
"Aku akan menyerahkan perusahaan yang sebelum nya ku jalani untuk mu. " ucap Lucifer.
"Anggap saja, cara ku membayar kejahatan ku pada mu. " ucap nya lagi.
Eva masih berlutut di tanah, sementara Lucifer membelakangi nya.
Eva melihat bahu Lucifer yang lebar, kusut dan penuh dengan keringat.
"Biarkan aku sendiri, biarkan aku menahan semua perasaan ini, walaupun aku tidak sanggup. " ucap Lucifer.
"Jika memang orang seperti ku tidak layak untuk bahagia, untuk apa aku hidup? "
"Hahahaha.... aku.. aku bukan manusia... aku hanyalah iblis.. " Lucifer berbicara dengan masih menangis.
Dia membiarkan air mata nya keluar.
"Biarkan aku seperti ini, aku memang tidak layak untuk di cintai atau mencintai...
aku hina, aku rendahan... " ucap Lucifer menyalahkan diri nya sendiri.
Di saat Lucifer menangis, Eva berdiri, berjalan secara perlahan mendekati Lucifer yang masih membelakangi nya.
Lucifer terkejut, saat Eva memeluk pinggang nya dari belakang.
"Hhhiiikkksss.... hhhuuuuu... hhhuuuu... " tangis Eva memeluk Lucifer dari belakang.
Eva tidak perduli dengan bau keringat atau kemeja kotor yang di pakai Lucifer.
Bahkan gadis itu membiarkan air mata nya membasahi kemeja Lucifer.
"Maafkan saya... maafkan saya Karena saya tidak mengerti dengan perasaan anda." ucap Eva sambil menangis.
Lucifer membalikkan badan nya sehingga mereka saling berhadapan.
Eva melepas pelukan nya.
Dia mengangkat dagu Eva yang masih tertunduk.
"Akhir nya kau bicara juga. " ucap Lucifer mengusap air mata Eva yang masih mengalir di pipi nya.
"Kenapa kau selalu diam dengan ku? " tanya Lucifer dengan pelan.
"Saya... saya hanya takut dengan anda, saya takut kalau anda akan membunuh saya." jawab Eva menahan tangis.
Lucifer langsung memeluk erat Eva, dia tidak memperdulikan harga diri nya, ego nya, sikap nya. Yang ada dalam pikiran nya adalah memeluk gadis yang dia cintai.
"Bodoh... bagaimana mungkin aku bisa membunuh mu, walaupun kau sering membuat ku marah, tapi aku tak mungkin membunuh mu. " ucap Lucifer mendekap Eva dalam pelukan nya.
"Tapi anda bisa membunuh mereka, bahkan anda memotong tubuh nya. " ucap Eva yang masih di peluk.
"Itu karena aku marah, marah saat melihat mereka menyakiti mu, melihat kau terluka karena mereka."
"Aku menyalahi diri ku karena tidak bisa menjaga mu dan membawa mu dalam masalah ku. " ucap Lucifer.
"Aku tidak bisa membiarkan siapa pun menyakiti mu, bahkan kalau itu Aris pun yang melakukan nya, pasti akan aku potong-potong tubuh nya. " ucap nya lagi.
Eva merasa lega mendengar perkataan yang keluar dari mulut Lucifer.
Beberapa saat mereka masih menikmati suasana berpelukan. Tidak ada tangisan lagi.
Lucifer mengelus lembut kepala Eva.
"Apa kah... apakah apa yang anda katakan itu benar? " tanya Eva.
"Tentu saja. " jawab Lucifer.
"Mmm.... maksud saya... tentang... tentang saat anda mengatakan kalau anda.. anda mencintai saya" ucap Eva yang masih malu.
"Oh yah... apa aku mengatakan nya? kapan? apa mungkin kau salah dengar? " ledek Lucifer.
Eva melepas pelukan nya, Lucifer langsung menarik tubuh Eva untuk kembali di peluk.
"Hahahaha.... aku hanya bercanda, kenapa kau marah" tawa Lucifer.
"Bercanda? berarti yang anda katakan itu bohong? itu bercanda? " tanya Eva yang sudah mulai kesal.
"Untuk kalimat ku yang mengatakan kalau aku mencintai mu, itu tidak bercanda, aku serius." ucap Lucifer menatap wajah Eva.
"Lalu yang bercanda itu yang mana? " tanya Eva balas menatap wajah Lucifer.
"Oh yah... apa aku mengatakan nya? kapan? apa mungkin kau salah dengar?, itu kalimat yang ku maksud bercanda. " ucap Lucifer kembali memeluk nya.
Eva tersenyum, dan membalas pelukan Lucifer.
"Jangan lagi kau memanggil ku dengan sebutan ' saya, anda, atau tuan Lucifer. " ucap Lucifer.
"Panggil aku Adam, atau.. panggil sayang juga tidak apa-apa. " ucap Lucifer senang.
"Apa kau mencintai ku juga Va? " tanya Lucifer melepas pelukan nya.
Eva bingung mau jawab apa.
"Aku... aku masih belum bisa mencintai mu." jawab Eva gugup.
"Tidak apa-apa, aku akan membuat mu mencintai ku, sekarang, kau sudah memberikan ku kesempatan saja aku sudah sangat senang. " ucap Lucifer kembali memeluk Eva.
"Ajari aku untuk mencintai mu. " pinta Eva.
"Hhhhmmm.... sebelum nya aku pikir kau yang akan mengajarkan aku untuk bisa mencintai mu, ternyata malah kebalikan nya. " ucap Lucifer.
Eva hanya tersenyum mendengar nya.
"Baik lah, aku akan berusaha. " ucap Lucifer.
Eva ingin berbicara, tapi ragu.
"Ada apa? apa ada yang mau kau tanyakan? " tanya Lucifer yang sadar dengan mimik wajah Eva.
"Adam... aku ingin bertanya, tapi tolong jangan marah ya." ucap Eva.
"Sejujur nya, di saat aku marah, aku harus melihat wajah mu, agar wajah mu bisa mereda kemarahan ku." ucap Lucifer.
Wajah Eva memerah.
"Katakan, ada apa? aku janji tidak akan marah. " ucap Lucifer mengangkat telapak tangan nya memberi janji.
"Apa... apa kau.. melakukan sesuatu terhadap orang tua angkat ku?.... tolong jawab yang jujur." tanya Eva gugup.
Lucifer tidak langsung menjawab, dia menatap wajah Eva.
"Hhmmm..... iya.. " jawab Lucifer menganggukkan kepala nya.
Eva terkejut.
"Apa yang kau lakukan pada nya? " tanya Eva penasaran.
"Tidak banyak, hanya melakukan sedikit hukuman. " ucap Lucifer.
Eva merasa lega, sedikit tersenyum.
"Aku hanya mencongkel kedua mata mereka, memotong lidah nya lalu memotong jempol kedua tangan mereka. " tambah nya lagi enteng melipat tangan di dada nya.
"Hah????? " Eva terkejut.
"Kau tahu orang yang menculik mu, aku juga memotong tangan mereka, dan...
"Cukup... cukup... apa kau dulu bekerja di pemotongan ayam? " tanya Eva yang merasa jijik.
"Kenapa kau melakukan itu? " tanya Eva.
"Untuk orang tua mu, karena mereka sudah berani menjual mu, bukan cuma satu kali tapi lebih, untuk Darmo dan James, mereka berani menampar mu, maka nya aku memotong pergelangan tangan nya. " ucap Lucifer.
Eva memeluk langsung Lucifer, begitu juga sebalik nya.
"Berjanji lah pada ku, kau jangan melakukan itu lagi. " ucap Eva.
"Baik lah, aku berjanji, aku berjanji tidak akan melakukan nya, kecuali... terpaksa ya. " ucap Lucifer mengangkat telapak tangan nya memberi janji.
"Hhmmm... " Eva menatap sinis Lucifer.
"Ayolah sayang, aku tidak bisa membiarkan siapa pun menyakiti mu, kau sangat berharga bagi ku. " ucap Lucifer menarik Eva dalam pelukan nya.
Eva senang mendengar nya.
"Susah payah mendapatkan mu kembali, begitu dapat malah ada yang menyakiti mu, aku pasti tidak akan membiar kan nya." ucap nya lagi.
"Tapi kau tetap harus menjaga diri mu juga, aku tidak mau ada orang yang membunuh mu. " ucap Eva.
"Kalau kau tidak ada, siapa yang akan menjaga ku lagi? " ucap Eva dengan wajah sedih.
"Kan ada Aris dan Hendra, aku juga masih memiliki banyak anak buah kok. " jawab Lucifer bercanda.
Eva melepas pelukan nya, dan menatap sinis pada Lucifer yang masih tersenyum santai.
.
.
.
.
AKHIR NYA MEREKA UDAH BAIKAN KAN, WALAUPUN EVA BELUM MENCINTAI LUCIFER, PALING TIDAK HUBUNGAN NYA MASIH BISA DI PERTAHAN KAN.
.
.
.
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE.
TERIMAKASIH**...