
Lucifer menarik tubuh Eva dalam pelukan nya. Membelai kepala isteri nya.
"Aku tidak boleh membuat nya takut, tidak boleh memaksa nya. Aku tahu ini sangat mendadak untuk nya." gumam Lucifer.
"Maafkan aku Adam, bukan nya aku tidak mau melakukan tugas sebagai isteri, tapi.. aku hanya masih takut dan gugup. " gumam Eva dalam pelukan suami nya.
Beberapa saat mereka diam dalam pelukan. Lucifer mendengar sangat jelas detak jantung isteri nya yang cepat.
.
.
.
"Okey... udah sampai nih. " ucap Steven.
"Waw... ternyata kamu tahu juga tempat yang romantis. " Lisna turun dari mobil setelah Steven membuka pintu.
"Tahu donk. " jawab Steven.
"Udah berapa cewek yang kamu bawa kesini? " tanya Lisna meledek.
"Kalau kesini sih belum pernah, paling cuma kamu. " jawab nya.
Lisna melirik tidak percaya pada Steven.
"Ayo masuk. " ajak Steven.
Steven mengajak Lisna di meja yang sudah di pesan sebelum nya. Dan Lisna hanya mengikuti nya.
"Selamat malam tuan dan nona, mau pesan apa? "tanya waitress menghampiri dengan membawa menu makanan.
"Sebentar ya mba, kita lihat menu nya dulu. " Steven meminta menu nya.
"Busettt.... mahal banget makanan nya. " gumam Lisna meilhat harga menu makanan nya.
"Gimana, kamu mau pesan apa? " tanya Steven.
"Samain aja deh dengan pilihan kamu. " jawab Lisna senyum.
"Yakin? " tanya Steven.
Lisna menganggukkan kepala nya.
"Okey... minum nya? " tanya nya lagi.
"Jeruk dingin aja. " jawab Lisna.
Steven menyampaikan pada waitress tentang pesanan mereka.
Setelah selesai memesan, tinggal lah Lisna dan Steven.
"Eehheemm... sekarang ceritain. " pancing Lisna membuka obrolan.
"Cerita apaan? " tanya Steven pura-pura lupa.
"Tadi kata nya mau cerita, kenapa kamu ngajak aku makan malam. Pasti ada maksud dan tujuan nya kan? " tanya Lisna meledek.
"Hahahaha.... kamu sama lucu nya dengan Eva, to the point gitu. " Steven merasa salah tingkah.
"Ya iya lah, kami kan sahabat dari kecil. " jawab Lisna.
"Cepat, katakan apa maksud dan tujuan mu? " tanya Lisna menaikkan salah satu alis nya.
Steven memperbaiki posisi duduk nya.
"Jadi begini." Steven mulai ingin berbicara sambil menatap Lisna yang sedang menunggu.
"Orang tua ku baru kembali dari Malaysia. " ucap nya, lalu berhenti.
"Terus? " tanya Lisna saat Steven tidak melanjutkan kalimat nya.
"Aku kan anak tunggal nih." ucap nya lagi melirik Lisna.
Lisna mengernyitkan dahi nya.
"Jadi, kau mau orang tua mu bikin dedek lagi ya? biar kamu punya saudara? " tanya Lisna polos.
"Bukan, hehehehehe. " jawab Steven.
"Atau, kau lagi cari adik angkat ya? kau mau mengajak ku jadi adik angkat mu ya? " jawab Lisna polos lagi.
Steven menggelengkan kepala nya sambil tersenyum kecil.
"Lalu apa Stev? " tanya Lisna yang sudah mulai jenuh.
"Orang tua ku, mau aku cepat menikah." jawab Steven.
"Ooohhhh... jadi kamu mau aku bantuin cari pasangan buat kamu ya? gampang, kamu mau nya yang bagaimana? langsing..... montok... atau... "
"Aku mau kamu yang menikah dengan ku. " jawab Steven memotong kalimat Lisna.
"Hhhheeehhhhh....? " Lisna kaget.
"Jangan bercanda ih... gak lucu tahu. " jawab Lisna.
Lisna gugup, dia spontan menarik tangan nya.
"Sebenar nya aku mulai menyukai mu waktu pertama kali bertemu di rumah sakit. " ucap Steven.
"Aku lihat, kamu lucu, gak jaim, suka tertawa dan tersenyum. " ucap Steven.
Lisna merasa gugup dan malu.
"Kebetulan juga, orang tua ku mau aku cepat-cepat menikah, selain umur ku yang sudah dewasa ini, mereka juga pengen dapat cucu. " ucap Steven jujur.
"Memang nya umur mu berapa? " tanya Lisna sedikit santai.
"30 tahun. " jawab nya.
"Hah? udah 30 tahun? kirain 22 atau 23 tahun. " Lisna kaget.
"Hahahaha.. bisa aja kamu. " Steven menggaruk kepala nya.
"Kenapa kamu gak ajak pacar kamu menikah? gak mungkin kan kamu gak punya pacar? malah aku yakin, pacar kamu ada di mana-mana. " ucap Lisna.
"Aku saat ini jomblo. Aku bosan dengan wanita yang hanya sok romantis dan manja yang di buat-buat. " jawab Steven.
"Selama ini yang dekat dengan ku hanya untuk membanggakan diri mereka saja, pamer, dan banyakan dari mereka yang posesif dan pencemburu, aku sangat gak nyaman dan gak suka. " ucap nya lagi.
"Kamu tahu kan, aku seorang dokter, jam kerja ku itu gak tentu. Selesai kerja kalau pasien nya sudah di cek dan di periksa, tetap lanjut bekerja kalau pasien nya masih banyak. Aku gak bisa mengangkat panggilan mereka apalagi membalas pesan-pesan nya." ucap Steven serius.
"Iya juga sih, gak mungkin kan waktu kamu lagi melakukan operasi terus pacar kamu nelpon kamu, terus kamu jawab ' hallo sayang, aku lagi operasi nih', hehehehehe. " ledek Lisna.
"Hahahahahaha. " Steven tertawa.
"Lalu kenapa kau memilih ku? kau kan belum tahu semua sifat ku? bisa saja aku sama seperti mereka, atau bahkan lebih parah. " tanya Lisna.
"Gimana ya.... terkadang perasaan kita itu tidak bisa di jelaskan secara rinci melalui perkataan, tapi hanya hati kecil lah yang tahu, hahahaha. " Steven merasa salah tingkah.
Waitress datang membawa pesanan mereka.
"Permisi nona dan tuan, pesanan nya sudah siap. " Waitress meletakkan secara perlahan di atas meja.
"Silahkan di nikmati hidangan kami. " ucap waitress lalu pergi.
"Kita makan dulu, kamu pasti sudah laper banget." ajak Steven.
"Tadi nya sih laper, karena perkataan mu aku jadi grogi. " gumam Lisna.
"Aku katakan sekali lagi, kalau aku gak bercanda loh." ucap Steven lagi.
"Aku... "
"Udah, makan aja dulu, hehehehehe. " Steven memotong kalimat Lisna.
"Aduh... biasa nya aku gak pernah nembak cewek nih. Kok aku takut di tolak ya? " gumam Steven.
"Tiba-tiba aku merasa gugup dan malu nih. " gumam Lisna sesekali melirik Steven.
.
.
.
"Sebaik nya kamu tidur, sudah malam kan? " suruh Lucifer.
"Kamu belum tidur? " tanya Eva.
"Belum, nanti aku nyusul. " jawab Lucifer fokus pada laptop nya.
"Sebaik nya aku ke kamar aja deh. " gumam Eva.
"Kalau gitu aku duluan ya. Oh ya, apa kamu butuh sesuatu untuk aku buat? " tanya Eva.
"Gak usah sayang." jawab nya melempar senyuman.
Eva mengganggukkan kepala nya dan membalas senyuman suami nya. Lalu melangkah kekamar nya.
Lucifer menatap nya ke kamar. Lalu berfokus pada laptop nya lagi.
"Adam termasuk suami yang baik dan pengertian, coba kalau orang lain, aku udah habis di makan saat malam pernikahan. " gumam Eva.
"Kalau di pikir-pikir lagi, walaupun dia adalah seorang mafia, aku rasa dia tidak melakukan kejahatan. Dia hanya melindungi orang-orang yang dia sayang. Hheeemm.... dan aku senang karena aku salah satu orang yang du sayangi, hehehehehe. " gumam nya lagi.
.
.
.
.
.
STEVEN TERNYATA MENYUKAI LISNA NIH.. APAKAH LISNA AKAN MENERIMA STEVEN???
JANGAN LUPA, LIKE.... VOTE...