
Cleo datang ke kantor agency nya. Saat itu ada seorang wanita cantik dan sexy sedang melakukan sebuah pemotretan.
"Apa dia wanita yang menggantikan pekerjaan ku?" gumam Cleo melihat wanita itu berpose.
Cleo menatap nya dengan tidak senang. Sementara wanita lawan nya memasang tatapan menantang.
"Cleo? ada apa? apa yang kau lakukan di sini?" tanya staf agency nya.
"Apa wanita itu yang mengambil job ku?" tanya Cleo menunjuk dengan arah tatapan.
Staf itu melihat ke arah tatapan Cleo.
"Iya, dia adalah Audrey Lee. Dia baru datang dari Singapura." jelas staf nya.
Cleo sangat tidak suka dengan Audrey.
"Cleo, ada apa kamu datang ke sini?" tanya staf.
Cleo melihat staf agency nya.
"Kapan lagi jadwal job ku?" tanya Cleo.
"Mengenai itu.....mmmm...." Orang itu bingung mau menjawab apa, hanya menggaruk kepala nya.
"Kenapa? apa aku tidak ada jadwal job?" tanya Cleo curiga.
"Sebenar nya, itu semua tergantung permintaan dari klient kita. Dan...dan...." Staf itu masih belum bisa menyelesaikan kalimat nya.
"Dan saat ini belum ada job untuk kamu. Semua di ambil Audrey Lee." jawab staf nya lagi.
"Berikan aku alasan yang masuk akal. Kenapa semua........." Cleo tidak melanjutkan kalimat nya, terpotong panggilan Hp dari Vicky.
Cleo menunggu sesaat. Mengatur nafas dan menjawab panggilan telepon nya.
"Ya Vicky? ada apa?" tanya Cleo.
"Kamu sudah makan siang?" tanya Vicky.
Cleo melihat jam tangan nya yang sudah pukul 12.00 tepat.
"Belum. Sebentar lagi. Aku lagi ada urusan." ucap Cleo.
"Kamu ada di mana? biar aku menjemput mu." tanya Vicky.
"Tidak usah aku.....
"Cleo, apa kamu ada di kantor agency mu?" tanya Vicky memotong kalimat kekasih nya itu.
"Mmm....iya. " jawab Cleo gugup.
"Tunggu aku, aku akan datang menjemput mu ." ucap Vicky.
"Tapi Vicky....." Cleo tidak bisa melanjutkan kalimat nya, Vicky sudah menutup duluan telepon nya.
"Kebiasaan banget. Belum selesai bicara udah di tutup aja." Ucap Cleo ngedumel.
Tiba-tiba......
"Hallo Cleo." sapa seorang wanita yang muncul di belakang nya.
Cleo memutar badan nya ke arah wanita itu.
"Kau Cleosandra bukan? aku Audrey. Audrey Lee." sapa wanita itu dengan senyum sinis nya.
"Dari mana kau tahu aku Cleo?" tanya Cleo.
"Tentu saja aku tahu. Seorang model terkenal yang ternyata bisa 'jatuh' juga." ledek Audrey.
"Apa maksud mu?" Cleo sudah mulai terpancing emosi.
Audrey malah memberikan senyum kecil nya.
"Cleo..." panggil Vicky baru tiba menyusul kekasih nya.
Audrey, Cleo dan Vicky saling bertatapan.
"Vicky?" tanya Audrey.
"Audrey?" tanya Vicky juga.
"Apa kalian saling mengenal?" tanya Cleo yang terkejut dan penasaran.
"Tentu saja, dia adalah sepupu ku. Benar kan....Vic?" jawab Audrey bangga.
"Sepupu? kalian....kalian sepupu?" tanya Cleo.
"Vicky?" Cleo merasa sedikit kesal.
Vicky hanya diam saja. Ingin menjelaskan tapi bingung mau di di mulai dari mana.
"Cleo, sebaik nya kita pulang dulu." ajak Vicky.
Cleo tidak menjawab.
"Tidak, aku tidak mau pulang dengan mu. Kau pulang saja sendiri." Cleo mengambek.
"Tapi Cleo......
"Vicky, aku ingin mengajak mu makan siang. Sebaik nya kau temani aku. " ajak Audrey.
Audrey menarik salah satu tangan Vicky. Cleo melihat dengan sinis.
Vicky berusaha membawa Cleo.
"Vic.....Kau mau kemana?" tahan Audrey.
"Lepas kan tangan ku Audrey." tolak Vicky.
"Aku ingin berbicara dengan mu. Apa kau tidak merindukan ku?" tanya Audrey yang belum melepas tangan Vicky.
"Paman menanyakan kabar mu. Sudah lama kau tidak memberi kabar pada nya." ucap Audrey.
Vicky meninggalkan Audrey. Dia menarik tangan Cleo, di ajak nya keluar dari ruangan itu.
Audrey hanya melihat dengan santai.
"Vicky.....Vicky....ternyata apa yang di katakan papa benar juga. Kau sudah menjadi budak cinta." ucap Audrey melihat kepergian mereka.
*****************
"Vicky, sebaik nya kau jelaskan padaku tentang semua ini?" Cleo melepas paksa genggaman tangan Vicky.
"Kau bilang kalau kau tidak tahu tentang Audrey, tapi kenapa dia bilang kalian saling mengenal." Cleo sudah mulai kesal.
"Vicky....kau jangan diam aja." teriak Cleo.
"Aku akan menjelaskan nya, tapi kita makan siang dulu ya. Kamu kan belum makan." ajak Vicky.
"Apa kau menganggap aku bercanda Vic? kau anggap aku bodoh?" Cleo sudah mulai menurunkan suara nya.
"Bukan. Bukan begitu. Aku janji akan menjelaskan pada mu. Okey..." bujuk Vicky.
Vicky berusaha membujuk Cleo. Vicky tidak mau kekasih nya itu salah paham pada nya. Hanya saja dia masih harus mengatur kalimat penjelasan.
"Kau janji akan menjelaskan nya ya?" ucap Cleo mulai luluh.
"Janji." Vicky mengusap kepala Cleo sambil memberikan senyuman ramah nya.
***********************
Heriawan masih belum memberitahukan siapa orang yang memerintahkan nya. Padahal seluruh tubuh nya sudah babak belur, lebam dan mengeluarkan darah.
Nafas nya pun sudah mulai pelan-pelan.
"Masukan dia." suruh Lucifer pada anak buah nya.
Heriawan yang tidak sadarkan diri pun di masukan lagi kedalam kurungan.
"Sudah berhenti?" tanya Eva pada Hendra.
"Iya, tuan Lucifer tidak akan menghabisi nyawa nya sampai apa yang di inginkan nya dapat." jawab Hendra.
"Berarti Adam belum mendapatkan apa yang dia inginkan ya?" tanya Eva.
Hendra menganggukkan kepala.
Heri sudah di bawa.
"Bagaimana dengan rencana anda selanjut nya tuan?" tanya Aris.
"Selamat kan keluarga wanita itu. Seperti alamat yang di beritahukan laki-laki itu." jawab Lucifer membersihkan tangan nya.
"Lalu? apa anda akan melepaskan wanita dan keluarga nya?" tanya Aris.
"Kenapa? apa kau mau aku membunuh mereka?" tanya sinis Lucifer.
"Jangan tuan. Bukan begitu maksud ku. Aku hanya....
"Aku tidak ada urusan lagi dengan mereka. Lagi pula wanita itu terpaksa melakukan nya. Jadi lepaskan saja." ucap Lucifer.
"Jangan biarkan Eva mengetahui semua ini." ucap Lucifer.
"Tapi dia sudah melihat nya kan tuan?" tanya Aris.
"Tapi dia kan tidak tahu permasalahan nya. Termasuk masalah di perusahaan. Kau mengerti kan?" tanya Lucifer.
"Baik tuan, saya mengerti." ucap Aris menganggukkan kepala nya.
Lucifer ingin menyusul Eva, baru beberapa langkah, dia berhenti.
"Oh iya Ris, kenapa Steve memberitahukan ku kalau wanita itu ketakutan karena organ dalam nya akan di jual. Siapa yang menyuruh mu?" tanya Lucifer.
"Hhmm...tuan, sebenar nya bukan aku. Itu dari Hendra." ucap Aris.
Eva dan Hendra sudah berada di belakang Lucifer.
"Adam.." panggil Eva.
Lucifer melihat kebelakang. Tatapan nya berganti menuju Hendra.
"Hend, siapa yang menyuruh mu tentang penjualan?" tanya Lucifer serius.
Hendra dan Aris saling melihat. Sementara Eva tidak mengerti, hanya bersikap biasa saja.
.
.
.
.