
Lucifer tidak mengerti kenapa semua orang di ruangan itu menahan tawa.
"Baiklah, Lisna kamu bantu Eva bersih-bersih." suruh Lucifer.
"Kamu bisa gantiin perban Eva? " tanya Lucifer lagi.
"Bisa tuan." jawab Lisna.
Lisna membawa Eva ke kamar untuk di bersihkan.
"Apa ada yang mencurigakan? " tanya Lucifer pada Aris dan Hendra.
"Tuan, menurut informasi dari anak buah kita, si Reno telah bertemu dengan Ferdi, papa angkat nya Eva. " ucap Aris.
"Apa yang mereka lakukan? " tanya Lucifer santai.
"Seperti nya mereka sedang mencari informasi tentang Eva. " jawab Aris lagi.
Lucifer sejenak berpikir dan diam.
"Apa yang harus kita lakukan tuan? apa kah pernikahan tetap berlanjut? " tanya Aris.
"Pernikahan tetap berlanjut! " ucap Lucifer tegas.
"Lalu untuk orang tua dan undangan nya? " tanya Hendra.
"Bawa mereka ke markas besok. " perintah Lucifer.
Aris dan Hendra saling menatap heran.
"Buat apa tuan? " tanya Aris.
Lucifer menatap tajam Aris.
"Bawa saja, jangan melukai mereka sedikit pun, dan jangan sampai meninggalkan jejak. " ucap Lucifer lagi.
"Baik tuan. " jawab Aris dan Hendra.
"Dengar, Eva jangan tahu tentang hal ini. " ucap Lucifer.
"Kami mengerti tuan. " ucap Aris.
"Kalau begitu, apa kami harus kembali sekarang tuan? " tanya Hendra.
Lucifer menatap tajam lagi pada mereka berdua.
"Aku rasa kalian tahu tentang pembicaraan ku dengan Eva beberapa waktu lalu di telepon kan? " tanya Lucifer sinis.
"Apa tuan? " tanya Hendra pura-pura tidak tahu menggaruk kepala nya.
Lucifer melempar bantal sofa yang mengenai Hendra.
"Tetap di sini dan makan malam. " suruh Lucifer.
Aris dan Hendra saling tersenyum.
"Baik tuan. " jawab mereka serentak.
**************************************
"Ma, kemarin papa bertemu dengan teman papa, Reno nama nya" ucap Ferdi, papa angkat Eva.
"Terus? " tanya Marni, mama angkat Eva.
"Dia menanyakkan tentang Eva. " jawab Ferdi.
"Untuk apa pa? " tanya Marni membenarkan posisi duduk nya.
"Entah lah, seperti nya dia tertarik dengan Eva. " Jawab Ferdi.
"Oh ya pa... waktu itu, si Reno juga kan ya, yang kasih kerjaan buat Eva? " tanya Marni.
"Iya ma. " jawab Ferdi.
"Berarti Eva udah 'di pake' donk pa? " ucap Marni.
"Seperti nya sih ma, tapi Reno masih membutuhkan Eva lagi. " ucap Ferdi.
"Asal kita bisa mengirim Eva lagi pada Reno, kita akan memperoleh uang lagi ma. " ucap Ferdi semangat.
"Apa pa? uang? cepat pa, hubungi Eva. " ucap Marni yang senang mendengar kata uang.
"Sebentar ma, biar papa menghubungi Eva dulu." ucap Ferdi.
"Tapi ma, kalau si Eva tidak mau bagaimana ma? " tanya Ferdi yang ragu.
"Gak mungkin pa, apalagi kalau dia sudah pernah 'di pake' , pasti dia gak keberatan lagi. " ucap Marni.
"Tapi papa bilang aja sama Eva, kalau dia juga akan mendapatkan bagian nya, tapi jangan banyak-banyak pa. " ucap Marni.
Ferdi menganggukkan kepala nya mengerti.
*******************************
Akhir nya semua berkumpul di meja makan. Eva, Aris, Hendra, Lucifer dan Lisna.
Semua makanan sudah di hidangkan di atas meja.
"Wah.. ini makanan nya enak banget, Lisna sangat pintar memasak ternyata, hahahha. " ucap Hendra.
"Tentu donk, Eva juga bisa masak kok. " ucap Lisna melirik Eva.
"Tentu, kalau saya gak sakit, pasti saya yang masak. " ucap Eva.
Tttuuuuttt...... ttttuuuttt..... tttttuuuttt.....
Papa memanggil..........
Hp Eva berbunyi, panggilan dari papa angkat nya.
"Angkat saja. " ucap Lucifer.
"Hallo pa? " jawab Eva sambil melirik Lucifer.
Semua ikut mendengar obrolan Eva.
"Speaker. " bisik Lucifer.
Eva mengspeaker panggilan nya.
"Hallo sayang, bagaimana kabar mu? " tanya Ferdi.
"Hhueekkk. " ejek Lisna yang geram mendengar nya.
"Baik pa, kenapa? " tanya Eva.
"Mmmm..... sayang, papa dan mama mau bertemu sama kamu, kami kangen sama kamu. " ucap Ferdi.
"Ada acara apa pa? " tanya Eva.
"Hanya ingin melepaskan kerinduan aja nak, apa kamu tidak merindukan kami? " tanya Ferdi melas.
Eva melirik Lucifer, menunggu arahan dari calon suami nya.
Lucifer memberi tanda dengan menganggukkan kepala nya.
"Baik pa, kapan kita bertemu? " tanya Eva.
"Nanti papa kabarin Eva ya, kami senang banget kamu mau bertemu sama kami, hehehehe. " ucap Ferdi senang.
"Pa, aku makan dulu ya pa. " ucap Eva setelah Lucifer memberi tanda.
"Oh iya nak... kamu jaga kesehatan ya. " ucap Ferdi.
Obrolan pun sudah di akhiri. Keadaan menjadi sunyi senyap. Semua saling menatap.
"Sebaik nya lanjutkan makan nya, lalu beristirahat lah. " ucap Lucifer.
"Tuan, apakah......" ucap Eva.
"Ada apa? " tanya Lucifer.
"Mmmmm..... orang tua angkat ku belum tahu tentang pernikahan ini, apa sebaik nya... "
"Biar aku yang mengurus nya, sebaik nya kau makan saja dulu. " ucap Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya. Sementara Lisna tersenyum melihat Eva dan Lucifer.
"Bagaiamana pa? apa si Eva mau bertemu? " tanya Marni.
"Mau ma, dia mau, hahahaha. " ucap Ferdi.
"Bagus pa, langsung kasih tahu sama teman papa itu, supaya bisa langsung atur jadwal nya. " ucap Marni.
"Sebentar ma, papa hubungi dulu. " ucap Ferdi.
Acara makan malam telah selesai.
"Lisna, bawa Eva ke kamar, kalian beristirahat lah. " ucap Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Lisna.
"Tuan, benaran tidak apa-apa kami tidur di kamar? " tanya Eva.
"Hheemmm.... pergi lah. " jawab Lucifer.
Eva dan Lisna melangkah ke kamar, sementara Lucifer masih menatap nya.
"Aris dan Hendra, kalian jangan lupa apa yang ku perintahkan sebelum nya. " ucap Lucifer.
"Seperti nya, mereka ingin menjebak Eva lagi. " ucap Lucifer.
"Tuan, kalau Eva tahu kita menculik orang tua angkat nya, apa kah itu tidak bermasalah? " tanya Hendra.
"Makanya jangan sampai Eva tahu. " jawab Lucifer.
"Lagi pula mereka hanya orang tua angkat yang gak berguna. " ucap Lucifer serius.
"Baik tuan. " ucap Aris dan Hendra.
"Pulang lah, kalian pun harus istirahat, kalau sudah berhasil membawa mereka, segera kabarkan pada ku. " ucap Lucifer.
"Apa tuan tidak apa-apa di sini? kenapa tuan tidak menginap bersama kami atau di hotel? " tanya Hendra.
"Tidak usah." jawab Lucifer santai.
"Kalau begitu kami permisi tuan. " ucap Aris.
"Va, aku rasa tuan Lucifer sangat perduli dan perhatian pada mu." ucap Lisna.
"Kenapa kau bicara seperti itu? " tanya Eva memakai selimut.
"Apa kau tidak tahu reaksi tuan ketika kau menerima telepon dari papa angkat mu itu? " tanya Lisna.
Tidak di pungkiri Eva, dia memang merasa kalau Lucifer seperti tidak senang dengan orang tua angkat nya itu, apalagi ketika Lucifer tahu kejadian di club malam, waktu Eva di jual pada anak buah Lucifer.
Tapi, Eva merasa senang dengan reaksi calon suami nya itu.
"Ahh.... sudah lah... kita tidur saja, aku sangat lelah. " ucap Eva membaringkan diri nya.
"Va, ranjang nya empuk banget... nyaman... hahahahahaha. " ucap Lisna.
Eva hanya tersenyum.
AYO DONK, LIKE DAN VOTE...