SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 212


Aris dan Lucifer tiba di apartemen. Lucifer segera membuka pintu mobil tanpa menunggu Aris.


Dengan terburu-buru, lari masuk ke dalam.


TTOOKK....TOOOKK..TTOKK...


"Va, buka pintu nya. Eva..." panggil Lucifer sambil mengetuk pintu.


TTOKK....TTOKK....TTOKK..


Sekali lagi di ketuk, tidak ada yang membuka.


Aris sudah berada di belakang Lucifer.


CCCEEKKLLLEEKK......


"Pintu nya tidak terkunci?" ucap Lucifer curiga.


Segera dia masuk....


"Sayang?... sayang?... Eva?" teriak Lucifer panik.


"Tidak ada, di mana dia?" tanya nya panik.


Di ambil ponsel nya dan menghubungi nomor Eva.


DDRTTTDD....DDDRRRDDD....DDDRRRTDDD...


Ada suara getaran ponsel di atas tempat tidur. Lucifer dan Aris melihat. Segera Lucifer berlari mengambil ponsel yang masih berdering.


Di lihat nya ada 207 panggilan tak terjawab dari nomor Lucifer.


"Aaakkhhhh... ke mana dia??" teriak Lucifer.


Di pukul nya dinding kamar dengan keras, membuat punggung tangan nya berdarah.


"Tuan, kendalikan emosi anda." Aris berusaha menenangkan bos nya.


BBBRRUUGGHH.....


"Ini semua karena kesalahan mu bren***k..." teriak Lucifer memukul wajah Aris dengan keras.


Aris diam saja mendapat pukulan itu. Dia juga sadar akan kesalahan nya.


Masih berusaha mencari Eva, di kamar mandi yang sudah di periksa beberapa kali. Dapur, ruang tamu, bahkan ruang kerja nya pun di cari.


Dia sadar, ada kamera CCTV di dalam rumah nya. Segera di buka nya dan melihat rekaman video beberapa jam yang lalu.


"Lisna? apa dia bersama dengan Lisna?" tanya Lucifer.


Aris juga melihat rekaman video tersebut.


Mereka juga bisa mendengar kalau Lisna mengajak Eva ke rumah sakit.


"Aris, apa kau menyuruh Lisna membawa Eva kerumah sakit?" tanya Lucifer tegas.


"Tidak tuan. Saya tidak menyuruh nya. Bahkan dia tidak tahu anda ada di rumah sakit." jawab Aris.


Lucifer melihat juga rekaman CCTV di depan apartemen nya. Ada mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"Bre****k.... akan aku bunuh siapapun yang menyakiti isteri ku!!" teriak Lucifer mengepalkan tangan nya.


Segera keluar dari apartemen. Memanggil semua anak buah yang di suruh berjaga-jaga di depan rumah nya.


"Katakan pada ku siapa yang membawa Eva keluar?" teriak nya.


Anak buah nya yang berbaris rapi ketakutan.


"Nona Lisna tuan. Kami melihat nya datang menjemput nona Eva." jawab salah satu dari mereka.


"Apa kalian berbicara dengan nya?" tanya Lucifer lagi.


"Ti.....tidak tuan. Karena kami pikir, itu tidak ada masalah..." jawab nya lagi.


BBBRRUUGGHH.....BBRRUUGGHH....BBBRRUUGHHH....


Beberapa anak buah nya mendapatkan pukulan yang keras dari bos nya. Kemarahan Lucifer tidak ada yang bisa menahan atau menghentikan nya.


"Berikan pistol mu!!" pinta nya pada salah satu anak buah nya.


Anak buah nya takut. Khawatir.


"Cepat ban***t!!!" teriak nya dengan nafas memburu.


Si anak buah memberikan pistol yang sudah di selipkan di belakang pinggang nya. Di berikan pada Lucifer yang sudah mengulurkan tangan nya.


DDOORR......DDDOORR....DDDOORR....


Tiga orang anak buah nya di tembak secara acak.


"Aakkhhh....aakkhh..." teriak korban penembakan dari Lucifer.


Sungguh sangat kasihan melihat mereka yang mendapatkan hukuman dari bos nya. Padahal mereka sudah melakukan pekerjaan dengan maksimal.


Tiga orang korban penembakan Lucifer sekarat, memegang bagian yang di tembak, ada yang di dada, kaki dan paha.


"Hhuuueekkk.....hhhuueeekkkk......hhhhhuuueekkk..." Lucifer kembali muntah.


Aris segera memegang tubuh Lucifer yang sempoyongan.


*************


Mereka sudah tiba di Singapura, berada di dalam kamar berukuran luas. Muntahan nya jatuh mengenai lantai yang halus.


"Aku ada di mana?" gumam nya sambil membersihkan mulut nya.


Tubuh nya melemah. Mual dan pusing.


"Di mana Adam?" gumam nya lagi melihat di sekitar.


"Selamat malam...nona Eva." muncul suara seorang pria yang sudah memiliki uban di kepala nya.


Eva melihat asal suara.


******************


"Tuan, sebaik nya anda istirahat dulu." usul Aris.


"Diam kau!!" tolak Lucifer keras.


"Aku muntah, apa mungkin Eva juga...." gumam Lucifer.


"Pasti dia sangat menderita sekarang. Aku harus menemukan nya." gumam nya lagi.


"Bawa aku ke rumah Lisna sekarang. Cepat!!" suruh Lucifer.


"Baik tuan." Aris segera membawa Lucifer yang masih lemah ke dalam mobil.


Setelah memasukan Lucifer, Aris berbicara dengan anak buah yang masih berdiri rapi.


"Kalian bawa mereka yang terluka ke rumah sakit. Aku harap tidak ada yang tewas." suruh Aris.


"Kalau ada informasi, segera kabari aku." ucap nya lagi.


"Baik tuan Aris. Terimakasih." jawab mereka.


Segera Aris masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya.


"Ini memang kesalahan kita. Lain kali kita harus lebih teliti dan berhati-hati." ucap anak buah Lucifer.


"Kau benar, seandai nya kita bisa menahan orang itu datang." jawab rekan nya.


"Nona Eva sangat di cintai tuan Lucifer. Kalian lihat kan? betapa gila dan kejam nya tuan Lucifer kalau marah." ucap mereka.


"Sebaik nya kita bawa mereka kerumah sakit." mereka bergerak membawa yang terluka.


************


"Anda siapa?" tanya Eva.


Sebelum nya seorang pelayan wanita sudah datang, berusaha membersihkan muntahan Eva.


"Hhmm....perkenal kan, saya adalah Marvel Lee. Saya adalah paman dari Lucifer dan Vicky." ucap Marvel Lee memperkenal kan diri nya.


"Paman? paman mereka?" tanya Eva kaget.


"Benar. Saya tidak tahu apakah Lucifer sudah memperkenalkan saya pada anda, atau belum." ucap paman nya.


"Saya....saya juga tidak ingat." jawab Eva.


"Lalu kenapa anda membawa saya ke sini, dan apa anda juga yang menyuruh seseorang membawa saya kesini?" tanya Eva.


"Apa...Lisna ada hubungan nya dengan anda?" tanya Eva lagi.


"Hahahahaha.....siapa Lisna? saya tidak mengenal nya." tanya Marvel tertawa sinis.


"Hah?" Eva semakin bingung.


"Baik lah Nona Eva, sebaik nya anda istirahat saja dulu. Saya yakin sebentar lagi suami anda akan segera datang." suruh Marvel.


"Datang?" tanya Eva.


Marvel membalikan tubuh nya, berbicara pada Eva.


"Benar, pasti dia akan datang ke sini. Karena dia sangat mencintai anda kan." ucap Marvel.


"Saya tidak akan menyakiti anda. Biar bagaimana pun anda adalah isteri dari keponakan saya. Walaupun Lucifer hanya anak angkat saja. Saya permisi dulu." Marvel pergi meninggalkan Eva yang masih kebingungan.


"Apa....apa dia yang di bilang, tua bangka? waktu itu Adam mengatakan itu saat dia bertengkar dengan Vicky?" gumam nya.


***************


Beberapa kali Lucifer memijit kening nya. Menahan mual di perut. Berkeringat. Tapi sangat marah dan emosi.


"Aku akan mati kalau terjadi apa-apa pada mu Va." gumam Lucifer.


"Aku harap kau baik-baik saja Va." gumam Aris.


Mereka menuju rumah Lisna. Kebetulan mama nya Lisna sedang berada di luar bersama dengan suami nya bersantai.


.


.


.