mana kau mengenal Jefry? " tanya Lucifer.
Beny tidak menjawab, masih bingung.
"Kau tidak mau menjawab? " tanya Lucifer.
Lucifer melihat salah satu anak buah nya, hanya dengan tatapan mata, anak buah nya mengerti maksud bos nya.
Bbbrruukkkk.....
Anak buah nya memukul Beny dengan kayu yang sudah di penuhi dengan banyak paku.
"Aaakkkhh...." teriak Beny.
Edward merasa ketakutan melihat rekan nya di pukul. Lucifer melihat ke arah Edward yang ketakutan.
"Bagaimana, masih tidak mau menjawab nya? " ancam Lucifer.
"Tu.... tuan... saya tahu Jefry dari Darmo tuan. Darmo yang mengenalkan nya pada ku. " jawab Beny.
"Sudah berapa lama kau mengenal Darmo? " tanya Lucifer lagi.
Edward dan Beny saling menatap.
"Dua tahun tuan. " jawab Beny gugup.
Lucifer hanya mengeluarkan senyum sinis nya.
"Bagus.... bagus..... " ucap Lucifer membelakangi mereka.
*****************************
"Oh... jadi ini adalah Adam? Adam Caesarius Rameses, pemilik perusahan Adam Company? " ucap James saat melihat foto yang di berikan Jefry.
"Benar tuan James. " ucap Jefry.
"Wah..... ternyata Lucifer pintar menyembunyikan identitas nya ya. " ucap Baron.
" Dan ini adalah karyawan si Adam yang menyelamat kan nya. " ucap Jefry memberikan foto Eva.
"Hohohoho.... ini adalah wanita yang pernah di beli si Lucifer itu waktu di club malam, nama nya kalau tidak salah.... Eva. " ucap Darmo yang melihat foto Eva.
Sementara Richard hanya sebagai pendengar sambil tersenyum penuh arti.
"Apa kalian mengenal wanita itu? " tanya Richard.
"Anak buah ku mengenal nya, waktu itu papa angkat nya menjual nya pada ku, lalu si Lucifer membeli nya dari ku, mungkin karena kasihan. " ucap Darmo.
"Hahahahaha..... kasihan? " tawa Richard.
"Tidak ada rasa kasihan Lucifer terhadap siapapun, dan lagi pula dia tidak akan mau ikut campur urusan orang lain, apalagi urusan anak buah nya. " ucap Richard.
Darmo, Baron dan James saling menatap.
"Maksud anda? " tanya James.
"Hubungi orang yang bersangkutan dengan wanita ini, cari nomor yang bisa di hubungi. " perintah Richard.
"Aku yakin... wanita ini sangat penting bagi Lucifer. " ucap Richard.
"Maka dari itu, aku akan...... hahahahahahaha. " tawa Richard.
"Apa tuan menginginkan gadis ini? " tanya Jefry.
"Tentu, tentu saja, aku kan sudah bilang, akan menghabisi semua yang berhubungan dengan nya. " ucap Richard membuang asap rokok nya.
"Sialan... padahal aku ingin menikmati gadis ini. " gumam Jefry.
AYO DONK, KLIK LIKE, VOTE NYA...